6 Alasan Keruntuhan Liverpool, Juara Bertahan Inggris Jadi Bahan Ejekan

Liverpool berada di peringkat lima klasemen Liga Inggris 2025/2026. Ini alasan di balik keruntuhan mereka.

Diterbitkan 20 Mei 2026, 19:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Dampak dari perubahan ini sangat jelas terlihat pada klasemen dan performa tim sepanjang musim. Liverpool bahkan terjerembab ke papan tengah di awal musim setelah mengalami serangkaian kekalahan beruntun melawan tim-tim seperti Crystal Palace, Chelsea, Manchester United, Brentford, Manchester City, dan Nottingham Forest.

2. Harmonisasi Hubungan Slot dan Pemain

Masalah yang dihadapi Liverpool ternyata tidak hanya terbatas pada performa di lapangan. Dalam beberapa bulan terakhir, media Inggris mulai menyoroti hubungan Arne Slot dengan beberapa pemain kunci tim, yang menunjukkan adanya ketegangan.

Salah satu konflik yang paling mencolok adalah terkait dengan Mohamed Salah. Bintang asal Mesir ini dilaporkan merasa kecewa dengan strategi permainan Liverpool di bawah arahan Slot, terutama setelah keputusan pelatih untuk mencadangkannya dalam beberapa pertandingan.

Salah pernah menyampaikan pendapatnya secara terbuka di tengah musim lalu. Baru-baru ini, ia juga mengunggah sesuatu di media sosial yang dianggap sebagai sindiran terhadap sang pelatih.

Ketegangan semakin meningkat saat Salah secara terbuka mempertanyakan arah proyek Liverpool untuk musim depan. Beberapa laporan menyebutkan bahwa unggahan Salah mendapatkan dukungan dari sejumlah rekan setim di ruang ganti. Kondisi ini membuat suasana internal tim semakin tidak stabil.

Saat ini, Slot berada dalam posisi yang sulit, karena ia memerlukan kontribusi Salah untuk membantu Liverpool meraih tiket ke Liga Champions. Selain itu, Slot juga tampaknya mengalami masalah dengan Curtis Jones, gelandang serba bisa Liverpool, yang akhirnya harus diparkir dalam beberapa pertandingan. Situasi ini menunjukkan bahwa tantangan yang dihadapi Liverpool tidak hanya berasal dari lawan di lapangan, tetapi juga dari dinamika internal tim.

3. Penurunan Kinerja Pilar Tim

Musim ini, performa Mohamed Salah mengalami penurunan dibandingkan dengan standar tinggi yang biasa ia tunjukkan saat membela Liverpool. Meskipun ia masih berhasil mencetak 12 gol dan memberikan sembilan assist, kontribusinya dianggap tidak lagi sekuat seperti di musim-musim sebelumnya.

Selain itu, produktivitas lini depan Liverpool juga mengalami penurunan yang signifikan. Tim asuhan Arne Slot sering kali kesulitan dalam membongkar pertahanan lawan dan kehilangan kreativitas ketika berhadapan dengan tim yang bermain defensif.

Pada musim lalu, Salah menunjukkan performa yang sangat mengesankan dan menjadi salah satu faktor utama keberhasilan Liverpool meraih gelar juara Premier League. Selain Salah, beberapa pemain senior lainnya seperti Alexis Mac Allister, Virgil van Dijk, dan Ibrahima Konate juga menunjukkan penampilan yang tidak konsisten sepanjang musim ini.

Penurunan performa dari beberapa pilar utama ini menyebabkan Liverpool kehilangan stabilitas yang sebelumnya menjadi kekuatan mereka dalam meraih gelar Premier League. Hanya beberapa pemain seperti Dominik Szoboszlai dan Hugo Ekitike yang dapat dianggap tampil cukup stabil di musim ini.

Namun, meskipun mereka menunjukkan performa individu yang baik, hal itu masih belum cukup untuk menyelamatkan Liverpool dari keterpurukan yang sedang dialami.

4. Rapuhnya Pertahanan Liverpool

Permasalahan yang paling mencolok bagi Liverpool pada musim ini terletak di sektor pertahanan. The Reds telah kebobolan lebih dari 50 gol di Premier League musim ini, yang mencatatkan rekor terburuk bagi klub dalam format 38 pertandingan.

Pertahanan Liverpool tampak kehilangan koordinasi dan agresivitas yang diperlukan. Mereka sering kali mudah ditembus oleh lawan, terutama saat menghadapi serangan balik serta situasi bola mati.

Keadaan ini semakin diperburuk oleh ketidakstabilan performa beberapa bek inti, termasuk Virgil van Dijk. Liverpool telah kehilangan poin dalam beberapa pertandingan penting akibat kegagalan mereka untuk mempertahankan keunggulan.

Kerapuhan di lini belakang ini membuat Liverpool kesulitan dalam menjaga momentum kemenangan. Statistik kebobolan yang tinggi menjadi salah satu faktor utama yang menyebabkan The Reds kini tertinggal jauh dalam persaingan untuk meraih gelar juara.

5. Perombakan Skuad Juara

Liverpool telah menunjukkan keaktifan dalam melakukan perubahan pada skuad mereka demi menjaga posisi dominan di liga. Namun, banyak keputusan transfer yang diambil musim ini ternyata tidak memberikan pengaruh signifikan di lapangan. Kehilangan beberapa pemain kunci telah menyebabkan penurunan drastis dalam performa serta kedalaman skuad Liverpool.

Sebagai contoh, kepergian Luis Diaz, Darwin Nunez, dan Trent Alexander-Arnold menjadi faktor penting. Hilangnya Diaz mengakibatkan Liverpool kehilangan daya serang di lini depan, terutama dari sisi sayap kiri, di mana pelapisnya, Cody Gakpo, juga mengalami penurunan performa. Sementara itu, kepergian Nunez membuat The Reds kehilangan pemain yang aktif dalam melakukan pressing dan bersedia berkorban untuk Mohamed Salah.

Trent Alexander-Arnold juga menjadi kehilangan besar bagi Liverpool. The Reds merindukan umpan-umpan brilian dari bek kanan ini, yang sering kali menjadi awal dari serangan mematikan ke pertahanan lawan, serta kontribusinya dalam situasi bola mati.

Di sisi lain, beberapa pemain baru yang direkrut belum mampu beradaptasi dengan cepat terhadap tekanan yang ada di Premier League. Jeremie Frimpong jelas bukan pengganti yang sepadan untuk Trent, dan Milos Kerkez juga belum siap untuk mengisi posisi Andy Robertson secara reguler.

Hanya Hugo Ekitike dan Florian Wirtz yang menunjukkan performa menjanjikan, sementara Alexander Isak kurang beruntung karena masalah cedera dan kebugaran. Sayangnya, Ekitike juga harus menghadapi nasib buruk dengan cedera parah yang membuatnya absen hingga akhir musim.

6. Tragedi Diogo Jota

Musim Liverpool diwarnai dengan tragedi yang mendalam setelah Diogo Jota meninggal dunia akibat kecelakaan mobil di Spanyol pada Juli 2025. Kejadian tragis ini memberikan dampak emosional yang besar bagi seluruh anggota tim Liverpool.

Arne Slot, pelatih Liverpool, menyatakan bahwa kehilangan Jota merupakan duka yang mendalam bagi seluruh klub. Ia menjelaskan bahwa Jota bukan hanya seorang pemain kunci, tetapi juga sosok yang sangat dihormati dan dicintai oleh semua orang di ruang ganti.

“Kami benar-benar sangat terpukul. Diogo bukan hanya pemain kami, ia adalah sosok yang dicintai semua orang di klub,” ujar Slot.

Tragedi ini diyakini berpengaruh pada kondisi mental para pemain sepanjang musim, membuat Liverpool tampak kehilangan semangat dan energi yang selama ini menjadi ciri khas mereka dalam bertanding.

 

Sumber: Dimas Ardi Prasetya (Bola.net)

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Halaman
Show All
Harley IkhsanTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan