AFC Melanggar Janji Netralitas: Kegagalan Menjamin Keadilan di Babak Keempat Kualifikasi Piala Dunia

AFC gagal jaga netralitas dengan pilih Arab Saudi dan Qatar sebagai tuan rumah babak keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026. Apa dampaknya bagi tim seperti Indonesia?

Diperbarui 14 Juni 2025, 02:40 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) kembali menjadi sorotan karena dianggap melanggar prinsip netralitas. Penunjukan Arab Saudi dan Qatar sebagai tuan rumah babak keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026 memicu kemarahan penggemar.

Keputusan ini dinilai menguntungkan kedua negara yang juga peserta, merugikan tim lain seperti Indonesia. Artikel ini mengungkap kegagalan AFC menjamin keadilan dan latar belakang kontroversi tersebut.

Dari sejarah janji netralitas hingga dampaknya bagi Timnas Indonesia, simak fakta di balik polemik ini. Mari telusuri mengapa AFC gagal memenuhi komitmennya.

Janji Netralitas AFC yang Terabaikan

AFC sering menjanjikan netralitas dalam penyelenggaraan turnamen sepak bola Asia. Prinsip ini bertujuan memastikan semua tim bersaing dalam kondisi adil.

Namun, Reuters melaporkan bahwa AFC menunjuk Arab Saudi dan Qatar sebagai tuan rumah babak keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026. Kedua negara ini juga peserta, menimbulkan tuduhan pelanggaran netralitas.

Sejarah menunjukkan AFC kerap memindahkan pertandingan ke venue netral untuk alasan keamanan. The Sun mencatat pertandingan Korea Utara dan Arab Saudi pernah digelar di Laos, menunjukkan komitmen awal AFC.

Karena itu, kali ini fans bertanya-tanya mengapa AFC tidak memilih negara netral seperti Jepang. Keputusan ini memperkuat dugaan bahwa AFC memihak negara-negara Teluk.

Alasan AFC Memilih Arab Saudi dan Qatar

AFC beralasan bahwa Arab Saudi dan Qatar memiliki infrastruktur sepak bola terbaik. Stadion modern dan pengalaman menyelenggarakan turnamen besar menjadi faktor utama.

Al Jazeera menyebut Qatar sukses menggelar Piala Dunia 2022, sementara Arab Saudi dipilih untuk Piala Dunia 2034. Logistik dan fasilitas kedua negara dianggap mampu mendukung babak keempat.

Namun, keputusan ini dianggap tidak adil karena memberikan keuntungan kompetitif kepada tuan rumah. Irak, yang juga mengajukan tawaran, tidak mendapat kesempatan serupa.

Kritik muncul semakin kuat karena AFC tidak mempublikasikan proses bidding secara transparan.

Dampak bagi Timnas Indonesia

Timnas Indonesia, satu-satunya wakil Asia Tenggara di babak keempat, menjadi salah satu tim yang berpotensi dirugikan. Bermain di kandang Arab Saudi atau Qatar menambah tekanan bagi Garuda.

BBC menjelaskan bahwa tim tuan rumah sering mendapat keuntungan psikologis dari dukungan penonton. Indonesia, dengan peringkat FIFA lebih rendah, menghadapi tantangan berat.

Pengundian grup pada 17 Oktober 2025 di Osaka akan menentukan lawan Indonesia. Grup yang sulit dengan tuan rumah dapat memperkecil peluang lolos ke Piala Dunia.

Sudah dipastikan Indonesia akan bermain melawan salah satu tuan rumah, entah itu Qatar atau Arab Saudi.

Arab Saudi dan Qatar mendapat keuntungan besar sebagai tuan rumah. Familiaritas stadion dan dukungan penonton dapat meningkatkan performa mereka.

 

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Lanjut Baca:

Link Live Streaming Piala Dunia 2026 Brasil vs Jepang

Richard Andreas LuturmasTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan