3 Pelajaran dari Laga Daegu vs Barcelona: Kebangkitan Gavi, Eksperimen Bek Tengah, Dani Olmo Kurang Menggigit

Hansi Flick mencoba komposisi pemain dan taktik yang variatif. Eksperimen itu pun membuahkan hasil positif.

Diperbarui 05 Agustus 2025, 11:44 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta Barcelona menutup tur Asia mereka dengan kemenangan meyakinkan atas Daegu FC. Tim asuhan Hansi Flick tampil dominan dan meraih hasil 5-0 dalam laga persahabatan tersebut. Kemenangan ini menjadi penegas performa apik Barca sepanjang pramusim.

Hasil tersebut merupakan cerminan dari fondasi baru yang sedang dibangun Flick. Berbeda dari laga sebelumnya, pelatih asal Jerman itu mencoba komposisi pemain dan taktik yang variatif. Eksperimen itu pun membuahkan hasil positif.

Dua gol dari Gavi dan Lewandowski di babak pertama, serta tambahan dari Toni Fernandez dan Marcus Rashford setelah jeda, menunjukkan ketajaman lini depan. Sementara itu, catatan clean sheet pertama jadi kabar baik untuk pertahanan. Berikut tiga hal yang bisa dipetik dari kemenangan atas Daegu FC.

Gavi Mulai Bangkit

Musim lalu, Gavi sempat diragukan karena baru pulih dari cedera panjang. Ia harus menepi hampir setahun akibat cedera ACL dan butuh waktu untuk kembali ke level terbaik.

Flick pun tak terburu-buru dalam mengembalikan Gavi ke tim utama. Prosesnya berjalan hati-hati, baik dari sisi pelatih maupun sang pemain. Kini, hasilnya mulai terlihat jelas di pramusim.

Di laga kontra Daegu FC, Gavi mencetak dua gol dan tampil menonjol. Bermain bersama Frenkie de Jong di lini tengah, ia menunjukkan visi, ketenangan, dan agresivitas. Finishing-nya pun menunjukkan bahwa ia sudah benar-benar siap.

Kedua golnya bukanlah gol mudah dan penyelesaiannya begitu apik. Gavi tampak bugar dan percaya diri, sebuah sinyal positif bagi Barcelona. Musim ini bisa jadi momen kebangkitannya.

Percobaan di Posisi Bek Tengah

Flick kembali membuat kejutan dengan menurunkan Gerard Martin sebagai bek tengah. Ia berduet dengan Ronald Araujo meski Barca masih punya beberapa bek tengah murni. Eksperimen ini mengindikasikan rencana jangka panjang Flick terhadap Martin.

Martin sudah bermain di posisi serupa saat menghadapi FC Seoul dan ia kembali dipercaya sejak awal. Hasilnya, Martin tampil solid dengan kontribusi satu assist, satu peluang besar, dan tujuh aksi defensif. Performanya menunjukkan perkembangan signifikan.

Dengan Pau Cubarsi cedera dan Inigo Martinez belum bugar sepenuhnya, peran Martin makin krusial. Flick harus berpikir ulang sebelum melepas salah satu bek tengahnya. Persaingan di posisi ini akan sangat penting musim depan.

Dani Olmo Harus Lebih Tajam

Dani Olmo tampil di babak kedua dan sebenarnya punya beberapa momen bagus. Ia mencatatkan dua key pass, satu peluang besar, dan tiga tembakan tepat sasaran. Secara teknis, Olmo tampak nyaman dan aktif.

Namun, masalahnya ada pada penyelesaian akhir dan pengambilan keputusan. Olmo kurang menggigit. Ia beberapa kali memilih menembak sendiri daripada memberi umpan ke rekan yang lebih bebas. Hasilnya, ia gagal mencetak gol maupun assist.

Dalam persaingan lini tengah yang padat, Olmo tak bisa tampil setengah hati. Posisi starter miliknya terancam oleh pemain seperti Fermin Lopez, Pedro, hingga Toni Fernandez. Untuk mempertahankan tempatnya, Olmo harus lebih efisien dan tidak egois di lapangan.

Sumber: Barca Universal

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Lanjut Baca:

Jadwal MotoGP Jerman 2026 dan Link Live Streaming

Gia Yuda PradanaTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan