AC Milan yang Gemar CLBK, Berharap Kembali Sukses Bersama Massimiliano Allegri

AC Milan kembali mempercayakan tim kepada Massimiliano Allegri, sosok yang mempersembahkan Scudetto pada 2011.

Diperbarui 25 Agustus 2025, 12:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - "AC Milan dengan gembira mengumumkan penunjukkan Massimiliano Allegri sebagai pelatih kepala tim utama putra," tulis pengumuman resmi klub pada 30 Mei 2025.

I Rossoneri mengambil keputusan mengagetkan sekaligus mengherankan akhir musim lalu. Mengejutkan karena AC Milan memilih muka lama dalam upaya mengembalikan kejayaan.

Sebuah langkah berisiko mengingat Allegri baru saja gagal melakukannya. Dia dipinang Juventus pada 2021 usai mempersembahkan 12 trofi dalam periode 2014- 2019.

Namun, meski diberi waktu tiga tahun, mantan nakhoda Sassuolo dan Cagliari tersebut gagal mengangkat gelar lagi bersama La Vecchia Signora.

Meski begitu, AC Milan merasa kebijakan ini layak ditempuh. Terutama setelah eksperimen mempercayakan tim kepada generasi baru nakhoda (mulai Clarence Seedorf, Filippo Inzaghi, Sinisa Mihajlovic, Vincenzo Montella, hingga Gennaro Gattuso) gagal total.

Manuver memilih nakhoda asal Portugal Paulo Fonseca dan kemudian Sergio Conceicao juga tidak berbuah manis pada musim lalu.

I Rossoneri merasa peluang naik papan atas atau bahkan merebut gelar lebih menjanjikan bersama pelatih lokal berpengalaman, ketimbang berspekulasi lagi dengan menunjuk arsitek tidak teruji.

Stefano Pioli, sosok yang mengakhiri paceklik Scudetto AC Milan selama sebelas tahun setelah Allegri memenangkannya pada 2010/2011, jadi contoh sempurna. Allegri pun kembali terpilih.

Bekal Allegri di AC Milan Sambut Musim Depan

Tidak ada yang bisa menjamin Allegri bakal kembali sukses di San Siro. Pada periode pertamanya, dia langsung membawa AC Milan merebut Scudetto di musim debut 2010/2011. Namun setelahnya, lemari trofi klub tidak bertambah hingga akhirnya dipecat pada Januari 2014.

Allegri kini pulang ke tempat dirinya membangun nama. Dia diwariskan skuad kompetitif yang gagal menunjukkan kualitas sebenarnya sehingga terdampar di peringkat delapan Serie A musim lalu.

Demi membantunya mengangkat kinerja, manajemen memboyong Samuele Ricci, Luka Modric, Pietro Terracciano, Pervis Estupinan, Ardon Jashari, Koni De Winter, dan Zachary Athekame pada bursa transfer.

Hanya Estupinan yang hampir pasti langsung masuk tim utama. Sementara rekrutan terbesar Modric tidak mungkin diandalkan tiap pekan karena sudah berusia 39 tahun.

Namun, standar pemain yang dimiliki AC Milan saat ini jelas menurun karena banyaknya pilar yang hengkang. Daftarnya mencakup Tijjani Reijnders, Pierre Kalulu, Theo Hernandez, Emerson Royal, Malick Thiaw, dan terbaru Noah Okafor.

Stok Tipis AC Milan di Lini Depan

Musim 2010/2011, kesuksesan Allegri membawa AC Milan bertakhta tidak lepas dari pengaruh dua striker anyar: Zlatan Ibrahimovic dan Robinho. Keduanya total menyumbang 28 gol di Serie A dan membentuk trisula maut bersama Alexandre Pato.

Pada 2025/2026, Allegri tidak punya penyerang baru. Alvaro Morata justru dipinjamkan ke Como dan masa peminjaman Tammy Abraham dan Joao Felix tidak diperpanjang.

Usaha mendatangkan Rasmus Hojlund dari Manchester United juga hampir pasti gagal. Kalaupun sukses direkrut, sulit berharap Hojllund memberikan dampak besar seperti Ibrahimovic.

Tipisnya kedalaman lini depan AC Milan ini bisa jadi masalah besar jika Santiago Gimenez, Rafael Leao, Christian Pulisic, atau Samuel Chukwueze cedera.

Namun, manajemen tidak tinggal diam. Di sisa waktu selagi bursa transfer dibuka, usaha mendatangkan bomber baru terus dilakukan. Salah satu upaya adalah merekrut Victor Boniface asal Bayer Leverkusen.

Rekor Pelatih Comeback, Allegri Bakal Sukses di AC Milan?

Hanya waktu yang bisa menjawab apakah comeback Allegri ke San Siro berbuah trofi. Tidak diketahui juga berapa lama manajemen bakal memberinya kesempatan.

Yang jelas, kebijakan merekrut kembali nakhoda yang memberi klub prestasi bukanlah praktik aneh di Serie A. Langkah ini pun berbuah manis. AC Milan merasakan kisah sukses bersama Nereo Rocco. Sedangkan Juventus berjaya pada dua era ditangani Marcello Lippi.

Meski begitu, tidak semua comeback pelatih berakhir sukses. Arrigo Sacchi dan Fabio Capello gagal mengangkat tim menyusul masa keemasan di AC Milan.

Periode kedua Giovanni Trapattoni di Juventus tidak sesukses kurun pertama. Sementara siklus kedua Helenio Herrera dan Roberto Mancini di Inter Milan gagal total.

"Saya senang melihat bagaimana Allegri menyatukan tim usai gejolak musim lalu. Dia piawai mengelola tim," ungkap Sacchi dilansir Sempre Milan.

"AC Milan boleh coba mengejar Scudetto. Yang jelas mereka bukanlah favorit. Jika Milan bisa juara, maka itu akan jadi pencapaian luar biasa yang jarang terjadi," sambungnya.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Halaman
Show All
Harley IkhsanTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan