Momen Unik Piala Dunia: Air Mata Paul Gascoigne di Italia 1990

Kenang momen ikonik Paul Gascoigne menangis di semifinal Piala Dunia 1990.

Diterbitkan 30 April 2026, 22:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Reaksi dari Bangku Cadangan dan Lapangan

Manajer Inggris saat itu, Bobby Robson, merasakan kepedihan yang mendalam saat melihat kartu kuning diberikan kepada Gascoigne. Robson menyatakan bahwa hatinya tenggelam karena ia tahu Gascoigne akan absen di final, menyebutnya sebagai tragedi bagi Gascoigne, tim, negara, dan sepak bola itu sendiri. Robson juga menduga bahwa bangku cadangan Jerman menekan wasit untuk memberikan kartu, meskipun ia mengakui tekel Gascoigne adalah pelanggaran.

Gary Lineker, rekan setim Gascoigne, juga menyaksikan momen tersebut dengan jelas. Ia melihat bibir bawah Gascoigne mulai bergetar dan segera memberi tahu Bobby Robson untuk "mengawasi Gazza". Lineker kemudian menyatakan bahwa dari semua momen dalam karirnya, orang paling sering bertanya kepadanya tentang saat Gascoigne mendapat kartu kuning di semifinal itu, menunjukkan dampak abadi insiden tersebut.

Namun, wasit pertandingan asal Brasil, José Roberto Wright, memiliki pandangan berbeda. Ia menegaskan bahwa tidak ada kontroversi dalam keputusannya. Menurut Wright, Gascoigne melakukan tekel dari belakang, yang merupakan pelanggaran yang layak diganjar kartu. Wright menambahkan bahwa tugasnya adalah menerapkan aturan permainan, terlepas dari apakah Gascoigne sudah memiliki kartu kuning sebelumnya atau tidak.

Kontroversi dan Perbandingan Emosi di Piala Dunia

Peristiwa ini sering dibandingkan dengan reaksi Michael Ballack yang juga mendapat kartu kuning yang membuatnya absen di final Piala Dunia 2002. Berbeda dengan Gascoigne yang tidak berkontribusi setelah insiden tersebut, Ballack mencetak gol kemenangan timnya hanya empat menit setelah mendapat kartu kuning, menunjukkan perbedaan karakter dan mentalitas dalam menghadapi tekanan.

Bertahun-tahun kemudian, Gascoigne masih menyimpan kekesalan terhadap Thomas Berthold, menuduhnya melakukan diving untuk membuatnya mendapat kartu. Dalam sebuah wawancara tahun 2002, Gascoigne bahkan menyebut Berthold dengan kata-kata kasar, mengungkapkan betapa mendalamnya rasa frustrasi yang masih ia rasakan atas insiden yang merenggut mimpinya bermain di final Piala Dunia.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Halaman
Show All
Harley IkhsanTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan