Ketika Kecanggihan Teknologi dan Tiket Murah Bikin Polytron Indonesia Open 2026 Bergairah

Polytron Indonesia Open 2026 dipadati Badminton Lovers. Kombinasi kemegahan dengan teknologi modern dan tiket murah membuat ajang tahunan itu kembali bergairah.

OlehThomas
Diterbitkan 07 Juni 2026, 21:30 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

"Jika dibandingkan tahun lalu, saya melihat Indonesia Open terus berkembang. Fasilitasnya semakin baik, organisasinya sangat bagus, dan ada banyak peningkatan dari sisi penyelenggaraan. Sebagai pemain, kami merasa nyaman bermain di turnamen dengan kualitas penyelenggaraan seperti ini," ujar pemain Prancis Tomo Junior Popov.

Tiket Terjangkau Polytron Indonesia Open 2026

Sentuhan teknologi tinggi tidak membuat harga tiket Polytron Indonesia Open 2026 melonjak tajam. Justru malah semakin murah dibandingkan tahun lalu. Tiket turnamen BWF Super 1000 itu dijual mulai Rp 40 ribu.

Polytron Indonesia Open 2026 hanya menjual tiket yakni kategori 1, 2 dan 3. Bahkan untuk laga final, pada 7 Juni 2026, harga tiket tidak ada yang mencapai Rp 1 juta. Kategori 3 dijual Rp 350 ribu, Kategori 2 (Rp 500 ribu) dan Kategori 1 bisa dibeli Rp 850 ribu. Badminton Lovers bisa mendapat diskon bila membeli tiket tersebut saat presale.

"Harga tiketnya murah yang dibanding sebelumnya tapi yang didapat wah banget. Saya setiap hari kesini. Kebetulan kantor di sekitar Senayan jadi sama teman-teman kemari mengisi waktu sepulang kerja. Sabtu-Minggu juga datang karena laga semifinal dan final," ucap Badminton Lovers bernama Della Susanto saat ditanya Liputan6.com.

Murahnya harga tiket ditambah fasilitas bintang lima membuat pecinta bulu tangkis berbondong-bondong datang ke Istora Senayan menonton Polytron Indonesia Open 2026. Selain menonton pertandingan bulu tangkis, banyak hiburan yang bisa didapat di Istora Senayan.

Istora Senayan disulap panitia Polytron Indonesia Open 2026 menjadi bazzar atau pesta rakyat. Ada konser musik yang melibatkan beberapa musisi ternama Indonesia seperti Marion Jola, Maliq & D'Essentials hingga Moluccam Soul.

Yang gokil, penonton tak perlu membeli tiket masuk untuk mengakses panggung hiburan, booth-booth sponsor sampai stand makanan dan minuman. Semuanya bisa diakses tanpa tiket. Hanya saja tetap ada pemeriksaan keamanan saja untuk penonton yang masuk masuk ke Istora Senayan demi menjaga kenyamanan bersama. Tiket masuk hanya dibutuhkan untuk menonton pertandingan.

Memanjakan Fans

Stand makanan dan minuman juga berlimpah sehingga penonton Polytron Indonesia Open 2026 tidak akan kelaparan. Ada tenant-tenant ternama seperti Starbucks, Bakmi GM, Shilin, hingga Doner Kebab. Tak kalah menarih juga stand-stand UMKM mulai dari Bakso Wonogiri, tahu krispi hingga sate klatak.

"Tenang saja harga makanan di Polytron Indonesia Open 2026 murah-murah. Tidak ada yang kemahalan. Semuanya harga yang masuk kantong," kata ketua panitia penyelenggara Polytron Indonesia Open 2026, Achmad Budiarto kepada wartawan saat jumpa pers sehari sebelum Polytron Indonesia Open 2026.

Salah satu magnet di Polytron Indonesia Open 2026 adalah kehadiran Pokemon. Booth Pokemon menyediakan hadiah menarik gratis mulai dari stiker, gantungan kunci, balon, topi hingga susu.

"Kreatif sih memadukan Pokemon dengan bulu tangkis. Saya tadi main games dapat hadiah stiker Pokemon lucu yang posenya lagi main bulu tangkis," sambung Deila.

Indonesia Loloskan 2 Wakil ke Final

Kombinasi harga tiket murah dan kemegahan Polytron Indonesia Open 2026 membuat badminton lovers ramai menyerbu Istora Senayan. Dampaknya pun positif ke pemain bulu tangkis Indonesia.

Indonesia mampu menggirim dua wakil ke partai final. Ada Jonatan Christie di tunggal putra dan Raymond Indra dan Nikolaus Joaquin (ganda putra). Dukungan dan gemuruh luar biasa suporter di Indonesia Open 2026 menambah semangat pemain Indonesia.

"Istora Senayan meriah sekali. Setiap hari jumlah penontonnya semakin bertambah banyak," kata Raymond.

Kembali bergairahnya penonton di Polytron Indonesia Open 2026 sesuai dengan tagline yang digunakan yakni "Pride of Nation". Panitia penyelenggara bersyukur target yang dipatok sebelum event dimulai bisa dicapai dengan membludaknya penonton di edisi 2026 ini.

"Kita patut bersyukur event ini bisa diselesaikan dengan baik, lancar, aman dan tidak ada sesuatu apapun. Walau kita berharap event ini bisa dilengkapi dengan gelar juara. Pada waktu event dirancang ada beberapa objektif yang ingin kita capai salah satunya mengembalikan euforia penonton. Pendekatan itu melalui euforia yang bisa memenuhi harapan BL. Kita berikan kemudian tiket dan akses. Kita berikan sesuatu yang bisa mengikat mereka datang. Kita juga harus memenuhi beberapa kriteria BWF dan itu bisa kita penuhi. Pride of Nation itu bisa kita penuhi. Kebanggaan buat masyarakat dan BWF," ujar Achmad Budiarto.

"Apa yang kita sajikan ini bisa menjadi tolak ukur event seperti apa yang bisa memberikan kebanggaan bagi pecinta bulu tangkis. Semoga standar yang kita pakai nantinya bisa dipakai BWF seperti teknologi LED."

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Halaman
Show All
ThomasTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan