Memahami Alasan Manchester United: Kenapa Pilih Sesko dan Bukan Watkins?

Manchester United incar Benjamin Sesko dari RB Leipzig. Striker muda ini dinilai cocok untuk skema Ruben Amorim, tapi risikonya tidak kecil.

Diperbarui 31 Juli 2025, 12:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta Manchester United kembali berburu striker baru. Kali ini, fokus mereka mengarah pada sosok muda bertalenta tinggi: Benjamin Sesko dari RB Leipzig.

Pemain asal Slovenia itu masih berusia 22 tahun, namun sudah mencatatkan 21 gol musim lalu dan disebut cocok untuk sistem 3-4-3 racikan Ruben Amorim.

MU memang tengah mencari solusi jangka panjang di lini depan. Nama Ollie Watkins sempat masuk radar, namun usia dan harga menjadi ganjalan besar.

Kini Sesko dianggap sebagai opsi “one and done” yang bisa menyelesaikan masalah striker United untuk beberapa musim ke depan, jika semua berjalan lancar.

MU Jadikan Benjamin Sesko Prioritas Utama

Manchester United dan RB Leipzig telah memulai pembicaraan awal terkait kemungkinan transfer Benjamin Sesko. Meski masih tahap awal, klub Inggris itu sudah memprioritaskan nama Sesko di daftar belanja mereka.

Hal ini selaras dengan keinginan Amorim yang ingin menanamkan fondasi jangka panjang lewat pemain muda dengan potensi besar.

Kontrak Sesko di Leipzig berlaku hingga 2029. Namun, klausul tak tertulis memungkinkan dia hengkang jika ada tawaran dari klub top senilai 80-90 juta euro.

Nilai itu tentu tidak murah, tapi United tampaknya siap berjudi demi mendapatkan striker yang secara taktis dianggap sesuai dengan filosofi sang pelatih baru.

Sesko tampil impresif di musim 2024/25 dengan 21 gol dari 45 penampilan di semua kompetisi. Ia menjadi striker dengan gaya eksplosif yang menggabungkan kecepatan, fisik, dan naluri mencetak gol dari berbagai posisi.

Tak heran, perbandingan dengan Erling Haaland kerap muncul, meski Sesko sendiri belum berada di level itu secara konsistensi dan presisi.

Profil Benjamin Sesko: Kekuatan, Potensi, dan Kekurangan

Sesko adalah penyerang bertinggi 195 cm dengan kombinasi langka: cepat, kuat, dan punya tembakan keras. Ia bisa mencetak gol dengan kaki kiri, kanan, maupun sundulan.Shot map musim lalu menunjukkan bahwa ia tak segan mencoba dari luar kotak penalti maupun dari jarak dekat, tanda keyakinan tinggi pada kemampuannya.

Namun, di balik potensinya, Sesko masih menyimpan kekurangan yang bisa jadi bumerang. Ia cenderung terburu-buru saat mengambil keputusan di depan gawang dan belum terlalu halus dalam pergerakan di kotak penalti.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Lanjut Baca:

Tendangannya sering terlalu keras hingga mudah diblok bek lawan atau terbaca kiper. Ia pun kadang terlalu fokus menembak ketimbang melihat rekan yang berada di posisi lebih baik. Meski demikian, perkembangan Sesko patut diapresiasi. Ia kini lebih sering turun membantu build-up, walau belum sematang pemain seperti Harry Kane atau Alexander Isak. Yang menarik, ketika diberi ruang dan waktu terbatas, justru keputusan Sesko sering lebih baik, indikasi bahwa ia masih butuh penyederhanaan peran di fase awal kariernya di klub besar.

Halaman
Show All
Richard Andreas LuturmasTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan