Banyak Suporter Timnas Indonesia Tur ke Jepang, Begini Tips Penting Mendukung di Osaka

Suporter timnas Indonesia diperkirakan akan banyak yang terbang langsung ke Jepang mendukung aksin Jay Idzes dan kawan-kawan.

OlehThomas
Diperbarui 07 Juni 2025, 13:46 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta Timnas Indonesia akan menjalani laga terakhir di putaran tiga Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia dengan melawan tuan rumah Jepang pada 10 Juni 2025. Pertandingan akan berlangsung di di Stadion Panasonic Suita, Osaka.

Laga Jepang vs Timnas Indonesia ini sudah tidak terlalu menentukan bagi pasukan Patrick Kluivert. Skuad Garuda sudah dipastikan lolos ke putaran empat dan tidak bisa lolos langsung karena Australia telah mengamankan posisi kedua untuk mendamping Jepang.

Kepastian Indonesia lolos ke putaran empat didapat usai menang 1-0 atas China pada pertengahan pekan ini. Disusul kekalahan Bahrain dari Arab Saudi membuat timnas Indonesia sudah aman menempati urutan tiga atau empat Grup C Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia.

Meski demikian banyak suporter timnas Indonesia yang sudah terlanjur memesan tiket untuk menonton langsung di Osaka. Diperkirakan ribuan suporter akan hadir ke stadion, baik itu mereka yang melakukan tur tandang, maupun para diaspora Indonesia yang berada dan menetap di Jepang.

Untuk suporter yang terbang langsung dari Indonesia ke Jepang, ada saran dari salah satu mantan diaspora Zenzia Ihza agar tak menemui kendala selama berada di negeri Matahari Terbit.

Menyoal transportasi yang diperlukan saat di Osaka, Zen, yang menetap dan besar di Jepang pada kurun tahun 1992 hingga 2000, membaginya dalam tiga poin penting. Yakni, transportasi paling murah, paling efisien, hingga paling cepat.

“Pendekatan paling ekonomis memanfaatkan Japan Railways (JR), dengan tiket berharga antara ¥150-¥300 (Rp 15.000-30.000), memakan waktu sekitar 35 menit dari pusat Osaka. Perjalanan mengikuti rute ini: dari Stasiun Osaka, naik JR Tokaido Line ke Stasiun Senrioka, lalu transfer ke Osaka Monorail menuju Bandara Osaka, turun di Stasiun Banpaku-Kinen-Koen (Expo Park). Dari sana, berjalan kaki 15 menit ke stadion,” ujar Zenzia Ihza dalam pernyataan resminya.

“Rute ini mewujudkan prinsip Jepang gaman—kesabaran bertahan untuk keuntungan jangka panjang. Meski memerlukan lebih banyak waktu dan transfer, ini memungkinkan suporter merasakan sistem transportasi umum Jepang yang terkenal sambil menghemat dana untuk keperluan lain,” lanjutnya.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Lanjut Baca:

Untuk transportasi paling efisien, Zenzia menjelaskan kereta api bisa jadi solusi. “Bagi yang mencari efisiensi tanpa biaya berlebihan, layanan kereta langsung menawarkan titik manis. Hankyu Senri Line menyediakan akses langsung dari pusat Osaka ke sekitar stadion dengan transfer lebih sedikit, mewakili nilai terbaik untuk suporter yang sadar waktu,” lanjut Zen. Terakhir, soal transportasi tercepat, kendati memerlukan kocek lebih: “Pilihan tercepat—layanan taksi—menyelesaikan perjalanan dalam sekitar 20 menit dengan biaya ¥5.500-¥8.000 (Rp 550.000-800.000). Meski mahal, pilihan ini menjadi ekonomis ketika dibagi empat suporter, terutama berharga bagi mereka yang tiba dekat waktu pertandingan atau membawa bendera seremonial dan materi pendukung,” jelas Zen. Selain penting untuk memahami sistem transportasi di Jepang, para suporter Indonesia juga harus menyiapkan diri dengan kondisi cuaca di Jepang. Pada bulan Juni di Jepang mulai memasuki musim hujan. “Juni di Osaka membawa tsuyu (musim hujan), yang ditandai dengan kelembaban tinggi, hujan sering, dan suhu naik di atas 30°C. Ini bukan musim dingin keras seperti bayangan Indonesia, melainkan iklim subtropis yang lembab dan menuntut persiapan khusus. Disarankan membawa kipas dan baju ganti karena kelembaban tinggi dan panas ini berbeda dengan rasa panas yang kita rasakan di Indonesia,” ucap Zen. “Kombinasi panas, kelembapan, dan hujan sering menciptakan tantangan kesehatan unik. Kondisi lembab dapat menyebabkan ketidaknyamanan, memerlukan pakaian ringan dan bernapas. Suporter Indonesia harus mempersiapkan perlengkapan hujan, pakaian berlapis, hingga sepatu tahan air.”

Halaman
Show All
ThomasTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan