Hari Ini 1 Tahun Ruben Amorim di Manchester United: Sistem 3-4-2-1, Pemain-Pemain yang Terbuang, dan Skuad yang Lebih Padu

Setahun Ruben Amorim melatih Manchester United diwarnai teguran keras, perubahan sistem, dan perbaikan disiplin. Simak kisah lengkapnya di sini.

Diterbitkan 11 November 2025, 17:36 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Keduanya adalah pemain Premier League yang mapan dan memiliki kecintaan besar pada sepak bola, sehingga kualitas sesi latihan pun ikut terdongkrak.

Di balik layar, hubungan kerja Amorim dengan Jason Wilcox, yang naik jabatan dari Direktur Teknis menjadi Direktur Sepak Bola, digambarkan sangat solid. Keduanya dikabarkan berbicara setiap hari, dengan Wilcox sering mengamati latihan dari pinggir lapangan di Carrington.

Meski menjaga jarak profesional dengan pemainnya, Amorim menunjukkan sisi ramahnya dalam urusan lain. Ia membuat aturan bahwa separuh skuad harus memberikan tanda tangan untuk fans sebelum pertandingan, dan separuhnya lagi setelah laga.

Amorim sendiri sering kali tinggal lebih lama usai pertandingan untuk berfoto dengan pendukung.

Sistem 3-4-2-1: Keyakinan Tak Tergoyahkan dan Evolusi yang Dinanti

Di jantung masa jabatan Amorim di United terletak perubahan formasi menjadi tiga bek. MU merekrutnya dengan kesadaran penuh bahwa ia akan menggunakan sistem 3-4-2-1, meskipun proses penyesuaiannya masih berlangsung hingga kini.

Amorim dikenal sebagai pelatih yang sangat terlibat dalam sesi latihan. Ia kerap memosisikan pemain secara fisik, memindahkan mereka ke posisi yang tepat. Latihan "shadow drill" tanpa lawan menjadi fitur rutin untuk menanamkan pemahaman bentuk tim dan pergerakan intuitif.

Beberapa pemain sempat mempertanyakan apakah sistem ini cocok untuk tim. Jason Wilcox, yang dikenal menyukai formasi 4-3-3 ala Manchester City, juga dikabarkan telah berdiskusi dengan Amorim mengenai formasi ini. Namun, Amorim teguh dengan pendiriannya.

Dia tegas mengatakan tidak akan mengubah formasi tiga bek. Ada teori yang berkembang bahwa Amorim enggan mengubah sistem karena jika hasilnya membaik, itu akan mengisyaratkan bahwa formasi adalah masalah utamanya selama ini.

Baru-baru ini, potensi serangan dari sistemnya mulai terlihat, terutama dengan sinergi Bryan Mbeumo dan Amad Diallo di sisi kanan.

Dukungan Internal dan Harapan ke Depan

Dukungan untuk Amorim dari jajaran petinggi klub tampak jelas, bahkan setelah kekalahan memalukan dari Grimsby Town di Carabao Cup dan kekalahan 0-3 dari Manchester City.

Omar Berrada dan Jason Wilcox disebut menyoroti data di balik layar yang masih menunjukkan alasan untuk optimis.

Bukti dukungan ini semakin nyata ketika Amorim sendiri hadir dalam rapat dewan sepak bola MU pasca kemenangan atas Chelsea.

Kehadirannya di forum yang dihadiri legenda seperti Sir Alex Ferguson dan David Gill menandakan dukungan dari atas dan keinginan Amorim untuk berkomunikasi dengan tokoh-tokoh kunci dalam sejarah klub.

Saat ini, MU duduk di peringkat ketujuh dengan 18 poin dari 11 laga, sebuah peningkatan dibanding posisi mereka setahun lalu yang berada di peringkat 14.

Kualifikasi ke kompetisi Eropa menjadi prioritas utama musim ini, dan dengan persaingan liga yang ketat, tempat di Liga Champions bukanlah hal yang mustahil jika tim ini konsisten.

 
 

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Halaman
Show All
Richard Andreas LuturmasTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan