Begini Duduk Perkara Kontroversi Pemecatan Imran Nahumarury dan Yeyen Tumena dari Malut United

Polemik pemecatan Imran Nahumarury dan Yeyen Tumena dari peran pelatih dan Direktur Teknik klub Malut United akhirnya menemui titik terang

Diperbarui 25 Juni 2025, 10:42 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta Polemik pemecatan Imran Nahumarury dan Yeyen Tumena dari jajaran pelatih Malut United akhirnya menemui titik terang. Manajemen klub asal Maluku Utara itu buka suara dan menjelaskan duduk perkara yang memicu keputusan tegas tersebut.

Imran yang menjabat sebagai pelatih kepala dan Yeyen sebagai Direktur Teknik resmi didepak dari skuad berjuluk Laskar Kie Raha. Secara prestasi, mereka cukup sukses dengan membawa Malut United bersaing di papan atas BRI Liga 1 2024/2025.

Faktor itu membuat kabar pemecatan Imran dan Yeyen awalnya menjadi buah bibir publik sepak bola nasional. Apalagi, keduanya dikenal sebagai sosok yang punya reputasi dan pengalaman panjang di dunia sepak bola Tanah Air. Termasuk sebagai mantan pemain.

Namun, seperti dijelaskan Wakil Manajer Malut United, Asghar Saleh, keputusan itu tidak diambil secara gegabah. Tapi kami tidak bisa menutup mata atas berbagai praktik tidak pantas yang dilakukan keduanya," tegas Asghar dikutip dari Antara.

Dugaan Pemotongan Gaji dan 'Setoran' untuk Bermain

Asghar mengungkapkan bahwa pemecatan Imran dan Yeyen dilatarbelakangi oleh serangkaian pelanggaran serius yang telah berlangsung sejak keduanya masih memimpin tim di Liga 2. Pihak klub sempat memberi kesempatan, akan tetapi pelanggaran itu diulang.

"Kami kecewa berat. Ada pemain yang mengaku harus menyetor uang agar bisa bermain. Fee pemain juga diambil dan itu jelas melanggar," ungkap Asghar.

Menurut Asghar, manajemen Malut United punya bukti bahwa Imran dan Yeyen telah melakukan pemotongan gaji dan penarikan uang dari pemain. Bukan hanya pemain lokal, Asghar juga menyebut perlakuan itu terjadi pada pemain asing.

Pada kasus pemain lokal, Asghar menyebut jika hampir semua pemain lokal pernah dimintai uang agar bisa mendapat menit bermain bersama Malut United.

Imran Minta Maaf, Yeyen Masih Bungkam

Dalam kesempatan yang sama, Asghar juga menyampaikan bahwa Imran Nahumarury telah menyampaikan permintaan maaf pada klub lewat surat. Dalam surat tersebut, Imran mengakui kesalahannya dan berjanji tidak akan mengulanginya, serta tidak akan membuat klarifikasi sepihak di media.

“Kami menerima permintaan maaf itu dengan lapang dada dan berharap ini menjadi pelajaran pribadi bagi Imran,” kata Asghar.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Lanjut Baca:

Namun, berbeda dengan Imran, Yeyen Tumena hingga kini belum menunjukkan itikad serupa. Manajemen Malut United pun menyatakan siap menempuh jalur hukum jika tidak ada penyelesaian secara baik-baik. “Kalau Yeyen tidak ada itikad baik, kami akan bawa ke jalur hukum. Ini bukan soal pribadi, tapi soal menjaga integritas klub dan dunia sepak bola Indonesia,” tegas Asghar.

Halaman
Show All
Asad ArifinTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan