Permintaan Maaf dan Penyesalan Terbesar Gattuso
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5414657/original/041260400_1763342746-gennaro_gattuso_memberikan_arahan.jpg)
Keruntuhan mental setelah tampil solid di babak pertama menjadi penyesalan terbesar bagi sang pelatih. Strategi membangun serangan dari belakang yang awalnya rapi mendadak berantakan total. Para pemain terlihat berhenti melakukan pergerakan tanpa bola yang seharusnya dilakukan.
Gattuso secara jantan mengambil tanggung jawab penuh atas hasil memalukan di depan pendukung sendiri ini. Ia menyadari bahwa kemenangan seharusnya bisa menjadi modal penting untuk mendongkrak mentalitas tim. Sayangnya, Italia justru gagal total dan tampil memalukan saat menghadapi tekanan.
"Bahkan saat bermain dari lini belakang, itu benar-benar berbeda. Davide Frattesi tidak lagi bergerak melebar. Kami berhenti melakukan pergerakan yang benar. Itu adalah penyesalan terbesar," kata Gattuso.
"Kami meminta maaf kepada para penggemar dan bertanggung jawab. Ini adalah pertandingan yang sangat penting bagi saya hari ini, kami melawan tim yang kuat dan kemenangan bisa saja meningkatkan mentalitas kami untuk mengambil langkah selanjutnya. Kami gagal. Kami tidak boleh hancur dan dipermalukan seperti yang kami lakukan hari ini pada tanda-tanda kesulitan pertama," tegasnya.
Kekhawatiran Absen di Piala Dunia
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5414645/original/028219600_1763341655-italia.jpg)
Kekalahan ini memicu ketakutan nyata bahwa Italia berisiko gagal lolos ke Piala Dunia untuk ketiga kalinya secara beruntun. Gattuso mengakui kerapuhan mental skuadnya adalah masalah serius yang harus segera diatasi. Jeda internasional selama tiga bulan ke depan akan terasa sangat panjang bagi skuad Azzurri.
Mantan gelandang AC Milan itu merasa timnya benar-benar diberi pelajaran berharga oleh Norwegia di kandang sendiri. Ia sangat kesal melihat gawangnya kebobolan dengan cara yang terlalu mudah, terutama pada gol ketiga lawan. Menurutnya, tim sekelas Italia tidak boleh membiarkan lawan membalikkan keadaan hanya dalam lima menit.
"Ini mengkhawatirkan, saya akan menjadi munafik jika menyarankan sebaliknya. Sekarang kami tidak akan bertemu lagi selama tiga bulan, tidak perlu banyak waktu untuk melihat bahwa kami diberi pelajaran hari ini," ucap Gattuso.
"Pertandingan seperti ini tidak boleh kalah 4-1, ada pemain yang melawan kami yang bisa membalikkannya dalam lima menit. Gol ketiga adalah yang paling membuat saya kesal, tetapi kami harus melihat ke depan. Kami tidak bisa berharap untuk membiarkan nol tembakan tepat sasaran, tetapi kami harus bisa bereaksi ketika mereka melakukannya, bukan dengan cara yang kami lakukan hari ini," tambahnya.
Menerima Cemoohan Suporter di San Siro
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5414627/original/083499600_1763329844-italia-vs-norwegia-3.jpg)
Sebelumnya, Gattuso sempat bereaksi marah terhadap cemoohan suporter saat Italia menang susah payah atas Moldova. Namun kali ini, ia mengangkat tangan dan mengakui bahwa penonton berhak mencemooh timnya. Ia sadar bahwa penampilan anak asuhnya di babak kedua memang jauh dari harapan.
Pada babak pertama, Gattuso sebenarnya sempat puas dengan dukungan yang diberikan oleh para suporter di stadion. Ia menyadari besarnya cinta masyarakat terhadap tim nasional, namun ia juga paham bahwa kata-kata manis saja tidak lagi cukup. Hasil nyata di lapangan adalah satu-satunya cara membayar dukungan tersebut.
"Di akhir babak pertama, saya sangat puas dengan bagaimana tim diatur, dengan bagaimana para penggemar mendukung kami. Ada kesadaran bahwa orang-orang mencintai tim ini, tetapi bicara saja tidak cukup lagi," tutur Gattuso.
"Itu adalah malam yang tidak pantas didapatkan siapa pun, terutama mereka yang datang ke sini untuk menyemangati kami. Kami berharap dapat memberikan kegembiraan kepada semua penggemar kami," lanjut pelatih berusia 46 tahun itu.
Masalah Kepemimpinan dan Status Chiesa
Menjelang babak play-off bulan Maret, Italia dituntut untuk tidak bermain dengan rasa takut yang berlebihan. Gattuso menekankan bahwa memiliki sosok pemimpin saja tidak cukup jika tim tidak bersatu dalam situasi sulit. Ketakutan membuat kesalahan justru membuat para pemain tampil seperti sedang mengerem kemampuan terbaiknya.
Terkait kemungkinan kembalinya Federico Chiesa yang sempat menolak panggilan timnas demi kebugaran di Liverpool, Gattuso memberikan jawaban diplomatis. Ia tidak menutup pintu, namun menegaskan bahwa sang pemain harus merasa nyaman terlebih dahulu. Komunikasi antara pelatih dan pemain akan terus dilakukan untuk melihat perkembangan situasi.
"Memiliki seorang pemimpin saja tidak cukup, pada saat-saat ini kami harus tetap bersatu. Apa yang paling membuat saya marah adalah bahwa di babak kedua, membangun serangan dari belakang tidak lagi cair, Anda sudah bisa merasakan dari tendangan awal di babak itu bahwa ada sesuatu yang berubah," jelas Gattuso.
"Jika Anda takut membuat kesalahan, Anda bermain dengan rem tangan aktif, dan kami tidak mampu melakukan itu," pungkasnya.
Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8336960/original/043977000_1782207955-cek_fakta_-_bibit_Ikan_lele.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8968722/original/090452400_1782980277-cek_fakta_-_tenaga_pendamping_masyarakat.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5562012/original/067915900_1776772441-Cek_fakta_Anies_baswedan.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8810983/original/080616100_1782907341-cek_fakta_-_bibit_ayam_dan_ikan.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5414655/original/064201400_1763342745-gennaro_gattuso_bereaksi.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3477850/original/010811100_1623255757-italy-crest-update-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1411714/original/008904900_1479708928-Italia.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1394358/original/089439300_1478170606-Gennaro_Gattuso.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8369442/original/037177900_1782246021-Portugal_s_Cristiano_Ronaldo.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264052/original/051981800_1782069590-Spain_s_Lamine.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8260345/original/097053600_1781587471-spanyol.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8261027/original/025366000_1781675161-AP26168084988387.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264053/original/051807800_1782069676-Spain_s_Lamine_Yamal.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8257805/original/092292600_1781257252-9.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264149/original/054877000_1782096496-063_2282689905-Timnas_Mesir.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8929510/original/065051700_1782959692-bos7.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8776148/original/089087200_1782856721-France_s_Kylian_Mbappe__left__celebrates_with_his_teammate_ousmane_dembele.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8776140/original/038104800_1782846348-063_2284057834.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8711662/original/096717100_1782792792-korsel_3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8864051/original/078185200_1782929110-063_2284211401.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5747177/original/051037300_1778646558-HFnj9MqXcAAB225.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5546399/original/090217900_1775295075-italia.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7716614/original/090979500_1780518622-timnas-italia.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5542968/original/043217100_1775008239-6.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5542967/original/095210200_1775008238-5.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/6388729/original/011542200_1779264035-000_B3DQ7BL.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5008746/original/001157300_1731751628-GcbmWjTXAAAUDVr.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5332528/original/097261700_1756516083-AP25241696205448.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5542907/original/003138900_1774993958-Timnas_Italia_vs_Bosnia.jpg)