3 Penyebab Inkonsistensi Juventus Bersama Thiago Motta Musim Ini

Dengan kedatangan Thiago Motta sebagai pelatih baru, Juventus memasuki musim 2024/2025 dengan semangat dan strategi baru. Namun belakangan Juventus sering membuang peluang menang.

OlehThomas
Diterbitkan 02 November 2024, 00:01 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta- Musim 2024/2025 menjadi babak baru bagi Juventus, salah satu klub paling bergengsi di Italia dan Eropa. Setelah beberapa musim yang penuh tantangan bersama Massimiliano Allegri, Juventus berharap menemukan stabilitas dan kesuksesan baru di bawah kepemimpinan Thiago Motta, pelatih yang dikenal dengan pendekatan taktik inovatif dan filosofi permainan menyerang.

Thiago Motta, yang sebelumnya sukses menangani beberapa klub di Serie A, dikenal dengan filosofi permainan yang menekankan penguasaan bola dan transisi cepat. Sebagai mantan gelandang yang pernah bermain untuk klub-klub besar seperti Barcelona, Inter Milan, dan Paris Saint-Germain, Motta membawa pengalaman dan wawasan yang mendalam tentang permainan di level tertinggi.

Di Juventus, Motta diharapkan mampu mengembalikan identitas klub sebagai penguasa Serie A, setelah beberapa musim terakhir yang kurang memuaskan. Kehadirannya juga diharapkan dapat mengembangkan bakat-bakat muda yang dimiliki Juventus, sekaligus memaksimalkan potensi para pemain bintang yang ada.

Juventus memulai musim 2024/2025 dengan performa yang menjanjikan. Di bawah arahan Motta, tim menunjukkan peningkatan dalam hal penguasaan bola, kreativitas di lini tengah, dan produktivitas di depan gawang. Formasi fleksibel yang diterapkan Motta memungkinkan para pemain untuk lebih mengekspresikan diri di lapangan, menghasilkan permainan yang lebih dinamis dan menghibur.

Namun memasuki bulan Oktober permainan Juventus bersama Motta mulai menemui hambatan hebat. Juve tak konsisten bersama eks pelatih Bologna itu. Mereka memang belum terkalahkan di Liga Italia, tapi sudah enam kali imbang dari 10 laga awal.

Ada tiga faktor yang menyebabkan inkonsitensi Juventus bersama Motta musim ini menurut Football Italia:

 

Cedera Bremer

Juventus kebobolan sepuluh gol dalam enam pertandingan terakhir di berbagai kompetisi yang dijalani, dan jelas bukan kebetulan bahwa masalah ini muncul setelah bek bintang mereka, Gleison Bremer, mengalami cedera ligamen krusial saat melawan RB Salzburg di ajang Liga Champions.

Sebelum cedera yang mengakhiri musim pemain asal Brasil itu, Si Nyonya Tua hanya kebobolan satu gol dalam tujuh pertandingan. Perbandingan ini sungguh mencolok. Ini jelas menjadi masalah utama yang harus diatasi oleh Motta, namun masih harus dilihat apakah dia dapat melakukannya sebelum jendela transfer Januari dibuka, ketika Cristiano Giuntoli pasti akan mencari bek tengah baru.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Lanjut Baca:

Danilo, pemain veteran asal Brasil, menjadi starter dalam tiga pertandingan terakhir, tapi ia menyebabkan dua penalti dan menerima kartu merah. Federico Gatti, yang merupakan starter reguler dan kapten Juventus di awal musim, harus turun peringkat setelah mengalami cedera ringan. Sementara itu, Pierre Kalulu, yang bisa dibilang bek terbaik Juventus saat Bremer absen, tampil kurang meyakinkan saat melawan Stuttgart dan Inter, dan diistirahatkan saat melawan Parma pada hari Rabu. Motta kini harus berpikir keras mengatasi masalah di lini belakang ini sebelum jendela transfer Januari dimulai.

Halaman
Show All
Thomas, Harley IkhsanTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan