Chelsea vs Benfica: Jejak 8 Trofi Mourinho di London Biru

Pertemuan Chelsea vs Benfica di Liga Champions pekan ini tidak hanya menghadirkan duel klasik antara dua tim bersejarah

Diterbitkan 30 September 2025, 09:01 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Rekor Pertemuan Mourinho Melawan Chelsea

Sejak meninggalkan Stamford Bridge, Mourinho sudah 14 kali berhadapan dengan Chelsea. Pertemuan pertama terjadi pada 2010 ketika ia melatih Inter Milan, menyingkirkan Chelsea di babak 16 besar Liga Champions dalam perjalanan menuju treble bersejarah.

Namun, catatannya tidak selalu manis. Saat menukangi Manchester United, Mourinho hanya meraih dua kemenangan dari tujuh pertemuan. Bersama Tottenham, ia sempat menyingkirkan Chelsea lewat adu penalti di Piala Liga 2020, meski secara teknis tercatat sebagai hasil imbang.

Secara keseluruhan, Mourinho mengoleksi empat kemenangan, tiga hasil imbang, dan tujuh kekalahan melawan Chelsea. Statistik ini menunjukkan bahwa setiap pertemuan bukan sekadar nostalgia, melainkan juga tantangan berat baginya.

Mourinho, Benfica, dan Kritik untuk Chelsea

Mourinho akan kembali ke Stamford Bridge dengan status pelatih Benfica. Perjalanannya cukup unik karena ia baru saja meninggalkan Fenerbahce hanya dua hari setelah tim asal Turki itu disingkirkan Benfica di play-off Liga Champions. Ironisnya, tim yang menyingkirkannya justru menjadi tempat barunya berlabuh.

Ambisinya bersama Benfica jelas: mengembalikan kejayaan klub di level Eropa. Dengan reputasinya sebagai pelatih spesialis trofi, Mourinho datang dengan misi besar.

Menariknya, jelang laga ini Mourinho sempat melontarkan kritik keras untuk pemilik baru Chelsea, Todd Boehly dan Clearlake Capital. “Chelsea era Abramovich, Chelsea saya, adalah klub pemenang,” ujarnya. Ia menegaskan bahwa di masa kepemimpinan Roman Abramovich, Chelsea selalu menjadi “mesin kemenangan” di bawah arahan dirinya maupun pelatih lain.

Pertemuan Chelsea vs Benfica bukan hanya tentang tiga poin. Laga ini juga menjadi cermin perjalanan panjang Mourinho—antara kejayaan masa lalu, kritik terhadap masa kini, dan harapan baru bersama Benfica.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Halaman
Show All
Gia Yuda PradanaTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan