Misi Lamine Yamal di Barcelona: Menjaga Performa Puncak Saat Ibadah Puasa

Lamine Yamal hadapi tantangan fisik berat di Barcelona. Ia harus tampil penuh dalam empat laga sore La Liga saat menjalankan ibadah puasa Ramadan tanpa asupan.

Diterbitkan 22 Februari 2026, 08:26 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Ramadan kali ini menjadi tantangan fisik yang signifikan bagi Lamine Yamal di Barcelona. Pemain muda tersebut tetap menjadi tumpuan utama pelatih Hansi Flick dalam empat pertandingan La Liga secara beruntun.

Seluruh rangkaian pertandingan tersebut dijadwalkan memulai sepak mula pada pukul 16.15 waktu setempat. Pada jam tersebut, matahari masih bersinar terang dan waktu untuk berbuka puasa belum tiba.

Kondisi ini mengharuskan Lamine Yamal menjalani seluruh rangkaian pemanasan hingga pertandingan tuntas tanpa konsumsi makanan maupun minuman. Diperlukan manajemen fisik yang sangat presisi agar performanya di lapangan tidak mengalami penurunan.

Tantangan Fisik di Lapangan Sore Hari

Bermain sepak bola dengan intensitas tinggi pada sore hari memperbesar risiko dehidrasi serta kelelahan ekstrem. Ancaman cedera dan kram otot juga menghantui ketika tubuh kekurangan cairan dalam durasi yang lama.

Berbeda dengan laga malam hari, jadwal sore tidak memberikan kesempatan bagi pemain untuk berbuka sebelum laga dimulai. Oleh karena itu, pemain harus sepenuhnya mengandalkan cadangan energi yang didapat saat sahur hingga peluit panjang dibunyikan.

Jadwal Padat dan Peran Vital di Tim

Konsistensi tinggi sangat dibutuhkan dalam empat laga mendatang melawan Levante, Villarreal, Athletic Club, dan Sevilla. Hansi Flick tetap memercayakan posisi starter kepada Lamine Yamal karena perannya yang sangat krusial dalam skema penyerangan tim.

Keputusan sang pelatih secara otomatis menambah beban fisik sekaligus mental bagi pemain remaja tersebut. Namun, pemberian tanggung jawab ini menjadi bukti bahwa pihak klub sangat meyakini kedisiplinan serta profesionalisme yang ia miliki.

Pengalaman Barcelona Menangani Pemain Muslim

Barcelona sebenarnya sudah memiliki pengalaman panjang dalam mendampingi pemain Muslim yang menjalankan puasa Ramadan. Nama-nama seperti Ousmane Dembele, Franck Kessie, hingga Ansu Fati pernah melewati fase serupa dengan dukungan medis khusus.

Staf kepelatihan beserta tim medis klub telah memahami bahwa pola latihan harus disesuaikan selama periode ini. Kendati demikian, program yang disiapkan tetap bersifat individual karena setiap pemain mempunyai kebutuhan fisik yang berbeda-beda.

Pihak klub juga telah menyusun menu makan malam dengan kandungan nutrisi tinggi guna menjaga ketersediaan energi pemain. Fokus utama dari asupan tersebut adalah protein, karbohidrat kompleks, serta mineral penting yang mendukung proses pemulihan tubuh.

 
 

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Lanjut Baca:

Chelsea Rombak Lini Depan, 3 Striker Terbuang

Richard Andreas LuturmasTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan
  • La Liga adalah liga sepak bola divisi tertinggi yang ada di Spanyol.
    La Liga merupakan sebuah liga sepak bola divisi tertinggi yang ada di Spanyol.
    La Liga
  • Barcelona adalah salah satu klub besar dunia yang bermain di La Liga Spanyol
    FC Barcelona adalah klub sepak bola Spanyol yang dikenal dengan dominasinya di kompetisi domestik dan Eropa, serta memiliki sejarah panjang dalam pengembangan talenta muda dan strategi transfer yang dinamis.
    Barcelona
  • Liga Spanyol
  • Lamine Yamal