Sukses di Red Bull Rookies Cup 2026, Kiandra Ramadhipa Ungkap Peran Vital Mario Aji dan Veda Ega Pratama

Pembalap muda Kiandra Ramadhipa meraih kemenangan dramatis di Red Bull Rookies Cup 2026. Ia mengungkap pentingnya sosok Mario Aji dan Veda Ega Pratama.

OlehThomas
Diterbitkan 30 April 2026, 14:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Kemenangan dramatis ini tidak hanya menjadi yang pertama bagi Kiandra di ajang bergengsi tersebut, tetapi juga memperbaiki hasil balapannya di Race 1 yang sebelumnya finis di posisi ketujuh. Tambahan 25 poin dari podium tertinggi ini secara signifikan mendongkrak posisinya di klasemen sementara. Kini, Kiandra Ramadhipa menempati peringkat kedua dengan total 34 poin, hanya terpaut 7 angka dari pembalap Spanyol, Benat Fernandez.

Target Kiandra Ramadhipa untuk musim 2026 sangat jelas, yaitu finis di posisi tiga besar klasemen Rookies Cup. Pencapaian ini bukan sekadar ambisi pribadi, melainkan juga merupakan jembatan penting untuk melangkah ke jenjang balap yang lebih tinggi, yakni Moto3 pada tahun 2027. Dengan performa yang terus meningkat dan dukungan penuh, harapan untuk melihat Kiandra di Moto3 semakin terbuka lebar.

Mario Aji dan Veda Ega Pratama: Mentor dan Motivator Utama

Kiandra Ramadhipa tidak sungkan mengakui betapa vitalnya peran Mario Aji dan Veda Ega Pratama dalam perjalanan karier balapnya. Mario Aji, yang saat ini berkompetisi di Moto2, selalu memberikan semangat dan motivasi yang tak ternilai bagi Kiandra. Kiandra merasa sangat dekat dengan Mario dan ingin belajar banyak dari pengalamannya yang lebih luas serta perilakunya yang kuat di lintasan.

Selain Mario, Veda Ega Pratama juga menjadi sosok penting sebagai sumber informasi, terutama mengenai sirkuit-sirkuit yang belum pernah Kiandra jajal. Kiandra secara khusus meminta masukan dari mereka, misalnya tentang Sirkuit Assen di Belanda, untuk mempersiapkan diri secara optimal. Pengalaman kedua seniornya ini sangat berharga dalam membantu Kiandra beradaptasi dengan atmosfer kompetisi internasional yang ketat.

Kiandra menegaskan bahwa "ilmu tidak ada batasnya," sebuah filosofi yang mendorongnya untuk terus bertanya dan meminta pendapat guna meningkatkan performa di setiap sesi balapan, bahkan di sirkuit yang sudah dikenalnya. Kedekatan dan solidaritas antara Kiandra, Mario, dan Veda juga sangat terlihat. Ketiganya merupakan binaan Astra Honda Motor yang telah berjuang bersama di Eropa, mengharumkan nama Indonesia. Momen hangat saat Mario dan Veda menyambut Kiandra dengan pelukan di parc ferme setelah kemenangannya di Jerez menjadi bukti kuat ikatan persaudaraan mereka.

 "Bagi saya tahun ini ada di Assen, sepertinya itu saja. Tentunya karena Veda atau Mario sudah balap di sana, saya harus punya informasi dari mereka. Saya harus dapat informasi yang cukup dari mereka," tuturnya.

"Tentunya saya harus bertanya karena ilmu nggak ada batasnya. Jadi, saya harus tetap bertanya maupun di sirkuit yang saya sudah tahu pun saya minta pendapat atau untuk lebih baik di sesi selanjutnya," tutup Kiandra.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Halaman
Show All
ThomasTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan