5 Catatan Debut Cristian Chivu di Inter Milan: Era Baru, Selamat Tinggal 3 Bek Warisan Simone Inzaghi?

Cristian Chivu membuka lembaran baru dalam karier kepelatihannya bersama Inter Milan

Diperbarui 19 Juni 2025, 06:42 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
>Terlebih, pressing tinggi yang coba diterapkan di babak kedua membuat lini belakang semakin terekspos oleh serangan balik lawan.

3. Minimnya Kedalaman di Lini Depan

Inter memulai laga dengan duet Lautaro Martinez dan Sebastiano Esposito di lini serang. Namun, performa Esposito belum memuaskan dan ia digantikan oleh Marcus Thuram di babak kedua.

Kehilangan Joaquin Correa dan Marko Arnautovic meninggalkan celah besar di sektor penyerang.

Laga melawan Monterrey menegaskan satu hal: Inter sangat membutuhkan tambahan tenaga di lini depan. Jika Inter ingin bersaing di berbagai kompetisi musim ini, mendatangkan striker baru adalah kebutuhan mendesak.

4. Pemain Baru Masih Adaptasi

Debut Luis Henrique cukup menjanjikan. Ia menunjukkan kemampuan dalam duel satu lawan satu serta keberanian mengambil inisiatif. Namun, stabilitas penampilannya masih perlu waktu.

Petar Sucic, yang juga tampil di babak kedua, belum mampu tampil optimal. Ia terlihat kebingungan dalam sistem tiga gelandang yang diterapkan Chivu, sebuah perubahan besar dari formasi dua gelandang yang biasa ia mainkan sebelumnya.

5. Fleksibilitas Taktik Jadi Ciri Baru

Chivu tidak segan melakukan perubahan formasi dalam pertandingan. Inter memulai laga dengan skema tiga bek, lalu berganti ke sistem empat bek selama 30 menit terakhir.

Henrikh Mkhitaryan sempat dimainkan sebagai gelandang serang, mendukung duet Lautaro dan Thuram. Kemudian, Lautaro ditarik lebih dalam untuk membentuk trisula dengan Nicola Zalewski di belakang penyerang tunggal.

Fleksibilitas ini menunjukkan keberanian Chivu bereksperimen, meskipun implementasinya belum sepenuhnya mulus.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Halaman
Show All
Asad ArifinTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan