Dari Takhta Juara ke dalam Jurang: Lyon, Utang, dan Degradasi yang Mengguncang

Pemilik Lyon, John Textor, yang juga pemilik saham di Crytal Palace, sudah berupaya keras agar keputusan ini tak jadi kenyataan.

Diperbarui 25 Juni 2025, 09:47 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

UEFA melarang dua klub di bawah kepemilikan yang sama tampil di kompetisi yang sama. Lyon finis di posisi enam Ligue 1, lebih tinggi dari Palace. Berdasarkan aturan, Lyon berhak atas tempat di Eropa, bukan Palace.

Namun, degradasi Lyon bisa membuat mereka kehilangan hak tersebut. Saat ini, Palace diselubungi atmosfer penuh kecemasan. Klub London itu menunggu kejelasan apakah hasil Lyon musim lalu akan dihapus sepenuhnya.

Banding dan Ketidakpastian yang Berlanjut

Lyon telah memastikan akan mengajukan banding terhadap keputusan ini. Jika gagal, mereka bisa melanjutkan proses hukum lebih jauh, yang artinya proses ini tak akan cepat selesai.

Pertanyaan pun muncul: apakah Lyon bisa menunda eksekusi degradasi hingga proses banding rampung? Apakah Textor bisa benar-benar meyakinkan otoritas bahwa Lyon telah membaik secara keuangan?

Sementara itu, Palace terjebak dalam ketidakpastian. Bisa jadi, mereka mungkin harus menunggu lebih lama. Bahkan klub seperti Nottingham Forest ikut mencermati, berharap Palace kehilangan tiket Eropa, yang bisa dialihkan ke mereka.

Di tengah ketidakpastian itu, kisah Lyon menjadi pengingat keras: kejayaan masa lalu tak cukup untuk menyelamatkan klub dari badai utang. Dari takhta juara, kini mereka divonis masuk jurang, dan harus memulai lagi dari bawah.

Sumber: BBC Sport

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Halaman
Show All
Gia Yuda PradanaTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan