6 Olahraga Ini Ternyata Asli dari Indonesia: Jadi Warisan Kebudayaan dan Mulai Dikenal Dunia

Indonesia dikenal sebagai negara dengan sejuta warisan budaya. Hal tersebut juga ditunjukkan dalam bidang olahraga, yang mana terdapat sejumlah olahraga asli Indonesia yang telah melekat dalam masyarakat dan mulai dikenal dunia.

Diterbitkan 08 September 2025, 06:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Indonesia dikenal sebagai negara dengan sejuta warisan budaya. Tidak hanya soal makanan atau karya seni, Nusantara memiliki keunggulan lain di bidang yang tak kalah penting, yaitu olahraga.

Sudah begitu banyak atlet yang mengharumkan nama bangsa. Mulai dari bulu tangkis, panjat tebing, hingga angkat beban, berbagai cabang olahraga telah memberikan medali bagi Indonesia di kancah internasional.

Meski begitu, terdapat sejumlah olahraga asli Indonesia yang sudah melekat sebagai identitas bangsa. Mereka dipertandingkan tak hanya untuk mencari juara, namun juga sebagai pengingat akan budaya yang tak akan pernah pudar.

Untuk mengenalkan pada masyarakat luar, beberapa cabang olahraga asli Indonesia sering didaftarkan untuk dipertandingkan pada level internasional seperti SEA Games maupun Asian Games.

Berikut adalah 6 jenis olahraga yang berasal dari Indonesia. Mulai dari bela diri, olahraga air, hingga permainan bola jaring, Indonesia memiliki berbagai jenis olahraga yang siap untuk lebih dikenal luas dunia.

6. Tarung Derajat

Berkembang di Bandung, Jawa Barat pada era 70an, tarung derajat awalnya dideklarasikan menjadi sebuah olahraga oleh seorang petarung jalanan, Achmad Drajat pada tahun 1972.

Layaknya sebuah olahraga bela diri, tarung derajat mengandalakan lima unsur yakni kekuatan, kecepatan, ketepatan, keberanian dan keuletan. Cabang olahraga ini resmi bergabung dengan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) pada 1977.

Tarung derajat memungkinkan dua petarung untuk saling memukul dan menendang selama pertandingan. Tak jarang mereka lebam atau bahkan berdarah akibat hantaman keras yang mengenai tubuh.

5. Ma'raga atau A'raga

Suku bugis tak pernah kehabisan warisan budaya yang sudah terbentuk selama turun temurun, salah satunya adalah olahraga Ma’raga. Olahraga tersebut diyakini merupakan nenek moyang dari sepak takraw yang sekarang dikenal secara luas.

Meski pada awalnya hanya dimainkan oleh kalangan bangsawan, antusias terhadap Ma’raga atau A’raga perlahan menjalar ke masyarakat biasa. Mulai dari atraksi hiburan dan perayaan, olahraga tersebut kini semakin kompetitif dan diperlombakan.

Seperti sepak takraw, Ma’raga menggunakan bola rotan yang disebut raga. Dengan jumlah pemain 5-15 orang, setiap pemain yang menerima raga harus menjaga agar bola tak jatuh ke tanah. Apabila gagal, sang pemain akan dianggap kalah.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Lanjut Baca:

Permainan ini merupakan olahraga khas Kerajaan Mataram. Berasal dari kata jemparing yang berarti anak panah, jemparingan merupakan olahraga panahan yang mengharuskan orang yang bermain untuk duduk bersila dan mengandalkan intuisi. Olahraga ini telah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Tak Benda Indonesia pada 21 Februari 2024. Jemparingan juga menjadi sarana akan pembelajaran nilai-nilai filosofi kehidupan. Pada permainannya, busur atau gendewa diposisikan di depan perut. Pemanah harus mengandalkan perasaan untuk mencapai sasaran yang disebut wong-wongan atau bandulan. Sasaran ini berbentuk tiang tegak dengan diameter sekitar 3 cm dan panjang 30 cm.

Halaman
Show All
Deniz Akbar, Harley IkhsanTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan