7 Sentuhan dan 1 Maharkarya: De Bruyne Tunjukkan Kelas Dunia di Liga Champions

Kevin De Bruyne menjawab kritik dengan aksi memukau di Liga Champions. Dalam 7 sentuhan, ia menciptakan assist magis untuk Napoli yang disebut-sebut sebagai mahakarya terbaik musim ini.

Diterbitkan 03 Oktober 2025, 06:20 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Striker asal Denmark itu menuntaskan peluang dengan tembakan mendatar di antara kaki kiper Rui Silva. Gol itu memang tercatat atas nama Hojlund, tetapi semua yang menyaksikan tahu bahwa itu adalah mahakarya milik De Bruyne.

Jawaban Atas Kritik: De Bruyne Tunjukkan Masih Punya Sentuhan Emas

Penampilan tersebut menjadi pembuktian penting bagi De Bruyne setelah mendapat kritik keras di awal musim. Dalam laga Serie A sebelumnya melawan AC Milan, ia menunjukkan ketidakpuasan saat digantikan oleh pelatih Antonio Conte pada menit ke-72.

Conte sempat memberi komentar tajam, “Saya harap De Bruyne marah karena hasil pertandingan, bukan karena diganti. Kalau tidak, berarti dia salah paham dengan saya.” Ucapan itu memicu perdebatan soal posisi dan peran De Bruyne di skuat Napoli.

Mantan manajer umum klub, Pierpaolo Marino, bahkan menilai kehadiran De Bruyne membuat Scott McTominay kehilangan peran vitalnya di lini tengah. “Apakah De Bruyne masih sama seperti dulu? Dia menginjak wilayah McTominay, dan itu masalah besar,” ucap Marino.

Namun, aksi melawan Sporting membungkam semua kritik. Selain menciptakan assist ajaib, De Bruyne juga memberi umpan silang akurat untuk gol kedua Hojlund, menegaskan kontribusinya yang nyata di laga tersebut.

Statistik Mulai Membaik, De Bruyne Masih Jadi Pembeda

Meski sempat diragukan, catatan De Bruyne musim ini mulai membaik. Dalam tujuh penampilan bersama Napoli, ia telah menorehkan tiga gol dan dua assist, termasuk dua gol dari titik penalti. Lebih penting lagi, ia mulai menunjukkan pengaruh besar di laga-laga penting seperti di Liga Champions.

Bagi pemain berusia 34 tahun, mempertahankan level performa seperti ini bukan hal mudah. Tapi De Bruyne membuktikan bahwa visi, kontrol, dan kemampuan membaca permainan tetap menjadi senjatanya yang paling mematikan.

Momen magis itu pun langsung memantik perbandingan dengan assist legendaris lainnya di Liga Champions. Dari umpan Kaka kepada Hernan Crespo pada final 2005, hingga aksi solo Theo Walcott dan sentuhan lembut Sergio Busquets untuk Lionel Messi di El Clasico 2011.

Aksi De Bruyne mungkin tidak seikonik momen-momen itu, tapi keindahan, ketepatan, dan keefektifannya membuatnya layak disebut sebagai salah satu assist terbaik yang pernah terjadi di kompetisi ini.

Kesimpulan: Masih Ada Magis dalam Diri De Bruyne

Bagi banyak penggemar sepak bola, aksi melawan Sporting adalah bukti bahwa Kevin De Bruyne belum habis. Di usia yang tak lagi muda, ia masih mampu menggabungkan visi, teknik, dan ketenangan untuk menciptakan momen kelas dunia.

Tujuh sentuhan, tujuh detik, dan satu mahakarya, cukup untuk mengingatkan dunia bahwa De Bruyne tetaplah maestro sejati di lapangan hijau.

Apapun yang dikatakan para pengkritik, aksi ini menjadi bukti nyata bahwa sang playmaker masih punya sesuatu yang istimewa untuk diberikan, baik bagi Napoli maupun dunia sepak bola.

 
 

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Halaman
Show All
Richard Andreas LuturmasTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan