3 Alasan Manchester United Harus Pecat Ruben Amorim

Manchester United kembali terpukul, dan tekanan terhadap manajer Ruben Amorim semakin memuncak.

Diterbitkan 29 September 2025, 12:28 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta Kekalahan 1-3 dari Brentford membuat tekanan terhadap Ruben Amorim semakin besar. Manajer Manchester United itu kini berada di ujung tanduk.

United sudah tertinggal dua gol hanya dalam waktu 20 menit lewat dua sepakan Igor Thiago. Benjamin Sesko sempat memberi harapan dengan gol perdananya.

Kesempatan emas untuk menyamakan kedudukan datang lewat penalti Bruno Fernandes. Namun, eksekusinya dimentahkan kiper Caoimhin Kelleher.

Harapan pun benar-benar pupus setelah Mathias Jensen mencetak gol ketiga Brentford di masa injury time. Para suporter pun semakin frustrasi dengan performa tim.

Situasi ini membuat manajemen Manchester United disebut perlu mengambil keputusan tegas. Ada tiga alasan kuat mengapa Amorim harus segera dilepas.

1. Hasil yang Mengecewakan

Amorim memulai kiprahnya di Manchester United dengan hasil yang kurang memuaskan. Tim ini finis di peringkat 15 dan mencatatkan poin terendah sepanjang sejarah mereka di Premier League musim lalu.

Dalam 33 laga Premier League yang ditangani Amorim, United hanya menang sembilan kali, imbang tujuh kali, dan kalah 17 kali. Mereka mencetak 39 gol namun kebobolan 53 gol, sehingga selisih golnya minus 14.

Rekor kemenangan Amorim hanya 27,2%, sementara tingkat kekalahan mencapai 51,5%. Dengan begitu, ia hanya mengumpulkan 34 poin dari 99 kemungkinan, atau rata-rata 1,03 poin per laga.

Hasil ini membuat catatan Amorim lebih buruk dibanding manajer lain seperti Paul Lambert, Gareth Southgate, hingga Chris Hughton. Bahkan dibanding manajer United sebelumnya seperti Jose Mourinho, Louis van Gaal, dan Erik ten Hag, PPG (points per game) Amorim tetap lebih rendah.

2. Formasi dan Pilihan Pemain

Kekalahan Manchester United dari Brentford kembali menimbulkan pertanyaan soal formasi 3-4-2-1 yang dipertahankan Amorim. Banyak pemain tampak kesulitan menyesuaikan diri dengan sistem ini, sementara suporter juga ragu karena United biasanya bermain dengan formasi 4-4-2 atau 4-4-3.

Salah satu masalah utama formasi 3-4-2-1 adalah dua gelandang bertahan sering kalah jumlah. Brentford memanfaatkan hal ini dengan menurunkan tiga gelandang melawan United.

Pilihan pemain Amorim juga jadi sorotan, terutama dengan tetap menurunkan Altay Bayindir di bawah mistar. Padahal performanya kurang meyakinkan dan Senne Lammens baru saja bergabung pada hari terakhir bursa transfer.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Lanjut Baca:

Di lini tengah, Kobbie Mainoo yang bersinar di era Erik ten Hag kini hanya menjadi pemain cadangan. Ia baru memulai satu laga di musim 2025/2026 dan tampil empat kali sebagai pengganti, sehingga minat klub lain seperti Manchester City, Chelsea, dan Newcastle bisa membuatnya hengkang.

Halaman
Show All
Aga Deta AndityaTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan
  • liputan6
    Liga Inggris atau lebih dikenal dengan Liga Primer Inggris merupakan kompetisi utama di Inggris yang diikuti 20 tim untuk mendapatkan gelar
    Liga Inggris
  • Manchester United, salah satu klub papan atas Liga Inggris. MU adalah klub tersukses di sejarah Liga Inggris modern
    Manchester United FC adalah klub sepak bola profesional yang berbasis di Old Trafford, Manchester Raya. MU bermain di Premier League.
    Manchester United
  • Ruben Amorim