Mason Mount di Persimpangan Karier: Dari Bintang Chelsea ke Ancaman One Year Wonder

Mason Mount, mantan bintang muda Chelsea, berjuang menghidupkan kembali kariernya di Manchester United di tengah cedera dan performa menurun.

Diperbarui 11 Agustus 2025, 06:25 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta Nama Mason Mount pernah melambung tinggi saat menjadi bagian dari generasi muda Chelsea di era Frank Lampard.

Bersama Reece James, Christian Pulisic, dan sejumlah talenta akademi lain, Mount membawa The Blues kembali ke Liga Champions di tengah situasi finansial sulit usai kepergian Roman Abramovich.

Kala itu, Mount tampil memikat: lincah di sepertiga akhir lapangan, berani melewati dua hingga tiga lawan, dan punya tembakan keras serta akurat dari luar kotak penalti.

Gayanya mengundang perbandingan dengan Frank Lampard, dan banyak yang memprediksi ia akan menjadi pilar timnas Inggris di masa depan.

Penurunan Performa dan Kepergian ke Rival

Sayangnya, kilau itu meredup cepat. Setelah musim terbaiknya, Mount tak lagi konsisten, membuat sejumlah pelatih Chelsea frustrasi.

Pada akhirnya, sang 'anak emas' akademi dilepas ke Manchester United, sebuah langkah yang mengejutkan mengingat rivalitas kedua klub.

Di Old Trafford, alih-alih membungkam kritik, Mount justru kesulitan mendapat tempat di tim utama. Rangkaian cedera mengganggu ritmenya, dan kepercayaan publik terhadap kemampuannya kian terkikis.

Kepercayaan dari Amorim, Tekanan dari Garnacho

Pelatih baru United, Ruben Amorim, tetap menunjukkan keyakinan pada Mount, bahkan memberinya tempat di laga-laga besar seperti final Liga Europa.

Keputusan itu mengorbankan Alejandro Garnacho yang kala itu dalam performa lebih baik, hingga memicu rumor transfer sang winger muda.

Bagi Mount, dukungan ini adalah kesempatan langka untuk membalikkan narasi. Di usia 26 tahun, ia harus bekerja lebih keras dari sebelumnya untuk membuktikan dirinya layak berada di level tertinggi.

Menghindari Label One Year Wonder

Istilah One Year Wonder telah menjadi momok bagi banyak pemain muda Inggris yang gagal mempertahankan performa awal mereka.

Mason Mount kini berada di titik kritis: Bangkit dan membangun kembali reputasinya, atau selamanya dikenang sebagai bintang yang hanya bersinar sekejap.

 
 

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Lanjut Baca:

Donald Trump Siap Hadir di Final Piala Dunia 2026 dan Serahkan Trofi Juara

Richard Andreas LuturmasTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan
  • liputan6
    Liga Inggris atau lebih dikenal dengan Liga Primer Inggris merupakan kompetisi utama di Inggris yang diikuti 20 tim untuk mendapatkan gelar
    Liga Inggris
  • Manchester United, salah satu klub papan atas Liga Inggris. MU adalah klub tersukses di sejarah Liga Inggris modern
    Manchester United FC adalah klub sepak bola profesional yang berbasis di Old Trafford, Manchester Raya. MU bermain di Premier League.
    Manchester United
  • Chelsea Football Club musti menunggu hampir 50 tahun untuk kembali merengkuh trofi Liga Primer Inggris keduanya setelah pada musim 2004-2005
    Semua berita tim, statistik tim, transfer pemain dan lainnya tentang Chelsea FC yang memiliki julukan The Blues
    Chelsea
  • Mason Mount adalah pesepak bola asal Inggris yang bermain untuk klub Premier League Chelsea.
    Mason Mount adalah pesepak bola asal Inggris yang bermain untuk klub Premier League Chelsea.
    Mason Mount
  • Premier League