Profil Timnas Selandia Baru di Piala Dunia 2026: Ambisi Wakil Oseania Mengguncang Amerika Utara

Di Piala Dunia 2026, Timnas Selandia Baru bertekad untuk menghapus label "tim penggembira" dan berusaha membuat kejutan.

Diterbitkan 20 April 2026, 20:36 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Tergabung dalam Grup B pada putaran kedua Kualifikasi Piala Dunia 2026, Selandia Baru menghadapi tim-tim seperti Tahiti, Vanuatu, dan Samoa. Dalam tiga pertandingan yang mereka jalani, The All Whites berhasil meraih kemenangan penuh, mencetak total 19 gol dan hanya kebobolan satu gol.

Pada laga pertama, mereka mengalahkan Tahiti dengan skor 3-0, kemudian menang telak 8-1 atas Vanuatu, dan menutup dengan pesta gol delapan tanpa balas melawan Samoa. Hasil-hasil tersebut membuat Timnas Selandia Baru melaju ke putaran ketiga dengan status sebagai pemuncak Grup B.

Di putaran ketiga, mereka bertemu dengan Fiji di semifinal dan tanpa ampun, Selandia Baru menghancurkan Fiji dengan skor 7-0. Dominasi Timnas Selandia Baru berlanjut ketika mereka bertanding melawan Kaledonia Baru di final putaran ketiga. Pertandingan berlangsung di Eden Park, Auckland, pada 24 Maret 2025, di mana Selandia Baru berhasil meraih kemenangan 3-0 atas Kaledonia Baru, sekaligus mendapatkan tiket untuk melanjutkan ke putaran final Piala Dunia 2026.

Keberhasilan Selandia Baru yang dominan dan tanpa cela dalam kualifikasi Piala Dunia 2026 zona OFC bukan hanya disebabkan oleh keberuntungan dari format baru, tetapi juga merupakan hasil dari konsistensi performa yang ditunjukkan sepanjang siklus kualifikasi.

Rapor Selandia Baru di Piala Dunia

Selandia Baru memiliki perjalanan yang menarik dalam sejarah Piala Dunia. Meskipun mereka baru tampil dua kali di putaran final sebelum edisi 2026, setiap penampilan mereka meninggalkan kesan yang mendalam bagi para penggemar.

Piala Dunia 1982 yang berlangsung di Spanyol merupakan penampilan perdana Timnas Selandia Baru di turnamen akbar sepak bola tersebut. Sayangnya, pada kesempatan tersebut, mereka tidak mampu berbuat banyak dan menjadi bulan-bulanan tim-tim lainnya. Dengan tergabung di Grup 6 yang diisi oleh tim-tim besar seperti Brasil, Uni Soviet, dan Skotlandia, Selandia Baru mengalami kekalahan dalam semua tiga pertandingan yang mereka jalani, kebobolan 12 gol dan hanya mampu mencetak dua gol.

Di Piala Dunia 2010 yang berlangsung di Afrika Selatan, Timnas Selandia Baru mencatatkan pencapaian yang sangat bersejarah. Mereka tergabung dalam Grup F dan berhadapan dengan Paraguay, Slovakia, serta Italia. Meskipun hanya mampu menempati peringkat ketiga di fase grup dan tidak berhasil lolos ke babak 16 besar, mereka mencatatkan tiga hasil imbang yang sangat berarti.

Satu di antaranya adalah menahan Timnas Italia yang berstatus juara bertahan, dengan skor 1-1. Catatan tiga hasil imbang ini menjadi momen bersejarah bagi Timnas Selandia Baru, karena mereka menjadi satu-satunya tim yang tidak mengalami kekalahan di sepanjang turnamen. Bahkan, Timnas Spanyol yang akhirnya menjadi juara pun mencatatkan satu kekalahan di fase grup.

Pelatih Selandia Baru: Darren Bazeley

Di balik pencapaian luar biasa yang diraih oleh Selandia Baru saat ini, terdapat sosok Darren Bazeley yang memiliki peranan penting. Pelatih asal Inggris ini sudah tidak asing lagi dalam dunia sepak bola Selandia Baru.

Setelah menghabiskan waktu bertahun-tahun melatih Timnas Selandia Baru di berbagai kelompok umur, mulai dari U-17, U-20, hingga U-23 antara tahun 2011 hingga 2022, Bazeley akhirnya ditunjuk sebagai pelatih kepala tim senior pada November 2022. Dia memiliki pemahaman yang mendalam mengenai sepak bola di Negeri Kiwi, yang membuatnya semakin dihormati di kalangan para penggemar dan pemain.

Bazeley dikenal sebagai pelatih yang memiliki pendekatan pragmatis namun tetap fleksibel. Dia tidak ragu untuk menerapkan formasi 4-3-3 yang menyerang ketika menghadapi lawan yang seimbang, tetapi juga mampu mengadopsi strategi dengan lima bek ketika berhadapan dengan tim yang lebih kuat. Keahlian utamanya terletak pada kemampuannya dalam menciptakan sinergi antara pemain senior yang berpengalaman, seperti Kosta Barbarouse, dengan talenta-talenta muda yang dia kembangkan dari tim junior.

Bazeley menanamkan rasa percaya diri kepada tim, mendorong mereka untuk bermain lebih proaktif dan tidak hanya menunggu kesalahan dari lawan. Hal ini terlihat jelas pada pertandingan terakhir mereka, yakni di FIFA Series 2026.

Pada laga melawan Timnas Chile di Eden Park pada 30 Maret lalu, Selandia Baru menunjukkan performa yang mengesankan dengan meraih kemenangan telak 4-1. Ini adalah bukti nyata bahwa strategi dan pendekatan yang diterapkan oleh Bazeley membuahkan hasil yang positif. 

Bintang Timnas Selandia Baru: Elijah Just

Kosta Barbarouses bisa dianggap sebagai meriam di lini depan, sementara Elijah Just berfungsi sebagai sumbu yang menyala. Pemain sayap yang saat ini bermain di klub Skotlandia, Motherwell, telah menjadi inti dari permainan The All Whites. Elijah Just memiliki karakteristik yang cukup unik di antara pemain Selandia Baru lainnya.

Di usia 25 tahun, ia dikenal sangat lincah, memiliki kontrol bola yang baik dalam jarak dekat, serta pandangan permainan yang tajam. Ia adalah tipe pemain yang mampu mengubah jalannya pertandingan melalui aksi individu yang memukau atau umpan-umpan terobosan yang tak terduga.

Just tidak hanya terpaku pada posisi sayap, melainkan sering melakukan cut-inside untuk melepaskan tembakan atau menciptakan ruang bagi rekan-rekannya. Di Piala Dunia 2026 mendatang, perannya akan sangat penting. Ketika tim lawan berusaha untuk menghentikan pergerakan Barbarouses, Just akan menjadi sosok yang memanfaatkan setiap celah yang ada.

Keberaniannya untuk melakukan dribel satu lawan satu menjadi salah satu senjata utama Selandia Baru dalam menghadapi kebuntuan. Dengan 42 caps dan sembilan gol dalam laga internasional, ia mencerminkan wajah baru sepak bola Selandia Baru yang lebih teknis dan dinamis.

Skuad Timnas Selandia Baru

Berikut skuad Selandia Baru pada FIFA Matchday terakhir yang berlngsung Maret silam. Kiper yang terdaftar dalam skuad adalah Max Crocombe dari Millwall, Alex Paulsen yang bermain untuk Lechia Gdansk, dan Michael Woud dari Auckland FC.

Untuk posisi pemain belakang, terdapat nama-nama seperti Tim Payne dari Wellington Phoenix, Francis de Vries dari Auckland FC, Tyler Bindon yang bermain untuk Sheffield United, serta James McGarry dari Brisbane Roar. Selain itu, Finn Surman dari Portland Timbers, Bill Tuiloma dari Wellington Phoenix, dan Callan Elliot dari Auckland FC juga masuk dalam daftar ini.

Di lini tengah, Timnas Selandia Baru memiliki Joe Bell dari Viking, Marko Stamenic yang bermain untuk Swansea City, serta Lachlan Bayliss dari Newcastle Jets. Selain itu, ada Elijah Just dari Motherwell, Alex Rufer dari Wellington Phoenix, Ben Old dari Saint-Etienne, Callum McCowatt dari Silkeborg, dan Ryan Thomas dari PEC Zwolle. Semua pemain ini diharapkan dapat memberikan kontribusi yang signifikan dalam pertandingan mendatang.

Untuk posisi pemain depan, ada Logan Rogerson dari Auckland FC, Jesse Randall yang juga berasal dari Auckland FC, serta Kosta Barbarouses dari Western Sydney Wanderers. Tidak ketinggalan, Ben Waine dari Port Vale dan Andre de Jong yang bermain untuk Orlando Pirates juga termasuk dalam daftar ini. 

Jadwal Selandia Baru di Piala Dunia 2026

16 Juni 2026

08.00 WIB: Iran vs Selandia Baru

22 Juni 2026

08.00 WIB: Selandia Baru vs Mesir

27 Juni 2026

10.00 WIB: Selandia Baru vs Belgia

Prediksi Timnas Selandia Baru di Piala Dunia 2026

Menuju ke putaran final Piala Dunia 2026, Selandia Baru berada dalam situasi yang menarik. Dengan adanya format 48 tim, kesempatan mereka untuk melangkah ke fase knockout (32 besar) lebih terbuka dibandingkan dengan edisi-edisi sebelumnya.

Meskipun berada di Grup G bersama Belgia, Mesir, dan Iran, Selandia Baru memiliki peluang untuk lolos ke 32 besar sebagai salah satu dari delapan tim peringkat ketiga terbaik. Jika skenario ini terwujud, mereka akan menghadapi pemuncak Grup B atau Grup I.

Bagi Selandia Baru, Piala Dunia 2026 merupakan ajang untuk membuktikan diri. Mereka tidak lagi dianggap sebagai tim yang lolos karena keberuntungan akibat absennya Australia di Oseania, melainkan tim yang memang pantas melaju berkat evolusi taktik dan munculnya generasi berbakat seperti Elijah Just.

Ekspektasi publik tentunya berharap agar The All Whites bisa meraih kemenangan pertama mereka di putaran final Piala Dunia. Dengan mempertahankan disiplin seperti pada Piala Dunia 2010 dan menambahkan sedikit keberanian dalam menyerang, bukan hal yang mustahil bagi Selandia Baru untuk menjadi kejutan terbesar di Amerika Utara.

Satu hal yang pasti, Selandia Baru datang dengan semangat tinggi, siap untuk menantang dunia, dan membuktikan bahwa sepak bola dari ujung selatan bumi memiliki kemampuan yang cukup kuat untuk melukai tim-tim besar mana pun.

 

Sumber: Rizki Hidayat (Bola.com)

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Halaman
Show All
Harley IkhsanTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan