Veda Ega dan Ramadhipa Ramadhipa Bidik Hasil Positif di Seri Penutup 2025

Veda Ega Pratama dan Muhammad Kiandra Ramadhipa turun di kelas masing-masing pada seri penutup 2025.

Diterbitkan 20 November 2025, 21:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Pembalap muda Astra Honda Racing Team (AHRT), Veda Ega Pratama dan Muhammad Kiandra Ramadhipa bertekad menutup musim 2025 dengan hasil gemilang di putaran terakhir JuniorGP dan European Talent Cup (ETC) di Sirkuit Ricardo Tormo, Valencia, 22-23 November.

Setelah tampil konsisten sepanjang musim, keduanya punya semangat yang sama, memberikan yang terbaik untuk mengharumkan nama Indonesia di ajang balap internasional.

Musim ini menjadi langkah besar bagi Veda. Pmbalap asal Gunungkidul itu mencatat enam finish top 10 berturut-turut, rekor terbaik AHRT di kelas JuniorGP. Dia juga menjadi pembalap Indonesia pertama yang dua kali beruntun start dari baris kedua grid. Konsistensi dan ketenangan Veda di lintasan membuatnya menjadi salah satu pembalap muda paling menjanjikan dari Asia.

Menghadapi putaran final musim JuniorGP, Veda mengincar podium. Dalam tiga balapan terakhir, dirinya meraih hasil impresif dan mendulang banyak poin bersama Honda NSF250RW. Momentum ini tentu membakar semangatnya untuk kembali mengukir sejarah dan membanggakan Tanah Air.

”Ini menjadi balapan terakhir saya tahun ini di JuniorGP, dan saya ingin menutupnya dengan cara terbaik,” ujar Veda. ”Kami sudah menjalani tes di Valencia pada pra-musim, jadi saya dan tim sudah punya dasar yang baik. Target saya jelas, tampil maksimal dan semoga bisa naik podium. Saya telah bekerja keras, baik di atas maupun di luar lintasan, dan sangat termotivasi untuk memberikan hasil terbaik bagi tim dan Indonesia,” imbuhnya.

Veda Ega Naik ke Moto3

Atas raihan 64 poin hingga saat ini, Veda sudah menjadi pembalap AHRT dengan poin terbanyak dalam satu musim JuniorGP. Bekal poin tersebut membuatnya bertengger di posisi ke-11 klasemen.

Veda masih punya dua balapan untuk mendulang poin dan berpotensi meraih hasil terbaik sepanjang sejarah pembalap Indonesia di kelas ini. Dia tentu juga ingin meninggalkan kesan bagus karena tahun depan dirinya sudah naik kelas ke Moto3 bersama Honda Team Asia.

Catatan Apik Kiandra Ramadhipa

Sementara itu, Kiandra Ramadhipa datang ke Valencia dengan modal besar. Pembalap belia asal Sleman, Yogyakarta ini baru saja menorehkan sejarah di European Talent Cup (ETC) Catalunya dengan kemenangan dramatis setelah start dari posisi ke-24. Rama menjadi pembalap Indonesia pertama yang berdiri di podium utama kejuaraan tersebut.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Lanjut Baca:

”Balapan di Barcelona benar-benar luar biasa dan tak terlupakan, tapi sekarang fokus saya ke Valencia. Kami pernah tes di sini pada awal tahun dan saya cukup nyaman. Jadi kami akan mencoba memanfaatkan data yang kami kumpulkan saat itu. Saya ingin menikmati balapan, menampilkan performa terbaik, tanpa kesalahan, dan mencoba berada di puncak lagi,” kata Rama. Mendapatkan 25 poin dari seri sebelumnya di di Catalonia membuatnya naik ke posisi ketiga klasemen keseluruhan dengan 129 angka. Ia hanya tertinggal 15 nilai dari posisi kedua.

Halaman
Show All
Harley IkhsanTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan