Barisan Pemain Dalam Sejarah Sepak Bola Inggris yang Pernah Disanksi Gara-gara Narkoba: Legenda Man United & Eks Man City Ikut Kena

Berikut sejumlah pemain dalam sejarah sepak bola Inggris yang pernah terkena sanksi terkait narkoba.

Diperbarui 21 Juni 2025, 23:54 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

"Saya seharusnya mendengarkannya. Jika saya mendengarkannya, saya tidak akan pernah mengalami masalah seperti ini. Semua kekacauan ini akhirnya menghambat karier saya."

Rio Ferdinand: Bukan Positif, Tapi Gagal Hadir dalam Tes

Rio Ferdinand tak pernah dinyatakan positif narkoba, namun kasusnya tetap mencoreng namanya. Pada 2003, ia dilarang bermain selama delapan bulan karena mangkir dari tes narkoba yang dijadwalkan FA.

Saat itu, Ferdinand mengaku lupa dan pergi makan siang, baru menyadari panggilan tersebut setelah semuanya terlambat. Ia juga dijatuhi denda sebesar £50.000 dan harus absen di Euro 2004. Legenda Manchester United itu kemudian coba menjelaskan penyebab hingga langkah aneh yang harus ia lakukan demi membersihkan namanya.

“Seorang pria datang ke tempat latihan untuk melakukan tes narkoba dan saya lupa bahwa ia ada di sana dan pergi makan siang. Saya melihat pesan-pesan saya dan menyadari bahwa saya tidak hadir. Saya bilang saya akan kembali tetapi mereka sudah pergi dan semuanya berawal dari situ,” ungkap Ferdinand kepada Stripped with Specs & Vuj.

“Alasan saya mencukur rambut cornrow adalah karena tes narkoba. Saya dilarang tampil karena tidak mengikuti tes narkoba dan untuk membuktikan ketidakbersalahan saya bahwa saya tidak mengonsumsi zat apa pun, saya harus membiarkan rambut saya tumbuh sepanjang dua inci agar saya bisa menjalani tes folikel rambut yang dilakukan setahun atau 18 bulan yang lalu.”

Adrian Mutu: Denda Fantastis Usai Tersandung Narkoba

Chelsea pernah dibuat pusing oleh kasus besar yang melibatkan salah satu rekrutan mahal mereka, Adrian Mutu. Pemain asal Rumania itu gagal mempertahankan tempatnya di tim setelah terbukti mengonsumsi kokain pada September 2004.

Musim pertamanya cukup menjanjikan dengan 10 gol, tetapi hubungannya yang memburuk dengan Jose Mourinho membuat situasi makin rumit. Ia akhirnya dikeluarkan dari tim dan memicu sengketa hukum jangka panjang.

Mutu dijatuhi kewajiban membayar £15,2 juta kepada Chelsea atas pelanggaran kontrak. Namun, ia berhasil membangun kembali kariernya di Serie A, mencetak gol konsisten untuk Fiorentina selama lima musim.

Nathan Blake: Akhir Karier yang Menyedihkan

Nathan Blake sempat tampil impresif bersama beberapa klub seperti Bolton dan Blackburn Rovers. Tetapi nasib buruk menimpanya pada 2005 silam.

Saat itu ia terkena sanksi larangan enam bulan akibat pelanggaran terkait narkoba. Blake saat itu sedang berstatus tanpa klub setelah dilepas oleh Leicester City.

Usai menjalani hukuman, ia sempat mencoba bangkit di klub amatir Newport County. Sayangnya kariernya hanya bertahan sebentar sebelum akhirnya memutuskan pensiun.

Abel Xavier: Dihukum karena Doping

Abel Xavier yang menjadi pemain Premier League pertama yang dijatuhi hukuman karena penggunaan zat terlarang yang tergolong sebagai doping. Eks bek kanan  Liverpool dan Everton ini dinyatakan bersalah karena mengonsumsi steroid anabolik bernama methandrostenolone atau dianabol.

Saat itu ia berstatus sebagai pemain Middlesbrough. Hasil tes positifnya terdeteksi setelah pertandingan Piala UEFA kontra Skoda Xanthi pada September 2005.

Bek asal Portugal ini awalnya dihukum 18 bulan, namun masa hukumannya dipangkas menjadi 12 bulan setelah ia mengajukan banding. Xavier kemudian kembali bermain untuk Middlesbrough pada musim 2006/2007, meski larangan tersebut membuatnya absen dari perjalanan tim hingga ke final Piala UEFA.

Paddy Kenny: Ketidaksengajaan yang Berbuah Sanksi Berat

Paddy Kenny mengalami masa sulit usai diketahui positif menggunakan efedrin, yang terkandung dalam obat batuk yang dikonsumsinya, saat liburan musim panas 2009. Momen itu terjadi tidak lama setelah Sheffield United dikalahkan Burnley di final play-off.

“Semuanya terungkap bahwa saya pernah dikenai narkoba. Sampai hari ini saya masih ditanya, 'Apakah Anda mabuk?' Tetapi saya dikenai hukuman karena kelalaian, itulah bedanya," ujar Kenny menjelaskan.

“Saya dinyatakan tidak bersalah atas kecurangan karena itu adalah kesalahan yang nyata, tetapi saya dikenai sanksi karena kelalaian karena saya seharusnya tahu apa yang saya konsumsi, dan itu adalah tanggung jawab saya. Itu adalah masa sulit dalam hidup saya. Beruntungnya, Sheffield United mendukung saya, dan itu luar biasa.”

Kolo Toure: Niat Jaga Berat Badan Berujung Petaka

Kolo Toure harus menerima kenyataan pahit ketika dirinya gagal tes doping pada Maret 2011, setelah secara tak sengaja mengonsumsi pil milik istrinya. Akibat insiden tersebut, ia dijatuhi larangan bermain selama enam bulan.

Hukuman itu membuatnya absen dalam kemenangan Manchester City di final Piala FA melawan Stoke City. Selain itu Toure juga menerima denda setara enam minggu gaji dari pihak klub.

“Saya sangat berhati-hati dengan berat badan saya" ungkap Toure kepada BBC. “Berat badan saya naik turun sedikit dan ketika berat badan Anda naik dua, tiga atau empat kilogram, Anda menjadi pemain yang berbeda," serunya.

"Jadi saya minum sesuatu untuk membuat saya lebih sering ke toilet. Saya tidak tahu bahwa saya telah melakukan kesalahan. Ketika saya mengetahuinya, saya terkejut," akunya.

(Planet Football)

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Halaman
Show All
Dimas Ardi PrasetyaTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan