Roman Abramovich dan Era Kejayaan Chelsea: Transformasi dari Klub Papan Tengah Sampai Juara Eropa

Analisis: bagaimana pembelian Roman Abramovich pada 2003 mengubah Chelsea menjadi kekuatan domestik dan Eropa, plus kontroversi dan dampak penjualan 2022.

Diperbarui 12 September 2025, 09:47 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Puncak Prestasi: Trofi dan Momen Ikonik

Era Abramovich ditandai oleh banjir gelar. Dalam 19 tahun kepemilikannya, Chelsea mengoleksi 5 gelar Premier League, 5 FA Cup, 3 League Cup, 2 Liga Champions, dan 2 Liga Europa. Catatan ini menempatkan Chelsea sebagai salah satu klub tersukses di Eropa abad ke-21.

Momen yang paling dikenang tentu final Champions League 2012 di Munich. Chelsea, yang sempat dipandang sebagai underdog, menahan Bayern hingga adu penalti dan akhirnya juara lewat gol penting Didier Drogba. Itu adalah puncak dari ambisi Abramovich untuk menaklukkan Eropa.

Sembilan tahun kemudian, di bawah Thomas Tuchel, Chelsea kembali menjadi raja Eropa dengan mengalahkan Manchester City di final 2021. Dua mahkota Champions League menjadi simbol bahwa visi Abramovich untuk menjadikan Chelsea kekuatan kontinental benar-benar terwujud.

Kontroversi dan Bayangan Politik

Namun, keberhasilan di lapangan tak bisa dipisahkan dari kontroversi di luar lapangan. Abramovich sering dikaitkan dengan lingkaran politik Rusia, dan isu itu makin mencuat ketika hubungan Rusia-Inggris memburuk.

Pada 2022, pemerintah Inggris menjatuhkan sanksi kepada Abramovich menyusul invasi Rusia ke Ukraina. Chelsea terkena dampak langsung: Operasi klub dibatasi, termasuk larangan menjual tiket dan merchandise. Situasi ini memaksa Abramovich melepas klub yang ia bangun hampir dua dekade.

Selain itu, penyelidikan mengenai keuangan Chelsea di era Abramovich menemukan dugaan pelanggaran regulasi, termasuk soal penggunaan perantara dan pencatatan dana transfer. Warisan Abramovich dengan demikian tidak hanya soal trofi, tetapi juga soal integritas dan transparansi finansial.

Penjualan 2022: Akhir dari Sebuah Era

Pada Mei 2022, Abramovich resmi menjual Chelsea kepada konsorsium Todd Boehly dan Clearlake Capital dengan nilai sekitar 4,25 miliar pounds. Penjualan ini menjadi salah satu transaksi terbesar dalam sejarah olahraga.

Hasil penjualan sempat menuai perdebatan. Abramovich menyatakan keuntungan bersih akan digunakan untuk tujuan kemanusiaan, namun pembekuan aset dan persyaratan pemerintah Inggris membuat dana itu terkatung-katung.

Dengan berakhirnya kepemilikan Abramovich, Chelsea memasuki era baru. Namun, bayangan pengaruh Abramovich tetap terasa, baik dalam fondasi finansial klub maupun ekspektasi tinggi dari para fans.

Roman Abramovich meninggalkan Chelsea dengan warisan yang tidak bisa dihapus. Ia membawa klub dari status pesaing biasa menjadi raksasa sepakbola dunia. Infrastruktur, jaringan global, dan kultur juara adalah bagian dari kontribusinya.

 

Timeline Era Abramovich (2003–2022)

2003 - Abramovich membeli Chelsea.

2004–2006 - Jose Mourinho bawa dua gelar Premier League beruntun.

2012 - Chelsea juara Champions League pertama kali di Munich.

2021 - Gelar Champions League kedua di bawah Thomas Tuchel.

2022 - Abramovich menjual klub karena sanksi politik.

 

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Halaman
Show All
Richard Andreas LuturmasTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan
  • Chelsea Football Club musti menunggu hampir 50 tahun untuk kembali merengkuh trofi Liga Primer Inggris keduanya setelah pada musim 2004-2005
    Semua berita tim, statistik tim, transfer pemain dan lainnya tentang Chelsea FC yang memiliki julukan The Blues
    Chelsea
  • liputan6
    Liga Inggris atau lebih dikenal dengan Liga Primer Inggris merupakan kompetisi utama di Inggris yang diikuti 20 tim untuk mendapatkan gelar
    Liga Inggris
  • Roman Abramovich adalah seorang miliarder Rusia dan pemilik perusahaan investasi Millhouse Capital.
    Roman Abramovich adalah seorang miliarder Rusia dan pemilik perusahaan investasi Millhouse Capital.
    Roman Abramovich
  • Premier League