Anomali Persebaya Surabaya di Awal Musim BRI Super League 2025/2026: Bajul Ijo yang Dulu Gacor, Kini Bocor!

Apa yang dialami Persebaya pada awal musim 2025/2026 adalah anomali jika dibanding musim lalu.

Diperbarui 08 Agustus 2025, 22:59 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta Persebaya Surabaya membuka perjalanan di BRI Super League 2025/2026 dengan catatan yang jauh dari ekspektasi. Musim lalu, Bajul Ijo tancap gas sejak awal, hanya sekali kalah hingga pekan ke-16, dan masuk kandidat juara.

Namun, di musim ini, start mereka justru tersendat dengan kekalahan di laga pembuka. Apa yang dialami Persebaya pada awal musim 2025/2026 adalah anomali jika dibanding musim lalu.

Menjamu tim promosi PSIM Yogyakarta di Stadion Gelora Bung Tomo, Jumat (8/8/2025), Persebaya harus mengakui keunggulan tamunya dengan skor tipis 0-1.

Gol tunggal yang dicetak Ezequiel Vidal pada menit 90+2 menjadi pembeda sekaligus mengunci debut manis PSIM di kasta tertinggi. Kekalahan ini memutus harapan Persebaya untuk mengulang performa impresif seperti musim lalu.

Secara permainan, Persebaya sebenarnya tampil menekan dan mencoba mengontrol jalannya laga. Namun, rapatnya lini belakang PSIM dan efektivitas serangan balik lawan, membuat Green Force tak berkutik.

Catatan Buruk Bajul Ijo yang Berlanjut

Kekalahan dari PSIM menambah derita Persebaya dengan enam laga beruntun tanpa kemenangan, bila menghitung rentetan hasil dari musim lalu. Dalam periode tersebut, Bajul Ijo juga selalu kebobolan, menandakan adanya masalah di lini pertahanan yang belum terpecahkan.

Selain itu, catatan positif Persebaya saat menjamu PSIM juga terhenti. Sebelum laga ini, Green Force tak pernah kalah dalam dua pertemuan terakhir melawan Laskar Mataram.

Kali terakhir keduanya bertemu terjadi pada Agustus 2017, di mana Persebaya menang tipis 2-1. Kekalahan kali ini menjadi pukulan telak, mengingat mereka bermain di hadapan publik sendiri.

Awal Musim yang Berbanding Terbalik

Musim lalu, Persebaya menjadi salah satu tim dengan start terbaik di liga. Dari 16 laga awal, mereka hanya sekali kalah, meraih tiga hasil imbang, dan sisanya kemenangan. Performa tersebut membuat mereka masuk dalam persaingan papan atas hingga pertengahan musim.

Namun, musim ini justru dibuka dengan catatan minor. Kekalahan di laga pertama menjadi sinyal bahaya yang tak boleh diabaikan, apalagi tren enam laga tanpa kemenangan sudah menempel di papan catatan mereka.

Persebaya harus segera menemukan kembali ritme permainan jika tak ingin kehilangan momentum di awal musim.

Sumber: I.League

Klasemen BRI Super League 2025/2026

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Lanjut Baca:

Kakak Cristiano Ronaldo Isyaratkan Piala Dunia 2026 Jadi Panggung Terakhir Sang Bintang

Asad ArifinTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan