Kala Juventus Kehilangan Ketenangan dan Insting Pembunuh di Depan Gawang

Juventus kehilangan ketenangan dan determinasi saat menghadapi Lazio, menurut Douglas Costa, setelah gagal memaksimalkan peluang dan hanya meraih hasil imbang.

Diterbitkan 10 Februari 2026, 13:10 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Juventus kehilangan dua poin penting saat bermain imbang 2-2 melawan Lazio pada laga Liga Italia akhir pekan kemarin. Juventus dinilai tidak menunjukkan ketenangan dan determinasi ketika berada di depan gawang lawan.

Bianconeri sebenarnya menguasai penguasaan bola dan menciptakan banyak peluang sepanjang pertandingan. Akan tetapi, efektivitas penyelesaian akhir menjadi masalah utama yang membuat keunggulan peluang tidak berubah menjadi kemenangan.

Lazio justru mampu mencetak dua gol cepat setelah jeda melalui Pedro dan Gustav Isaksen. Sementara itu, tuan rumah baru mampu menyamakan kedudukan lewat dua sundulan Weston McKennie dan Pierre Kalulu pada menit-menit akhir laga.

Kritik Douglas Costa soal Mentalitas Menyerang

Mantan pemain sayap klub Turin itu menilai para pemain kurang lapar gol ketika mendapatkan kesempatan emas. Ia menilai banyak tembakan dilepaskan tanpa perhitungan yang matang dan tidak menunjukkan insting pembunuh di kotak penalti.

“Mereka terlalu sering menembak tanpa ketegasan, seolah hanya melepaskan bola secara acak,” ujar Costa dalam sebuah wawancara. “Mereka memiliki delapan tembakan tepat sasaran, sementara Lazio hanya memiliki delapan tembakan total dan bisa mencetak dua gol.”

Costa menekankan bahwa ketajaman di depan gawang bukan hanya soal bakat, tapi juga kebiasaan yang dilatih setiap pekan. Ia menilai latihan menembak dengan intensitas tinggi harus menjadi perhatian utama jika ingin kembali kompetitif di papan atas.

2 Laga Berat Menunggu di Depan Mata

Juventus kini memasuki pekan krusial dengan agenda Derby d'Italia melawan Inter di San Siro. Laga tersebut akan menjadi ujian mental setelah hasil imbang yang mengecewakan melawan Lazio.

Setelah itu, tim asuhan Luciano Spalletti akan bertolak ke Istanbul untuk menghadapi Galatasaray pada leg pertama babak play-off Liga Champions. Pertandingan beruntun ini menuntut peningkatan efektivitas serangan jika ingin menjaga peluang di dua kompetisi besar.

Sumber: juvefc

Klasemen Serie A/Liga Italia

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Lanjut Baca:

Meksiko Tak Terbendung, Empat Laga Empat Kemenangan di Piala Dunia 2026

Gia Yuda PradanaTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan
  • Serie A adalah sebuah divisi tertinggi liga sepak bola di Italia
    Serie A adalah sebuah divisi tertinggi liga sepak bola di Italia
    Serie A
  • Serie-A adalah kasta tertinggi liga sepakbola di Italia yang dimulai pada Agustus 2016
    Serie-A adalah kasta tertinggi liga sepakbola di Italia yang dimulai pada Agustus 2016
    Liga Italia
  • Juventus adalah klub sepakbola asal Italia
    Juventus Football Club S.p.A atau yang biasa dikenal dengan Juventus atau Juve adalah klub sepak bola profesional asal Italia.
    Juventus
  • Sebuah perkumpulan olahraga profesional Italia yang berbasis di Roma, Italia, terkenal dengan cabang sepak bolanya
    Sebuah perkumpulan olahraga profesional Italia yang berbasis di Roma, Italia, terkenal dengan cabang sepak bolanya
    Lazio
  • Douglas Costa adalah pemain sepakbola profesional Bayern Munich asal Brazil.
    Douglas Costa adalah pemain sepakbola profesional Bayern Munich asal Brazil.
    Douglas Costa