Deco Bela Hansi Flick yang Terus Dikritik Soal Gaya Bermain Barcelona

Gaya bermain berisiko tinggi Hansi Flick di Barcelona menuai kritik tajam, namun Direktur Olahraga Deco pasang badan, menegaskan keyakinan pada filosofi pelatih dan pentingnya kerja keras.

OlehThomas
Diterbitkan 08 November 2025, 21:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta- Gaya bermain Hansi Flick di Barcelona, yang mengedepankan pressing tinggi dan garis pertahanan maju, terus menjadi sorotan dan menuai kritik dari berbagai pihak. Filosofi ofensif ini dianggap rentan dan berisiko tinggi, terutama dalam menghadapi serangan balik cepat lawan. Meskipun demikian, Direktur Olahraga Barcelona, Deco, secara konsisten memberikan pembelaan dan dukungan penuh kepada pelatih asal Jerman tersebut.

Kritik ini muncul setelah serangkaian hasil pertandingan yang kurang memuaskan dan banyaknya gol yang bersarang di gawang Blaugrana. Para pengamat dan legenda sepak bola mempertanyakan keberlanjutan strategi ini yang membutuhkan tuntutan fisik tinggi.

Namun, Flick tetap teguh pada idealismenya, sementara Deco menepis kritik tersebut sebagai hal yang tidak relevan dan menekankan pentingnya persatuan serta dedikasi.

Situasi ini menciptakan dinamika menarik di Camp Nou, di mana visi pelatih yang berani dihadapkan pada kekhawatiran akan stabilitas pertahanan tim. Barcelona kini berada di persimpangan jalan, antara mempertahankan identitas sepak bola menyerang mereka atau melakukan penyesuaian taktis demi hasil yang lebih konsisten di kompetisi domestik maupun Eropa.

Sorotan Tajam Terhadap Strategi Bertahan Barcelona

Strategi pressing tinggi dan garis pertahanan maju yang diterapkan Hansi Flick di Barcelona telah menjadi sasaran kritik utama. Sistem ini dinilai terlalu berani dan seringkali dieksploitasi lawan, membuat pertahanan tim rentan terhadap serangan balik cepat. Buktinya, Barcelona telah kebobolan 20 gol dalam 15 pertandingan resmi, termasuk tujuh gol hanya dalam empat laga Liga Champions.

Mantan gelandang Real Madrid, Toni Kroos, menganggap Barcelona mengambil terlalu banyak risiko dengan filosofi bermain ini. Ia menyatakan bahwa pada hari ketika pemain kunci seperti Pedri, Lamine Yamal, atau Raphinha tampil buruk, tim mana pun dapat melukai Barcelona dan menyingkirkan mereka dari Liga Champions. Ruud Gullit, legenda sepak bola Belanda, bahkan menyebut strategi Flick dengan garis pertahanan yang sangat tinggi sebagai "kamikaze" dan mempertanyakan mengapa harus bersikeras pada rencana yang "ditakdirkan untuk gagal".

Thierry Henry, mantan striker Arsenal dan Barcelona, juga menyatakan ketidakpercayaannya terhadap kurangnya kemajuan tim. Ia menyebut bahwa "kita melihat kesalahan yang sama seperti tahun lalu" dan jumlah gol yang kebobolan "terlalu berlebihan". Pelatih tim nasional Prancis, Didier Deschamps, berpendapat bahwa kesalahan yang dilakukan Jules Koundé baru-baru ini adalah konsekuensi langsung dari sistem Flick, di mana Barcelona bermain dengan garis pertahanan yang sangat tinggi terlepas dari momen pertandingan.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Lanjut Baca:

Selain kerentanan pertahanan, tuntutan fisik dari gaya bermain intens Flick juga menjadi perhatian. Beberapa pemain dikabarkan merasa bahwa intensitas ini tidak berkelanjutan untuk konsistensi sepanjang musim, yang dapat memengaruhi performa di menit-menit akhir pertandingan. Toni Kroos menyoroti aspek stamina, mengamati bahwa Barcelona sering kehilangan tenaga setelah menit ke-75, membuat mereka mudah ditembus tanpa perubahan taktik. Kurangnya "plan B" yang pragmatis dalam pengaturan tim juga memperdalam perpecahan taktis di dalam skuad. Hasil imbang 3-3 melawan Club Brugge di Liga Champions pada awal November 2025, di mana Barcelona mendominasi penguasaan bola namun berulang kali dibongkar melalui serangan balik, meningkatkan pengawasan terhadap sistem Flick. Pada November 2024, Hansi Flick sendiri mengkritik performa timnya setelah ditahan imbang 2-2 oleh Celta Vigo, menyebut permainan timnya "sangat jelek" setelah membuang keunggulan dua gol.

Halaman
Show All
ThomasTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan
  • Barcelona adalah salah satu klub besar dunia yang bermain di La Liga Spanyol
    FC Barcelona adalah klub sepak bola Spanyol yang dikenal dengan dominasinya di kompetisi domestik dan Eropa, serta memiliki sejarah panjang dalam pengembangan talenta muda dan strategi transfer yang dinamis.
    Barcelona
  • liputan6
    Hans-Dieter atau dikenal dengan nama Hansi Flick, adalah seorang mantan pemain, dan pelatih sepak bola yang melatih Tim nasional Jerman.
    Hansi Flick
  • Deco
  • Liga Spanyol
  • Berita Bola
  • LaLiga