5 Fakta yang Jarang Diketahui Seputar Ballon d'Or: Pemenang Tertua hingga Satu-satunya Bek Pengoleksi 2 Gelar

Penghargaan pesepakbola terbaik di dunia, Ballon d'Or akan digelar pada bulan September tahun 2025 mendatang. Terdapat serba-serbi menarik soal gelaran penghargaan tahunan tersebut yang jarang diketahui.

Diterbitkan 29 Agustus 2025, 06:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Gelaran penghargaan bagi pesepak bola terbaik di dunia, Ballon d'Or akan dilaksanakan pada Senin (22/9/2025) mendatang. Terdapat 30 nama pemain yang sudah diumumkan masuk ke dalam nominasi tahun 2025 ini.

Paris Saint-Germain sebagai juara bertahan Champions League menyumbangkan pemain paling banyak pada daftar calon pemenang Ballon d'Or. Selain itu, terdapat nama-nama dari tim lain seperti Barcelona, Liverpool, hingga Real Madrid.

Pada tahun lalu, gelandang andalan Manchester City, Rodri berhasil merengkuh penghargaan Ballon d'Or setelah unggul atas bintang Real Madrid, Vinicius Junior yang menempati peringkat kedua.

Tentunya, banyak orang yang sudah mengetahui sejarah maupun daftar pemenang Ballon d'Or dari masa ke masa. Meski begitu, masih terdapat beberapa fakta yang jarang diketahui seputar ajang penghargaan tahunan tersebut.

Inilah 5 fakta menarik terkait Ballon d'Or sepanjang terselenggaranya ajang prestisius ini. Mulai dari pemain tertua hingga bek satu-satunya yang berhasil juara dalam dua edisi, Ballon d'Or menyimpan banyak cerita dari sudut pandang berbeda.

5. Pemain Tertua yang Rebut Gelar

Pada tahun 1956, gelandang asal Blackpool Stanley Matthews berhasil merengkuh penghargaan Ballon d'Or. Kala itu, ia sudah berusia 41 tahun dan menjadikannya pemain tertua yang memenangkan gelar tersebut.

Stanley Matthews sendiri melanjutkan kariernya di skena sepak bola profesional hingga umur 50 tahun. Setelah pensiun, ia memutuskan untuk meninggalkan Inggris dan menjadi menjadi pelatih klub sepak bola amatir.

Atas dedikasinya, ia dikenang oleh Blackpool serta para fansnya bak seorang pahlawan. Bahkan Final Piala FA tahun 1953 dikenal sebagai "Final Matthews" setelah ia membantu Blackpool menang dari ketertinggalan skor 3-1.

4. Masuk Nominasi Terbanyak Tanpa Menang

Kegemilangan Paul Scholes bersama Manchester United membawanya masuk ke dalam nominasi Ballon d'Or pada 5 edisi berbeda, yaitu tahun 2000, 2001, 2003, 2004, dan terakhir 2007.

Walau terbilang sukses bersama Setan Merah, Scholes tidak pernah jadi pemenang dalam ajang pemain terbaik yang diselenggarakan oleh France Football tersebut. Prestasi terbaiknya bahkan hanya menduduki peringkat ke-14 Ballon d'Or.

Sepanjang kariernya, gelandang yang kini berusia 50 tahun tersebut memenangkan total 25 trofi selama berseragam Setan Merah. Ia membantu MU jadi juara Premier League pada 11 musim berbeda dan rengkuh 2 trofi Champions League.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Lanjut Baca:

Sejak pertama kali diadakan pada tahun 1956, hanya ada satu perajin yang dipercaya untuk mengerjakan pembuatan Ballon d'Or tiap tahunnya. Mereka adalah perajin asal Prancis, Mellerio. Keluarga Mellerio merupakan perajin emas yang berasal dari Italia. Mereka kemudian pindah ke Prancis pada tahun 1515 dengan harapan mengembangkan produk dan penjualan. Dalam pengerjaannya, satu trofi Ballon d'Or butuh lebih dari 100 jam untuk bisa diselesaikan, dengan proses terumit yang dilakukan adalah menghasilkan bentuk bola bulat sempurna.

Halaman
Show All
Deniz Akbar, Harley IkhsanTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan