Ringkasan Final CWC 2025: Ditunda 8 Menit, President Trump, Cole Palmer Menggila, dan Chelsea Kantongi Rp2,5 Triliun

Chelsea menundukkan PSG 3-0 di final Club World Cup. Cole Palmer mencetak dua gol, Enzo Maresca raih trofi keduanya, dan insiden pascalaga mewarnai kemenangan.

Diperbarui 14 Juli 2025, 06:26 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Ketegangan Pascapertandingan Warnai Kemenangan Chelsea

Kemenangan Chelsea diwarnai insiden usai laga. Luis Enrique, pelatih PSG, terekam kamera mendorong Joao Pedro dalam keributan yang juga melibatkan Donnarumma, Hakimi, dan Andrey Santos. Pedro sempat jatuh ke lapangan sebelum situasi diredam oleh staf kedua tim.

Emosi PSG sudah memuncak sejak kartu merah Joao Neves akibat menarik rambut Cucurella di menit ke-83. Kekalahan menyakitkan ini membuat PSG kehilangan ketenangan dan mengakhiri pertandingan dengan rasa frustrasi.

Meski demikian, para pemain Chelsea tetap melanjutkan perayaan mereka bersama suporter. Momen itu menjadi kontras yang mencolok antara euforia kemenangan dan kekacauan di kubu lawan.

Palmer Kembali ke Puncak, Jadi Motor Serangan Chelsea

Palmer tampil sebagai tokoh sentral kemenangan Chelsea. Kedua golnya menunjukkan kualitas teknis dan ketenangan luar biasa. Ia tak mengandalkan kekuatan, tapi ketepatan dalam menempatkan bola melewati kiper setinggi 195 cm seperti Donnarumma.

Pergerakan Palmer begitu efektif berkat dukungan dari rekan setimnya yang membuka ruang. Ia tahu kapan bergerak, kapan melepas bola, dan bagaimana menempatkan diri di half-space—baik di kiri maupun kanan—untuk menjadi pembeda.

Setelah musim naik-turun, performa Palmer di panggung besar menjadi jawaban atas semua keraguan. Ia tak hanya mencetak gol, tapi juga memimpin tim dengan ketenangan dan visi bermain. Di tangan Palmer, Chelsea punya jantung serangan yang bisa diandalkan.

 
 

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Halaman
Show All
Richard Andreas LuturmasTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan