Tersingkir dari Real Madrid, Juventus Tetap Punya Pahlawan: Di Gregorio Cetak 10 Saves!

Juventus harus mengakhiri perjalanannya di Piala Dunia Antarklub 2025 lebih cepat usai disingkirkan Real Madrid. Michele Di Gregorio tampil luar biasa menjaga gawang Bianconeri.

Diperbarui 02 Juli 2025, 12:27 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta Juventus harus mengakhiri perjalanannya di Piala Dunia Antarklub 2025 lebih cepat. Mereka tersingkir usai kalah 0-1 dari Real Madrid di babak 16 besar, Rabu (2/7/2025).

Namun, kekalahan itu tak sepenuhnya mencerminkan performa seluruh pemain Juventus. Michele Di Gregorio tampil luar biasa menjaga gawang Bianconeri.

Kiper asal Italia itu menjadi tembok terakhir yang tangguh di tengah dominasi Madrid. Ia membuat sederet penyelamatan penting sepanjang laga.

Sayangnya, performa impresif Di Gregorio tak cukup membawa Juventus lolos. Real Madrid mencetak satu-satunya gol lewat sundulan Gonzalo Garcia.

Di Gregorio, Tembok Terakhir Juventus

Menghadapi tekanan bertubi-tubi dari lini serang Madrid, Di Gregorio bekerja ekstra keras. Kiper berusia 26 tahun itu mencatatkan total 10 penyelamatan dalam laga yang digelar di Hard Rock Stadium.

Empat di antaranya berasal dari tembakan di dalam kotak penalti. Ia juga sempat menggagalkan tendangan salto Federico Valverde di menit ke-61 yang nyaris berbuah gol.

Di Gregorio menjadi satu-satunya pemain Juventus yang benar-benar tampil menonjol. Ia berulang kali menyelamatkan tim dari kebobolan lebih banyak.

Dominasi Madrid Terlalu Sulit Dihentikan

Real Madrid tampil mendominasi dengan penguasaan bola 58 persen. Mereka juga melepaskan 21 tembakan, dengan 11 di antaranya mengarah tepat ke gawang Juventus.

Juventus sendiri kesulitan menciptakan peluang berarti. Dari enam percobaan, hanya dua yang mengarah ke gawang.

Minimnya dukungan dari lini belakang dan serangan membuat kerja Di Gregorio jadi sia-sia. Meski tampil brilian, Juventus tetap harus angkat koper dari turnamen ini.

Komentar Tudor soal Kekalahan Juventus

Pelatih Juventus, Igor Tudor, tetap memberikan apresiasi kepada para pemainnya meskipun hasil akhir tak berpihak. Ia menilai para pemain telah menjalankan instruksi dengan baik dan berjuang maksimal.

"Saya harus memberi pujian kepada para pemain, mereka setia pada rencana permainan dan sudah memberikan segalanya," ujar Tudor. "Dalam kondisi yang melelahkan, saya juga harus mengatur rotasi untuk mencegah cedera."

Tudor menekankan bahwa pertandingan ini punya nilai penting bagi timnya. "Kami telah memberikan yang terbaik, laga seperti ini sangat berguna bagi kami."

"Pertandingan malam ini jauh lebih berarti dibanding saat melawan City," tambahnya. "Para pemain menghadapinya dengan sikap yang tepat—tahu bagaimana bertahan, tapi juga menciptakan peluang berbahaya."

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Lanjut Baca:

Selandia Baru vs Mesir: Mohamed Salah Sebut Kemenangan Bersejarah The Pharaohs sebagai Pencapaian Besar

Aga Deta AndityaTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan