Jaring Bibit Baru Bulu Tangkis Lewat Festival SenengMinton 2026 di 5 Kota

PBSI Jateng puas dengan penyelenggaraan Festival SenengMinton 2026 kota pertama di Purwokerto. Antusiasmenya begitu tinggi.

OlehThomas
Diterbitkan 30 April 2026, 22:28 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Menurunnya prestasi bulu tangkis Indonesia membuat pencarian bibit baru terus digencarkan. Bakti Olahraga Djarum Foundation bersama Pengurus Provinsi (Pengprov) PBSI Jawa Tengah kembali menggelar Festival SenengMinton 2026.

Kota Purwokerto menjadi pembuka MilkLife Festival SenengMinton 2026 pada 30 April 2026 di Sasana Krida GOR Satria. Festival SenengMinton 2026 akan berlanjut di empat kota lainnya yakni Magelang (24 September), Solo (1 Oktober), Semarang (28 Oktober), dan Kudus (31 Oktober–1 November).

Program Director Bakti Olahraga Djarum Foundation, Yoppy Rosimin mengungkapkan penyelenggaraan MilkLife Festival SenengMinton 2026 merupakan sebuah komitmen untuk menanamkan nilai sportivitas sekaligus membangun fondasi rasa cinta terhadap olahraga bulu tangkis sejak dini.

Melalui permainan yang didesain menyenangkan dan interaktif, diyakini mampu membuka jalan untuk proses pembibitan atlet secara terstruktur dan sistematis, sehingga nantinya menjadi salah satu penggerak roda regenerasi pebulutangkis handal Indonesia.

"Melalui MilkLife Festival SenengMinton 2026 kami ingin memberikan pengalaman yang menggembirakan sekaligus memotivasi siswa untuk menekuni bulutangkis. Kami percaya atlet yang hebat dan berprestasi berawal dari rasa senang saat melakoni suatu olahraga. Dengan demikian diharapkan Indonesia akan memiliki generasi penerus atlet badminton yang kompetitif dan membanggakan bangsa," ujar Yoppy.

Antusiasme Siswa di Purwokerto

Wakil Ketua Pengprov PBSI Jawa Tengah, Yuni Kartika mengapresiasi antusiasme para siswa serta sekolah yang ikut berpartisipasi dalam perlombaan tepok bulu tersebut. Yuni menegaskan pentingnya konsistensi membangun pondasi ekosistem bulutangkis dari level grassroot. Hal ini akan berdampak signifikan terhadap prestasi di level atas, sehingga semakin luas basis partisipasi peserta akan selaras dengan peluang munculnya talenta-talenta unggul.

“Dimulai dari kota seperti Purwokerto, kami melihat adanya perluasan jangkauan pembinaan ke daerah-daerah yang sebelumnya belum tersentuh secara optimal. Konsistensi ini penting karena pengenalan olahraga sejak usia dini tidak bisa dilakukan secara instan, melainkan membutuhkan kesinambungan agar minat dapat tumbuh menjadi bakat, dan bakat berkembang menjadi prestasi. Dari sini, ekosistem pembinaan menjadi lebih terstruktur, mulai dari pengenalan, pembinaan dasar, hingga ke jenjang kompetitif,” ucap Yuni dilansir Antara.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Lanjut Baca:

Dengan tuaian animo positif dari peserta MilkLife Festival SenengMinton 2026, Pengprov PBSI Jawa Tengah akan memperkuat jalur pembinaan lanjutan sehingga potensi atlet dapat diakomodir dan dibina lebih lebih lanjut. Dalam jangka panjang, langkah tersebut dapat memperkuat jalur prestasi atlet menuju level provinsi, nasional hingga internasional. “Ini mencakup pemetaan potensi atlet usia dini, peningkatan kualitas pelatih di daerah, serta penguatan klub-klub sebagai wadah pembinaan. Selain itu, kami juga akan mendorong lebih banyak kompetisi berjenjang agar peserta yang sudah tertarik memiliki ruang untuk berkembang dan mengukur kemampuan. Kolaborasi dengan sekolah dan klub-klub setempat juga akan terus ditingkatkan agar pembinaan bisa berjalan berkesinambungan,” jelas Yuni.

Halaman
Show All
ThomasTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan