Postecoglou Berikutnya? 7 Pelatih yang Langsung Dipecat Usai Juara

Ange Postecoglou sedang menanti kepastian nasibnya di Tottenham. Meskipun berhasil membawa Spurs meraih trofi Eropa pertama mereka dalam 17 tahun, posisinya justru kini berada dalam ancaman.

Diperbarui 03 Juni 2025, 20:33 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta  Ange Postecoglou sedang menanti kepastian nasibnya di Tottenham. Meskipun berhasil membawa Spurs meraih trofi Eropa pertama mereka dalam 17 tahun, posisinya justru kini berada dalam ancaman.

Menurut laporan, Postecoglou menjadi target pemecatan setelah Tottenham mengalami musim Premier League yang buruk. Spurs finis di peringkat ke-17 dan menderita 22 kekalahan.

Postecoglou sendiri saat ini sedang menikmati liburan dan belum mengetahui apakah dirinya akan melanjutkan sisa dua tahun kontraknya. Situasinya kini menambah daftar pelatih yang harus pergi meski sudah memberikan gelar.

Fenomena ini terbilang ironis, karena meraih kemenangan ternyata tidak selalu menjamin keamanan jabatan seorang pelatih. Seringkali, manajemen klub memilih berpisah demi perbaikan performa tim.

Berikut ini tujuh contoh pelatih yang dipecat segera setelah mengangkat trofi bergengsi. Siapa saja mereka?

1. Louis van Gaal

Louis van Gaal dikenal publik luar sebagai pelatih Manchester United yang humoris di konferensi pers dan sempat mengantarkan tim meraih Piala FA 2016. Namun, trofi tersebut hanyalah menutupi masalah yang lebih besar di klub.

Musim pertamanya yang cukup terhormat pun tak lepas dari masalah, terutama gaya main yang lebih fokus pada penguasaan bola daripada serangan yang mematikan. Hal ini kerap membuat para pendukung Setan Merah bosan sepanjang masa kepemimpinannya.

Puncak masa sulit Van Gaal terjadi antara November 2015 hingga Januari 2016, ketika United enam kali berturut-turut gagal menang. Situasi itu membuat posisinya semakin terancam, dan akhirnya Piala FA tak cukup untuk menyelamatkan pekerjaannya.

2. Maurizio Sarri

Maurizio Sarri memang dikenal sebagai pelatih yang cemerlang ketika segala sesuatunya berjalan lancar. Namun, di manapun ia berada, selalu ada drama yang mengikuti langkahnya.

Setelah meninggalkan Chelsea pada 2019, Sarri mengambil alih Juventus, meski hubungan itu terkesan sekadar melanjutkan warisan Massimiliano Allegri. Juventus harus beradaptasi dengan gaya main Sarri yang unik sehingga awalnya muncul banyak tantangan.

Walau demikian, Sarri tetap berhasil membawa Juventus meraih Scudetto kesembilan secara beruntun dengan mengungguli Inter Milan. Sayangnya, setelah disingkirkan Lyon di babak 16 besar Liga Champions akibat pandemi, ia dipecat hanya satu tahun setelah menandatangani kontrak tiga tahun.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Lanjut Baca:

Antonio Conte menunjukkan kepada sepak bola Inggris seperti apa dirinya ketika membawa Chelsea menjadi juara Premier League pada musim 2016/2017. Gaya permainan yang kejam dan pragmatisnya sukses mengantarkan The Blues ke puncak klasemen. Namun, di musim kedua, permainan tanpa kompromi itu mulai terasa sulit diterima. Chelsea hanya finis kelima pada musim 2017/2018 dan jauh dari harapan mereka. Meskipun begitu, Conte masih berhasil mempersembahkan trofi Piala FA setelah mengalahkan Manchester United di final. Sayangnya, prestasi itu tidak cukup untuk mempertahankan pekerjaannya dan ia akhirnya dipecat untuk digantikan oleh Maurizio Sarri.

Halaman
Show All
Aga Deta AndityaTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan