Timnas Brasil Tumbang di Markas Bolivia, Pengamat Desak FIFA Bertindak: Jangan Tunggu Musibah Terjadi

Timnas Brasil alami kekalahan perdana di bawah Carlo Ancelotti dari Bolivia di ketinggian ekstrem, mencatat sejarah buruk di Kualifikasi Piala Dunia 2026.

Diperbarui 11 September 2025, 15:26 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Timnas Brasil harus menerima kenyataan pahit setelah menderita kekalahan perdananya di bawah asuhan Carlo Ancelotti. Pada laga terakhir Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Amerika Selatan, Selecao takluk 0-1 dari Bolivia. Kekalahan ini terjadi di Stadion El Alto yang berada di ketinggian 4.150 meter di atas permukaan laut.

Gol tunggal Bolivia pada laga tersebut menjadi kali pertama gawang Brasil kebobolan sejak Ancelotti duduk di kursi pelatih. Meskipun sudah memastikan lolos ke Piala Dunia 2026, hasil ini menyisakan catatan minor bagi tim Samba. Ketinggian ekstrem venue pertandingan menjadi sorotan utama dalam kekalahan ini.

Kekalahan ini juga menandai akhir kualifikasi yang kurang memuaskan bagi timnas Brasil, yang menutup kampanye di posisi kelima klasemen akhir dengan perolehan poin terendah sepanjang sejarah kualifikasi mereka. Kritikan tajam pun dilontarkan oleh komentator senior terkait kondisi pertandingan dan performa tim.

Kekalahan Perdana Timnas Brasil di Ketinggian Ekstrem

Timnas Brasil merasakan kekalahan pertamanya sejak ditangani Carlo Ancelotti saat bertandang ke markas Bolivia. Laga yang berlangsung di Stadion El Alto ini berakhir dengan skor 0-1 untuk keunggulan tuan rumah. Kekalahan ini menjadi sorotan karena merupakan kali pertama gawang Brasil kebobolan di bawah arahan Ancelotti.

Stadion El Alto dikenal memiliki tantangan tersendiri bagi para pemain, berada di ketinggian 4.150 meter di atas permukaan laut. Ketinggian ini bahkan 500 meter lebih tinggi dari ibu kota La Paz, yang juga sudah terkenal sebagai lokasi sulit bagi tim-tim tamu. Kondisi atmosfer yang tipis di ketinggian tersebut jelas mempengaruhi performa fisik para pemain.

Komentator senior asal Brasil, Galvao Bueno, secara tegas menyebut bermain di ketinggian tersebut sebagai "tindakan kriminal". Menurutnya, para pemain Brasil kesulitan bernapas dan tidak mampu bangkit sejak babak pertama. Ia bahkan mempertanyakan mengapa CONMEBOL dan FIFA membiarkan pertandingan sepak bola berlangsung di kondisi yang "tidak manusiawi" tersebut.

"Bermain di ketinggian 4.150 meter sungguh tidak manusiawi. Ini sebuah tindakan kriminal. Apakah CONMEBOL dan FIFA akan menunggu sampai terjadi bencana, tragedi, sampai ada pemain yang kehilangan nyawa dalam pertandingan sepak bola di ketinggian seperti ini?" katanya.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Lanjut Baca:

"Semua pihak seharusnya menekan lebih keras. Halo FIFA, bermain di ketinggian seperti ini adalah sebuah kejahatan.”

Halaman
Show All
Harley IkhsanTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan