2. Timnas Spanyol
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5414010/original/000874200_1763230078-timnas_spanyol.jpg)
Dalam beberapa tahun terakhir, nama Guardiola sering kali dihubungkan dengan tim nasional Spanyol. Ia memiliki ikatan emosional yang kuat dengan La Roja, mengingat dirinya pernah tampil sebanyak 47 kali sebagai pemain.
Selain itu, Guardiola juga pernah memimpin Spanyol meraih medali emas dalam Olimpiade 1992 di Barcelona sebagai kapten tim. Pengalaman serta pemahamannya yang mendalam tentang filosofi sepak bola Spanyol menjadi aset berharga untuk tim nasional.
Namun, ada isu politik yang dianggap bisa menjadi kendala bagi Guardiola. Dukungan yang ia berikan kepada gerakan separatis Catalan menciptakan keraguan mengenai kemungkinannya untuk melatih tim nasional Spanyol.
Situasi ini menimbulkan tanda tanya besar mengenai masa depan kariernya di level internasional. Dengan latar belakang yang kompleks ini, langkah Guardiola selanjutnya masih menjadi misteri yang menarik untuk diikuti.
3. Timnas Italia
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5542907/original/003138900_1774993958-Timnas_Italia_vs_Bosnia.jpg)
Guardiola bisa menjadi pilihan yang menarik bagi Italia setelah tim tersebut gagal mencapai Piala Dunia. Negara ini berusaha menemukan jalan untuk mengembalikan kejayaan sepak bola nasionalnya.
Meskipun Italia pernah meraih gelar juara Euro 2020, performa mereka di panggung internasional telah menurun secara signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Diperkirakan, federasi sepak bola Italia akan sangat tertarik jika Guardiola tersedia untuk melatih tim nasional.
Selain itu, Guardiola bukanlah sosok yang asing dalam dunia sepak bola Italia. Ia memiliki pengalaman bermain di liga tersebut ketika memperkuat Brescia dan AS Roma pada akhir kariernya sebagai pemain profesional. Dengan latar belakang seperti itu, ia bisa membawa perspektif baru dan strategi yang segar untuk mengangkat kembali prestasi Italia di kancah internasional.
4. Timnas Inggris
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5519344/original/095709500_1772548220-inggris.jpg)
Guardiola melihat Inggris sebagai pilihan yang cukup logis. Selama hampir sepuluh tahun terakhir, negara tersebut telah menjadi tempat kedua baginya setelah Barcelona. Saat ini, kepemimpinan Timnas Inggris berada di tangan Thomas Tuchel hingga Euro 2028. Namun, keadaan bisa berubah jika Inggris tidak memenuhi harapan di Piala Dunia 2026.
Selain itu, Guardiola diyakini memiliki pemahaman yang mendalam tentang kultur sepak bola di Inggris. Pengalaman panjangnya di Premier League akan sangat berharga untuk membantu Three Lions dalam membangun tim yang lebih solid di turnamen besar.
Dengan segala pengetahuan dan keterampilan yang dimilikinya, Guardiola dapat menjadi aset penting bagi perkembangan sepak bola Inggris ke depannya.
5. Timnas Meksiko
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5274917/original/050827500_1751851993-AP25187837069749.jpg)
Meksiko merupakan negara yang memiliki kecintaan yang mendalam terhadap sepak bola. Sayangnya, dalam beberapa dekade terakhir, prestasi tim nasional mereka di pentas internasional belum menunjukkan perkembangan yang signifikan.
El Tri tercatat telah tersingkir tujuh kali di babak 16 besar dalam delapan edisi Piala Dunia terakhir yang diikuti. Mereka juga belum berhasil mencapai perempat final sejak tahun 1986, yang menunjukkan tantangan besar yang harus dihadapi.
Di tengah kondisi tersebut, sosok Guardiola dianggap memiliki potensi untuk membawa perubahan yang berarti bagi sepak bola Meksiko. Ia memiliki hubungan yang erat dengan negara ini, terutama setelah pengalaman bermainnya untuk Dorados pada tahun 2006.
Dengan pengalaman dan keterampilan yang dimilikinya, Guardiola bisa menjadi kunci untuk mengangkat prestasi tim nasional Meksiko ke level yang lebih tinggi.
6. Timnas Uni Emirat Arab
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5417160/original/035797700_1763523292-UEA.jpg)
Uni Emirat Arab memiliki cita-cita yang tinggi untuk meningkatkan posisinya dalam dunia sepak bola global. Meskipun demikian, mereka masih menghadapi tantangan dalam bersaing di tingkat Asia maupun di panggung dunia.
Negara yang kaya akan sumber daya minyak ini belum berhasil kembali ke Piala Dunia sejak tahun 1990. Kegagalan mereka untuk lolos ke Piala Dunia 2026 semakin menegaskan perlunya perubahan yang mendesak dalam strategi sepak bola nasional.
Selain itu, hubungan yang terjalin antara Manchester City dan keluarga kerajaan Abu Dhabi bisa membuka peluang signifikan bagi pelatih Pep Guardiola. Ia dianggap sebagai sosok yang mampu menciptakan fondasi yang kuat untuk pengembangan sepak bola di Uni Emirat Arab. Dengan pendekatan yang tepat, diharapkan sepak bola UEA dapat mencapai prestasi yang lebih baik di masa mendatang.
7. Timnas Amerika Serikat
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5175923/original/060329800_1743054423-Daftar_Negara_lolos_Piala_Dunia-8.jpg)
Guardiola mungkin melihat Amerika Serikat sebagai pilihan yang menarik jika ia ingin merasakan suasana yang berbeda. Selama setahun, ia pernah tinggal di New York saat mengambil waktu istirahat dari dunia sepak bola setelah meninggalkan Barcelona. Dalam beberapa kesempatan, Guardiola menyatakan bahwa ia menikmati kehidupan yang lebih tenang di negara tersebut. Hal ini bisa menjadi pertimbangan penting baginya setelah mengalami tekanan yang cukup panjang di Eropa.
Selain itu, tim nasional Amerika Serikat kemungkinan akan membutuhkan pelatih baru setelah Piala Dunia 2026. Federasi sepak bola di negara itu diketahui siap untuk menginvestasikan dana yang besar demi meningkatkan kualitas sepak bola nasional mereka. Dengan semua faktor ini, kemungkinan Guardiola untuk melanjutkan karirnya di sana menjadi semakin menarik.
Â
Sumber: Aga Deta (Bola.net)
Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9324106/original/075794500_1786690114-cek_fakta_-_alat_pertanian_tanam_padi_hingga_traktor.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9339837/original/071003300_1788430175-alat_pertanian_-cek_fakta.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9336533/original/011425200_1788164909-cek_fakta_pppk_kemenag.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9302055/original/028598000_1784530995-Presiden_ke-7_Jokowi_kumpulkan_teman_kuliah.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/6388729/original/011542200_1779264035-000_B3DQ7BL.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1315849/original/026065800_1470996291-Manchester-City-Crest__3_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3435908/original/024857700_1619013964-154033115_188982469225553_2329235099171296649_n.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1416756/original/081794600_1480056651-psg.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3477850/original/010811100_1623255757-italy-crest-update-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3480576/original/000531300_1623504648-Untitled-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5404088/original/011417900_1762377846-tijjani-reijnders-manchester-city.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5462381/original/091887600_1767574726-AP26004687596275.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9338075/original/060454700_1788308562-enzo_1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9338086/original/012943700_1788309555-HRKFe5LXYAAcijp.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9337978/original/020435400_1788268926-Jesus-2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5400505/original/065974900_1762135322-rayan.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9338078/original/007357100_1788308646-enzo_4.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5567962/original/087444800_1777346646-carrick.jpg)