Exco PSSI Respons Sanksi FIFA untuk Malaysia: Naturalisasi Tak Semudah Membalik Telapak Tangan

Anggota Exco PSSI, Arya Sinulingga, menyoroti sanksi FIFA terhadap Malaysia akibat 7 pemain naturalisasi ilegal, menegaskan bahwa proses naturalisasi tidaklah mudah seperti membalik telapak tangan.

OlehThomas
Diterbitkan 27 September 2025, 10:49 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Tujuh pemain Malaysia yang terkena sanksi adalah Facundo Tomas Garces, Rodrigo Julian Holgado, Joao Vitor Brandao Figueiredo, Jon Irazabal Iraurgui, Hector Alejandro Hevel Serrano, Gabriel Palmero, dan Imanol Machuca. Mereka dilarang bermain sepak bola di seluruh level selama satu tahun.

Selain larangan bermain bagi para pemain, FAM juga dikenakan denda finansial yang signifikan, mencapai 350.000 franc Swiss atau setara dengan sekitar Rp7,3 miliar. Sementara itu, setiap pemain juga diwajibkan membayar denda sebesar 2.000 franc Swiss.

Sanksi ini menjadi peringatan keras bagi federasi sepak bola di seluruh dunia mengenai pentingnya integritas dan kepatuhan terhadap regulasi FIFA dalam proses naturalisasi pemain. FIFA tidak akan mentolerir upaya-upaya manipulasi yang merusak sportivitas.

Reaksi dan Upaya Banding FAM

Menanggapi sanksi yang dijatuhkan FIFA, Federasi Sepak Bola Malaysia (FAM) telah menyatakan rencana untuk mengajukan banding. FAM menegaskan bahwa mereka tidak memalsukan dokumen pemain keturunan dan merasa heran karena FIFA sebelumnya telah menyetujui dokumen ketujuh pemain tersebut.

Pernyataan resmi FAM ini menunjukkan komitmen mereka untuk melindungi kepentingan para pemain dan integritas sepak bola nasional. Mereka berjanji akan menggunakan semua jalur dan prosedur hukum yang tersedia untuk membuktikan transparansi proses naturalisasi yang telah dilakukan.

Kasus ini juga menarik perhatian media internasional, termasuk media Vietnam, BongDa.com.vn. Media tersebut memberitakan secara detail mengenai sanksi FIFA yang menangguhkan tujuh pemain Malaysia karena kasus penipuan naturalisasi, menyoroti penggunaan dokumen yang telah diedit.

Kontroversi ini menggarisbawahi pentingnya verifikasi dokumen yang sangat teliti dan konsisten oleh FIFA maupun federasi anggota. Hal ini untuk menghindari insiden serupa yang dapat merugikan pemain dan reputasi sepak bola suatu negara.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Halaman
Show All
ThomasTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan