Hari Ini 1 Tahun Ruben Amorim di Manchester United: Sistem 3-4-2-1, Pemain-Pemain yang Terbuang, dan Skuad yang Lebih Padu

Setahun Ruben Amorim melatih Manchester United diwarnai teguran keras, perubahan sistem, dan perbaikan disiplin. Simak kisah lengkapnya di sini.

Diterbitkan 11 November 2025, 17:36 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta Tepat hari ini 11 November 2025, Ruben Amorim telah menginjak satu tahun pertamanya sebagai kepala pelatih Manchester United. Perjalanan 12 bulan tersebut penuh dengan gejolak, tantangan, serta secercah harapan yang mulai muncul.

Warisan yang dia dapatkan dari Erik ten Hag boleh dibilang sudah berantakan. Sebuah insiden di ruang ganti setelah imbang 3-3 lawan Porto Oktober lalu menjadi penanda berakhirnya era Ten Hag, sekaligus membuka jalan bagi kedatangan sang pelatih Portugal ini.

Proses peralihan kekuasaan pun berlangsung cepat. Para petinggi United dari INEOS segera bergerak mencari pengganti, dengan Omar Berrada akhirnya terbang ke Lisbon untuk merampungkan pembicaraan dengan Sporting.

Meski begitu, siapa sangka bahwa pendekatan Amorim justru tak kalah tegas dari pendahulunya. Kisah setahun Amorim di Old Trafford adalah cerita tentang pelatih yang berani menyingkirkan pemain dan berpegang teguh terhadap sistem yang diyakini.

Teguran Tajam dan Standar Baru di Ruang Ganti

Ruben Amorim pernah dijuluki "The Poet" oleh Cristiano Ronaldo, tapi ternyata bisa sangat blak-blakan di belakang pintu tertutup.

Salah satu momen yang paling berkesan terjadi dalam pertemuan akhir musim di Carrington, usai United kalah di final Europa League dari Tottenham.

Dalam pertemuan itu, Amorim secara terbuka memberikan masukan pedas untuk Manuel Ugarte, pemain yang pernah dibimbingnya di Sporting.

Amorim menyatakan bahwa ia tidak lagi mengenali Ugarte sebagai pemain yang sama, menuding gelandang itu telah kehilangan etos kerjanya.

Kritik terhadap mantan anak asuhnya itu menimbulkan riak di antara para pemain. Namun, hal itu juga menunjukkan bahwa Amorim bersikap tegas dan adil dalam menilai usaha setiap individu.

Gaya komunikasinya yang cenderung langsung dalam pertemuan kelompok, alih-alih berbincang empat mata, menjadi bahan pembicaraan di antara skuad.

Untuk meningkatkan standar profesionalisme, Amorim juga membentuk kelompok pemimpin beranggotakan enam orang: Bruno Fernandes, Harry Maguire, Tom Heaton, Lisandro Martinez, Noussair Mazraoui, dan Diogo Dalot.

Kelompok ini diberi kepercayaan untuk menangani berbagai urusan, termasuk disiplin di dalam ruang ganti.

Perekrutan dan Perbaikan Atmosfer Tim

Upaya Amorim untuk mengubah atmosfer tim tidak hanya dilakukan melalui kata-kata, tetapi juga lewat pasar transfer. Kedatangan Bryan Mbeumo dan Matheus Cunha disebut-sebut telah memberikan pengaruh positif yang signifikan.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Lanjut Baca:

Keduanya adalah pemain Premier League yang mapan dan memiliki kecintaan besar pada sepak bola, sehingga kualitas sesi latihan pun ikut terdongkrak. Di balik layar, hubungan kerja Amorim dengan Jason Wilcox, yang naik jabatan dari Direktur Teknis menjadi Direktur Sepak Bola, digambarkan sangat solid. Keduanya dikabarkan berbicara setiap hari, dengan Wilcox sering mengamati latihan dari pinggir lapangan di Carrington. Meski menjaga jarak profesional dengan pemainnya, Amorim menunjukkan sisi ramahnya dalam urusan lain. Ia membuat aturan bahwa separuh skuad harus memberikan tanda tangan untuk fans sebelum pertandingan, dan separuhnya lagi setelah laga. Amorim sendiri sering kali tinggal lebih lama usai pertandingan untuk berfoto dengan pendukung.

Halaman
Show All
Richard Andreas LuturmasTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan