DKI Jakarta Juara Umum PON Bela Diri 2025

DKI Jakarta menyalip Jawa Barat di saat akhir untuk menjadi juara umum di ajang PON Bela Diri 2025.

OlehThomas
Diterbitkan 27 Oktober 2025, 08:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta- Pekan Olahraga Nasional atau PON Bela Diri 2025 resmi berakhir pada Minggu 26 Oktober 2025 setelah berlangsung selama 16 hari di Djarum Arena, Kaliputu, Kudus, Jawa Tengah. DKI Jakarta berhasil keluar sebagai juara umum.

Gelar juara umum diamankan Jakarta berkat raihan 99 medali yang terdiri atas 42 emas, 27 perak, dan 30 perunggu, dalam ajang multi-cabang yang didukung penuh oleh Bakti Olahraga Djarum Foundation ini. PON Bela Diri 2025 sendiri diikuti sebanyak 2.645 atlet bela diri murni.

DKI Jakarta keluar sebagai juara umum usai "menyalip di tikungan terakhir” dan menggeser Jawa Barat yang sebelumnya dijagokan keluar sebagai kampiun. Pada tahap ketiga penyelenggaraan PON Bela Diri Kudus 2025, Jumat (24/10), yang mempertandingkan ju-jitsu, karate, dan wushu, kontingen ibu kota tampil impresif dengan menambah koleksi medali secara signifikan. Mereka akhirnya menegaskan dominasi pada ajang multi-event bela diri murni tersebut.

Skuad DKI Jakarta datang ke Kudus berkekuatan 138 atlet dan 45 ofisial. Setelah hanya finis di peringkat kedua pada PON Aceh-Sumut 2024, KONI DKI Jakarta langsung melakukan evaluasi menyeluruh terhadap seluruh cabang olahraga dan menyiapkan program latihan intensif selama satu tahun.

Hasil pembenahan itu kini mulai terlihat, seiring keputusan digelarnya PON Bela Diri Kudus 2025, yang menjadi ajang pembuktian bagi para atlet DKI Jakarta.

Berjalan Lancar di Kudus

Ketua Panitia Pelaksana PON Bela Diri Kudus 2025, Ryan Gozali, mengucap syukur atas kelancaran dan kesuksesan selama penyelenggaraan ajang multi-cabang olahraga tersebut. Ia berharap, kenangan dan kemenangan manis para atlet yang diraih di tengah arena dapat menjadi pelecut motivasi untuk berlatih lebih keras guna meraih prestasi yang lebih tinggi di masa mendatang.

“Selama lebih dari dua minggu, kita telah menyaksikan atlet-atlet terbaik Indonesia dari berbagai cabang olahraga bela diri unjuk kemampuan dan bertarung di level terbaik guna meraih juara. Kami berharap, tidak hanya membawa pulang medali, tapi para atlet-atlet ini juga membawa semangat membara untuk tetap mengasah kemampuan agar bisa berprestasi lebih tinggi di masa depan,” ujar Ryan.

Senada dengan hal tersebut, Ketua KONI Pusat Letjen TNI (Purn) Marciano Norman puas dengan keberhasilan pelaksanaan PON Bela Diri edisi perdana ini. "Di sini nanti, satu hari, Kudus menjadi rumahnya cabang olahraga bela diri Indonesia," katanya.

Venue Sanga Layak

Di sisi lain, Marciano menilai, Djarum Arena yang digunakan sebagai lokasi pertandingan 10 cabang olahraga bela diri selama 16 hari terakhir, sudah sangat representatif, sebagaimana juga diakui oleh sejumlah pimpinan cabang olahraga. Namun, pihaknya akan melakukan sejumlah penyesuaian di masa mendatang agar khalayak dapat lebih leluasa menyaksikan jalannya pertandingan.

Langkah tersebut diharapkan tidak hanya membuka akses yang lebih luas bagi warga Kudus dan sekitarnya untuk menonton, tetapi juga memungkinkan mereka menikmati suasana acara melalui berbagai hiburan serta ragam kuliner khas lokal yang tersedia di sekitar arena. "Tempat ini sudah representatif dan jauh lebih bagus dari perkiraan kita sebelumnya," Marciano, menjelaskan.

Catatan Emas di Wushu

Di sisi lain, catatan gemilang juga lahir di cabang olahraga wushu yang menjadi satu-satunya cabang olahraga yang dipertandingkan pada hari terakhir penyelenggaraan PON Bela Diri Kudus 2025. Olahraga bela diri tradisional yang berasal dari China ini menjadi lumbung emas bagi Jawa Timur (Jatim).

Muhammad Daffa "Golden Boy" Hidayatullah dan Jennifer Tjahyadi, duo-atlet wushu andalan Jatim yang menyumbangkan separuh dari delapan medali emas yang diraih tim wushu Jatim sehari lalu, masing-masing kembali menyumbangkan satu keping emas pada hari penutup.

"Saya tentu sangat bangga bisa memberikan yang terbaik untuk Jawa Timur dengan meraih tiga medali emas dari tiga nomor yang saya ikuti," tanggap Jennifer, dengan penuh rasa syukur.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Halaman
Show All
ThomasTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan