Tantangan Bek Modern di Liga Champions: Antara Menekan dan Menjaga Ruang

Frank de Boer dan Michael Carrick membedah tuntutan berat bagi bek modern di Liga Champions: menjaga ruang, mengantisipasi bola belakang, dan bertahan dengan garis tinggi.

Diterbitkan 21 Oktober 2025, 10:25 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta Menjadi bek di sepak bola modern bukan lagi sekadar soal tekel atau duel udara. Kini, bek dituntut menguasai ruang, baik di depan maupun di belakang, dalam sistem yang menekankan pressing tinggi. Di era ini, satu kesalahan posisi bisa berarti satu peluang emas bagi lawan.

Menjelang Matchday 3 Liga Champions, UEFA menghadirkan dua pengamat teknis, Frank de Boer dan Michael Carrick, untuk meninjau laga Barcelona melawan PSG pada pertandingan sebelumnya. Dari analisis itu, keduanya membahas tuntutan ruang dan pemahaman taktik yang harus dikuasai para bek modern.

Pertahanan bukan lagi sekadar blok rapat di depan gawang. Kini, pemain belakang dituntut aktif, agresif, dan cerdas membaca situasi dalam hitungan detik. Mereka harus tahu kapan menekan, kapan bertahan, dan bagaimana menjaga jarak dengan rekan satu lini.

Melalui analisis tersebut, terlihat jelas bahwa bermain di lini pertahanan saat ini membutuhkan lebih dari sekadar fisik kuat, tapi juga insting, komunikasi, dan kecerdasan posisi tingkat tinggi.

Mengelola Ruang: Antara Menekan dan Menutup Celah

Dalam momen pertama dianalisis, Jules Kounde tampil menonjol dengan total jarak 868 meter dalam sprint dan lari intensitas tinggi saat bertahan, tertinggi di antara semua bek pada Matchday 2. De Boer menyoroti bagaimana Kounde berani meninggalkan posisi dalam formasi empat bek kompak untuk menekan Nuno Mendes di sisi kiri Paris.

Langkah agresif seperti itu memang berisiko, namun menjadi bagian penting dari filosofi bertahan modern. Bek kini harus berani naik untuk memotong aliran bola sebelum lawan bisa membangun serangan. Contoh serupa juga tampak dari Willian Pacho di kubu PSG dan Gerard Martin di Barcelona, dua pemain yang tak segan maju menekan jauh ke depan.

Namun, di balik langkah ke depan, ada konsekuensi besar, ruang di belakang yang terbuka lebar. Karena itu, antisipasi menjadi hal krusial. Eric Garcia, misalnya, memperlihatkan dua momen penting saat ia menjaga ruang di belakang rekan setimnya yang sudah naik menekan, memastikan celah tak menjadi peluang emas bagi lawan.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Lanjut Baca:

Carrick menegaskan bahwa keputusan seperti ini sangat bergantung pada intuisi. “Ini soal merasakan di mana bahaya berada dan membuat pilihan yang tepat,” ujarnya. “Kadang Anda harus membiarkan satu pemain lawan memiliki bola karena itu pilihan yang paling aman.”

Halaman
Show All
Richard Andreas LuturmasTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan
  • Liga Champions merupakan kompetisi sepak bola antar klub di benua Eropa
    Liga Champions merupakan kompetisi sepak bola antar klub di benua Eropa
    Liga Champions
  • Klub sepak bola asal Perancis yang dibuat pada tahun 1970 dan berbasis di Paris.
    Paris Saint-Germain (PSG) merupakan klub sepak bola asal Perancis yang dibuat pada tahun 1970 dan berbasis di Paris.
    PSG
  • Barcelona adalah salah satu klub besar dunia yang bermain di La Liga Spanyol
    FC Barcelona adalah klub sepak bola Spanyol yang dikenal dengan dominasinya di kompetisi domestik dan Eropa, serta memiliki sejarah panjang dalam pengembangan talenta muda dan strategi transfer yang dinamis.
    Barcelona
  • Jules Kounde adalah pesepakbola profesional Prancis yang bermain sebagai bek tengah.
    Jules Kounde adalah pesepakbola profesional Prancis yang bermain sebagai bek tengah.
    Jules Kounde
  • Pau Cubarsi