Jejak Sanksi Doping di Sepak Bola Inggris: Dari Rio Ferdinand hingga Mykhailo Mudryk

Kasus dugaan pelanggaran doping kembali mengguncang sepak bola Inggris. Kali ini, sorotan tertuju pada winger Chelsea, Mykhailo Mudryk.

Diperbarui 20 Juni 2025, 15:31 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Akibatnya, ia absen hampir sepanjang musim 2003/2004 bersama MU dan tidak tampil di Euro 2004. Ia juga dikenai denda sebesar 50.000 pounds.

4. Adrian Mutu

Adrian Mutu bukan satu-satunya pemain Chelsea yang bermasalah dengan narkoba pada awal 2000-an. Penyerang asal Rumania itu sempat dilarang bermain setelah terbukti menggunakan kokain pada 2004.

Ia sempat jadi rekrutan mahal di era awal Roman Abramovich dan mencetak 10 gol di musim pertamanya. Namun, hubungannya yang memburuk dengan Jose Mourinho membuatnya tersingkir dari skuad juara musim 2004/2005.

Mutu lalu terseret kasus hukum panjang dan diwajibkan membayar 15,2 juta pounds ke Chelsea. Meski sempat terpuruk, ia bangkit di Serie A bersama Fiorentina dan tampil tajam selama lima musim.

5. Nathan Blake

Nathan Blake dikenal sebagai mantan penyerang Timnas Wales yang pernah memperkuat klub seperti Bolton, Blackburn, dan Wolves. Namun, kariernya harus berakhir sedih setelah dijatuhi sanksi enam bulan karena penggunaan narkoba rekreasional pada Agustus 2005.

Saat menerima hukuman, Blake berstatus tanpa klub usai dilepas Leicester City beberapa bulan sebelumnya. Ia sempat kembali bermain di level non-liga bersama Newport County, tetapi hanya bertahan beberapa bulan sebelum pensiun.

Blake sempat jadi sosok penting di sejumlah klub kasta atas dan bawah Inggris. Sayangnya, insiden tersebut menutup perjalanan kariernya lebih cepat dari yang seharusnya.

6. Abel Xavier

Abel Xavier menjadi pemain pertama di Premier League yang dihukum karena penggunaan zat peningkat performa. Eks pemain Liverpool dan Everton ini kedapatan menggunakan methandrostenolone saat membela Middlesbrough di ajang UEFA Cup.

Tes positif tersebut muncul usai laga melawan Skoda Xanthi pada September 2005. Xavier dijatuhi larangan bermain selama 18 bulan, yang kemudian dikurangi menjadi 12 bulan setelah banding.

Meski sempat kembali bermain di musim 2006/07, ia melewatkan perjalanan bersejarah Middlesbrough ke final UEFA Cup. Kariernya pun tak pernah benar-benar pulih setelah insiden tersebut.

7. Paddy Kenny

Pada musim panas 2009, Paddy Kenny mendapati dirinya positif mengandung ephedrine usai liburan. Zat tersebut ternyata berasal dari obat batuk yang dikonsumsinya tanpa pengecekan lebih dulu.

Ia mengaku tidak berniat curang dan tidak tahu bahwa obat itu mengandung zat terlarang. Meski demikian, ia dinyatakan bersalah karena lalai dalam menjaga kewaspadaan terhadap apa yang diminum.

Kenny menyebut masa itu sebagai periode sulit dalam hidupnya. Beruntung, Sheffield United tetap memberi dukungan penuh kepadanya.

8. Kolo Toure

Kolo Toure sempat menjalani masa sulit saat dinyatakan positif doping pada Maret 2011. Ia diketahui mengonsumsi pil diet milik istrinya tanpa memahami risiko yang bisa ditimbulkan.

Akibatnya, Toure dijatuhi larangan bermain selama enam bulan dan tak bisa memperkuat Manchester City di final Piala FA. Klub juga memberinya denda sebesar enam pekan gaji.

Ia mengaku tidak sadar telah melanggar aturan dan hanya ingin mengontrol berat badan. "Saat tahu saya bersalah, saya benar-benar terkejut," ujarnya kepada BBC.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Halaman
Show All
Aga Deta AndityaTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan