PON Aceh-Sumut 2024 Jadi Ajang Regenerasi Panahan Indonesia Menuju Olimpiade Los Angeles 2028

Lilies Handayani, Nurfitriyana Saiman, dan Kusuma Wardhani adalah tiga nama yang tak akan pernah dilupakan pecinta olahraga Indonesia. Trio pemanah wanita ini berhasil menyumbangkan medali perak di Olimpiade Seoul 1988, sebuah prestasi yang masih jadi kebanggaan hingga kini.

Diterbitkan 19 September 2024, 11:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Lilies merendahkan suaranya saat membahas regenerasi atlet panahan, menekankan bahwa untuk melahirkan bintang-bintang baru Indonesia, kita tidak bisa hanya mengandalkan Diananda.

Menurut Lilies, kita memerlukan setidaknya empat atlet setara Diananda untuk meraih medali di Olimpiade Los Angeles 2028, layaknya sebuah tim sepak bola yang butuh lebih dari satu bintang untuk menjuarai liga.

Untuk memulai regenerasi, setidaknya satu atlet putri atau putra harus meraih juara atau medali di 'World Archery Cup' selama tiga tahun berturut-turut. Ini merupakan langkah krusial untuk masa depan panahan Indonesia.

Lilies percaya bahwa kemenangan dalam tiga kejuaraan dunia, mulai dari 'World Archery Cup 2025', akan memperkuat ketahanan mental atlet senior. Jika habitus juara ini tercipta, atlet junior di pelatnas akan terinspirasi dan mampu mengikuti jejak sukses para juara.

Lebih menarik lagi, jika atlet junior dapat bersama-sama dengan seniornya mencapai semifinal 'World Archery Cup', inilah tanda bahwa regenerasi atlet panahan mulai berlangsung.

Arahan Dari Legenda Panahan Indonesia untuk Regenerasi

Lilies menyebutkan lima aspek penting untuk regenerasi atlet panahan: penguasaan teknik, kekuatan fisik, ketahanan mental, kualitas peralatan, dan pemahaman kondisi angin. Kombinasi yang baik dari semua aspek ini akan membantu atlet meraih prestasi gemilang.

Dia menekankan pentingnya program latihan berkelanjutan untuk regenerasi atlet, termasuk pengembangan atlet muda. Saat ini, Pelatnas belum memiliki kepastian mengenai hal ini, dan dukungan dana yang memadai sangat diperlukan.

Pelatnas seharusnya tidak hanya untuk atlet senior, tetapi juga sebagai tempat pembinaan atlet muda berbakat, terutama karena kurangnya atlet lapis kedua yang berkualitas.

Lilies mengungkapkan bahwa atlet muda panahan Indonesia memiliki potensi besar tetapi kurang bimbingan konsisten. Dengan dukungan dana yang stabil dan manajemen yang baik, termasuk pengaturan waktu antara sekolah dan latihan, regenerasi atlet dapat berhasil.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Halaman
Show All
Rahmat Fathurahman, Harley IkhsanTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan