Timnas Indonesia Gagal di SEA Games 2025, Bung Towel Sentil Zainudin Amali dan Indra Sjafri

Bung Towel memberikan kritik pedas usai timnas Indonesia terhenti di fase grup SEA Games 2025.

OlehThomas
Diterbitkan 13 Desember 2025, 16:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Timnas Indonesia U-23 dipastikan gagal mempertahankan medali emas cabang olahraga sepak bola putra SEA Games 2025. Yang tragis, pasukan Indra Sjafri harus tersisih di fase grup. Indonesia tak mampu lolos ke semifinal karena kalah bersaing dengan Filipina.

Kepastian timnas Indonesia tersisih didapat usai cuma menang 3-1 atas Myanmar di laga terakhir fase grup. Hasil itu tak mampu membawa Indonesia menjadi runner-up terbaik. Malaysia yang merebutnya guna mendampingi Filipina, Thailand dan Vietnam ke babak semifinal.

Indonesia tak bisa lolos ke semifinal setelah di laga pertama kalah 0-1 dari Filipina. Kegagalan ini membuat Garuda Muda tak bisa memenuhi target yang dipasang waketum PSSI Zainudin Amali. Seperti diketahui Amali menargetkan Indonesia mempertahankan emas.

Pengamat sepak bola Tommy Welly alias Towel pun langsung menyentil Amali dan Indra Sjafri usai kegagalan di Thailand. Menurut Towel, performa timnas Indonesia sangat mengecewakan padahal digadang-gadang sebagai tim kuat di SEA Games 2025 dengan kehadiran empat pemain naturalisasi.

"Overall permainan jelek. Di awal banyak prediksi bahwa ini tim bagus dan kuat. Lalu mewah karena ada empat pemain naturalisasi. Saya paradoks ya, ini gagal," tegasnya

Kritik Pedas Towel

Menurut Towel, kegagalan ini berakar pada dua masalah Utama, kepelatihan dan favoritisme dalam pemilihan tim pelatih. Pada aspek kepelatihan, ia membandingkan durasi Training Center (TC) yang lebih lama dari tim lain, namun hasilnya justru mengecewakan.

"TC tim ini lebih lama ketimbang TC lain untuk AFF atau U23. Bahkan Sumardji, tim manajer bilang, ini suasana bagus, mirip era STY, tapi kenyataannya seperti ini. Flopnya jauh sekali," ungkapnya.

Towel secara terbuka mengkritisi taktik yang digunakan, terutama ketergantungan berlebihan pada satu strategi yang dianggapnya sebagai tanda keputusasaan.

"Saya kritisi cara main. Harus menang betul. Cuma jika selalu mengandalkan lemparan ke dalam itu tanda tidak punya akal dan cara. Berapa kali Robi Darwis lakukan itu? Saya pun tak tahu Robi Darwis main di bek kiri atau central? Ada kebingungan di Indra Sjafri."

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Lanjut Baca:

Pernyataan Zainuddin Amali yang memuji Indra Sjafri sebagai pelatih bertangan dingin dan mengedepankan sports science dibantah pun dipertanyakan. "Lalu Zainuddin Amali bilang Indra pelatih bagus, bertangan dingin, pendekatan sports science, bla.. bla sehingga target emas. Tapi itu semua hanya omong kosong. Saya pertanyakan pernyataan itu. Argumentasi Zainuddin Amali tidak ada satupun yang benar soal sepak bola." Towel menilai pemilihan Indra Sjafri bukan didasarkan pada mekanisme yang benar atau kompetensi, melainkan karena adanya faksi dan favoritisme di tubuh Timnas SEA Games 2025. "Timnas SEA Games 2025 itu faksinya Zainddin Amali sementara Amali tidak punya ruang lingkup sepa kbola. Dia memilih Indra Syafri karena favoritisme saja, sementara banyak pelatih lainnya yang bagus yang sudah lisensi pro. Tapi kenapa Indra Sjafri terus."

Halaman
Show All
ThomasTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan