Periode Singkat Scolari di Chelsea dan Biang Keladi Bernama Anelka

Pada Februari 2009, pria Brasil itu dipecat, dan ia menuding Nicolas Anelka sebagai biang keladinya.

Diperbarui 20 Juni 2025, 10:03 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Ia juga menyanggah isu bahwa keterbatasan bahasa menjadi penyebab utama kegagalannya. “Mereka bilang, ‘Karena Anda tidak bisa bahasa Inggris dengan sempurna.’ Tentu saja tidak. Saya tidak bicara Inggris dengan sempurna,” ungkapnya. “Namun, saya mengerti dengan baik. Dengan bahasa Inggris saya dan bahasa Inggris yang digunakan di sana, kami saling mengerti.”

Setelah Scolari, Datang Hiddink

Guus Hiddink kemudian datang sebagai penyelamat sementara. Dalam 22 pertandingan, ia membawa Chelsea meraih 16 kemenangan, finis di posisi ketiga klasemen, dan memenangkan Piala FA. Pendekatannya terhadap Anelka dan Drogba sangat berbeda dari Scolari.

Hiddink justru memilih memainkan keduanya bersama-sama. Chelsea kadang bermain dengan formasi 4-4-2 dengan dua penyerang sejajar, atau 4-3-3 dengan Anelka di sisi kanan. Hasilnya langsung terasa: Anelka mencetak gol dalam empat laga terakhir Premier League dan merebut Sepatu Emas, satu-satunya sepanjang kariernya.

Duet itu berlanjut di musim berikutnya di bawah asuhan Carlo Ancelotti. Chelsea sukses meraih gelar ganda—Premier League dan Piala FA. Anelka dimainkan di berbagai posisi di lini depan, sementara Drogba tetap menjadi ujung tombak utama.

Scolari Tak Pernah Kembali ke Eropa

Meski Chelsea bangkit dan meraih kesuksesan besar, nasib Scolari berbeda. Ia tidak pernah lagi melatih klub Eropa setelah kegagalan singkatnya di Stamford Bridge. Pengalamannya bersama Anelka menjadi pelajaran berharga, meski pahit.

Bagi Chelsea, kepergian Scolari membuka jalan bagi pelatih-pelatih yang lebih fleksibel dan bisa mengelola ego bintang-bintang besar. Namun, bagi Scolari, periode tersebut tetap menyisakan penyesalan. “Saya tidak tahu kalau saya bertahan, apa yang akan terjadi, tapi semuanya terhenti, dan itu membuat saya kesal,” tutupnya.

Kini, cerita tentang Scolari dan Anelka menjadi salah satu babak menarik dalam sejarah panjang Chelsea. Ini kisah tentang ego, strategi, dan betapa pentingnya komunikasi dalam sepak bola di level tertinggi.

Sumber: ESPN Brasil, talkSPORT

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Halaman
Show All
Gia Yuda PradanaTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan