Profil Timnas Swiss di Piala Dunia 2026: Konsistensi Jadi Bekal Mengejar Tiket 8 Besar

Analisis Timnas Swiss di Piala Dunia 2026 mencakup sejarah, pelatih, pemain kunci, serta potensi mereka dalam kompetisi tersebut.

Diterbitkan 10 April 2026, 21:42 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Meskipun belum dapat mengulangi pencapaian tersebut di era modern, konsistensi tim nasional Swiss tetap dapat terlihat. Sejak tahun 1994, mereka telah mencapai babak 16 besar dalam lima dari enam partisipasi terakhir mereka.

Catatan ini menunjukkan bahwa Swiss selalu menjadi tim yang sulit dikalahkan di fase awal turnamen. Namun, sayangnya, mereka sering kali tersingkir dengan cara yang menyakitkan, seperti melalui adu penalti atau kekalahan tipis.

Hal ini menambah warna dalam perjalanan mereka di Piala Dunia, di mana setiap pertandingan menjadi tantangan tersendiri. Dengan sejarah yang panjang dan prestasi yang mengesankan, Swiss tetap menjadi tim yang patut diperhitungkan dalam setiap edisi turnamen ini.

Pelatih Timnas Swiss: Murat Yakin

Murat Yakin mulai menjabat sebagai pelatih Timnas Swiss pada tahun 2021, menggantikan posisi yang sebelumnya diisi oleh Vladimir Petkovic. Dengan latar belakang sebagai mantan pemain tim nasional, Yakin memiliki pemahaman mendalam tentang karakteristik sepak bola Swiss.

Karir kepelatihannya dimulai pada tahun 2006, di mana ia melatih berbagai klub lokal yang membantunya mengembangkan pendekatan taktik yang berfokus pada disiplin serta organisasi permainan. Di bawah kepemimpinannya, tim nasional Swiss menunjukkan performa yang solid di Piala Dunia 2022, meskipun mereka harus menghadapi kekalahan telak 1-6 dari Portugal di babak 16 besar, yang menjadi momen evaluasi penting bagi tim.

Dalam ajang Euro 2024, Yakin berhasil membawa Swiss melaju hingga perempat final dengan mengalahkan Italia. Sayangnya, mereka harus tersingkir setelah kalah dalam adu penalti melawan Inggris dalam pertandingan yang sangat ketat dan menegangkan.

Bintang Timnas Swiss: Granit Xhaka

Kapten Granit Xhaka memegang peranan yang sangat penting dalam tim nasional Swiss. Di usia 33 tahun, Xhaka telah menjadi sosok kunci baik di dalam maupun di luar lapangan. Ia memiliki pengalaman yang luas di level tertinggi, bermain untuk klub-klub besar seperti Arsenal dan Bayer Leverkusen.

Pada musim 2025/26, ia menunjukkan performa yang mengesankan saat berseragam Sunderland di Premier League. Sebagai seorang gelandang, Xhaka tidak hanya bertugas mengatur tempo permainan, tetapi juga berfungsi sebagai pemimpin bagi rekan-rekannya di lapangan.

Dengan catatan sebagai pemain dengan jumlah caps terbanyak dalam sejarah Timnas Swiss, pengalaman Xhaka sangat berharga. Ia telah berpartisipasi dalam tiga edisi Piala Dunia sebelumnya, yang memberikan keuntungan tersendiri bagi timnya.

Dengan semua pengalaman dan kemampuan yang dimilikinya, Xhaka diharapkan dapat membawa Swiss meraih hasil terbaik di turnamen mendatang.

Skuad Timnas Swiss

Pemain-pemain yang terpilih untuk membela Timnas Swiss dalam pertandingan persahabatan melawan Jerman dan Norwegia pada bulan Maret 2026 berisi pemain berpengalaman. Di posisi kiper, terdapat nama-nama seperti Gregor Kobel dari Borussia Dortmund, Yvon Mvogo yang bermain untuk Lorient, dan Marvin Keller dari Young Boys.

Untuk posisi belakang, pelatih telah memanggil Miro Muheim dari Hamburger SV, Silvan Widmer yang bermain di Mainz 05, Nico Elvedi dari Borussia Monchengladbach, Manuel Akanji yang membela Inter Milan, serta Ricardo Rodriguez dari Real Betis. Selain itu, ada juga Eray Comert dari Valencia, Luca Jaquez dari VfB Stuttgart, dan Aurele Amenda yang bermain untuk Eintracht Frankfurt.

Sementara itu, di lini tengah, beberapa pemain yang dipanggil termasuk Denis Zakaria dari AS Monaco, Remo Freuler yang bermain di Bologna, Johan Manzambi dari SC Freiburg, Granit Xhaka dari Sunderland, dan Ardon Jashari yang membela AC Milan. Selain mereka, Djibril Sow dari Sevilla, Vincent Sierro yang bermain untuk Al-Shabab, Alvyn Sanches dari Young Boys, Michel Aebischer dari Pisa, serta Fabian Rieder dari FC Augsburg dan Joel Monteiro dari Young Boys juga masuk dalam daftar.

Di sektor depan, terdapat Breel Embolo dari Rennes, Dan Ndoye yang bermain untuk Nottingham Forest, Ruben Vargas dari Sevilla, serta Noah Okafor yang membela Leeds United. Komposisi ini diperkirakan tidak banyak berubah pada Piala Dunia mendatang.

Jadwal Timnas Swiss di Piala Dunia 2026

14 Juni 2026

02.00 WIB: Qatar vs Swiss

19 Juni 2026

02.00 WIB: Swiss vs Bosnia dan Herzegovina

25 Juni 2026

02.00 WIB: Swiss vs Kanada

Prediksi Timnas Swiss di Piala Dunia 2026

Piala Dunia 2026 memberikan kesempatan yang signifikan bagi Swiss untuk melampaui hasil yang telah diraih sebelumnya. Dengan komposisi skuad yang lebih berpengalaman, mereka memiliki dasar yang kokoh untuk bersaing dengan tim-tim papan atas.

Pendekatan taktik yang diterapkan oleh Murat Yakin memberikan Swiss karakter permainan yang tegas. Mereka menunjukkan kemampuan untuk bertahan dengan baik dan juga dapat memanfaatkan peluang serangan balik dengan sangat efektif.

Selain itu, mentalitas tim Swiss semakin berkembang berkat pengalaman yang didapat dari berbagai turnamen besar. Hal ini menjadi aset berharga dalam menghadapi tekanan yang biasanya muncul di fase gugur kompetisi.

Apabila mereka dapat mempertahankan konsistensi dan meningkatkan daya serang, Swiss memiliki peluang besar untuk mengejutkan banyak pihak. Tidak sedikit tim unggulan yang merasa enggan untuk bertemu dengan Swiss di Piala Dunia 2026.

 

Sumber: Gia Yuda Pradana (Bola.net)

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Halaman
Show All
Harley IkhsanTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan