2. Argentina
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4268254/original/051680500_1671609228-000_9EK9NP.jpg)
Argentina adalah negara lain yang sangat sukses di Copa America, dengan total 15 gelar yang sama dengan Uruguay. Argentina memiliki sejarah panjang dan kaya di turnamen ini, yang dimulai sejak awal abad ke-20.
Â
Awal Kesuksesan
Argentina memenangkan gelar Copa America pertama mereka pada tahun 1921 dan segera menjadi salah satu tim yang paling dominan di turnamen ini. Pada era 1920-an dan 1930-an, Argentina meraih beberapa gelar, termasuk kemenangan berturut-turut pada tahun 1925, 1927, dan 1929.
Â
Era Keemasan dan Pemain Bintang
Era keemasan Argentina di Copa America terjadi pada tahun 1940-an hingga 1950-an, di mana mereka memenangkan lima gelar dalam satu dekade. Pemain legendaris seperti Alfredo Di Stéfano, Adolfo Pedernera, dan José Manuel Moreno menjadi bintang dalam periode ini.
Â
Kebangkitan Modern dan Lionel Messi
Setelah beberapa dekade tanpa gelar, Argentina kembali meraih kejayaan di Copa America pada tahun 1991 dan 1993. Baru-baru ini, Argentina memenangkan gelar pada tahun 2021, mengakhiri penantian panjang selama 28 tahun. Lionel Messi, salah satu pemain terbaik sepanjang masa, akhirnya berhasil meraih gelar internasional besar pertamanya dengan Argentina di turnamen ini.
3. Brasil
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2846946/original/000199400_1562548902-20190707-Brasil-Juara-Copa-America-2019-AP-3.jpg)
Brasil adalah salah satu kekuatan terbesar dalam sepak bola dunia dan juga memiliki rekam jejak yang mengesankan di Copa America dengan total 9 gelar. Meskipun tidak sebanyak Uruguay dan Argentina, prestasi Brasil di turnamen ini tetap luar biasa.
Â
Awal Kesuksesan dan Periode Dominasi
Brasil memenangkan gelar Copa America pertama mereka pada tahun 1919 dan segera menunjukkan kemampuan mereka di turnamen ini. Pada tahun 1949, Brasil kembali meraih gelar dengan gaya permainan yang atraktif dan penuh kreativitas.
Â
Era Pele dan Dominasi 1980-an
Era Pele pada 1960-an dan 1970-an menandai periode dominasi Brasil di sepak bola dunia, meskipun mereka tidak memenangkan banyak gelar Copa America pada periode ini. Namun, pada 1980-an, Brasil kembali menunjukkan kekuatannya dengan memenangkan gelar pada tahun 1989.
Â
Era Modern dan Generasi Emas
Pada era modern, Brasil terus menunjukkan dominasinya dengan memenangkan gelar pada tahun 1997, 1999, 2004, 2007, dan 2019. Generasi emas Brasil yang dipimpin oleh pemain seperti Ronaldo, Rivaldo, Ronaldinho, dan Neymar telah memberikan banyak momen bersejarah di Copa America.
4. Chile
Chile mungkin tidak memiliki jumlah gelar sebanyak Uruguay, Argentina, atau Brasil, tetapi mereka telah mencatatkan sejarah yang mengesankan dalam beberapa dekade terakhir. Dengan total 2 gelar, Chile telah menunjukkan bahwa mereka adalah kekuatan yang patut diperhitungkan di Copa America.
Â
Awal Perjuangan dan Kebangkitan
Chile memenangkan gelar Copa America pertama mereka pada tahun 2015, mengakhiri penantian panjang selama lebih dari satu abad. Kemenangan ini sangat berarti bagi negara yang telah lama berjuang untuk mencapai puncak sepak bola Amerika Selatan.
Â
Generasi Emas dan Dominasi Baru
Generasi emas Chile yang dipimpin oleh pemain seperti Alexis Sanchez, Arturo Vidal, dan Claudio Bravo berhasil memenangkan gelar kedua mereka pada tahun 2016 dalam edisi Centenario yang sangat bergengsi. Keberhasilan ini menandai era baru dalam sejarah sepak bola Chile dan menunjukkan bahwa mereka adalah kekuatan yang harus diperhitungkan di masa depan.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4865966/original/096708300_1718932542-Copa_America_2024_1.jpg)
Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2559129/original/026504800_1546249540-vietnam.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8805424/original/032384700_1782904857-Cek_fakta_-_Anies_baswedan.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5490270/original/075910100_1770004204-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-02-02T104539.335.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8627383/original/048072800_1782622786-153948.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3507210/original/015998400_1625982545-AP21192114635232.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8864051/original/078185200_1782929110-063_2284211401.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8933715/original/054098500_1782962062-AP26183008148565.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8929510/original/065051700_1782959692-bos7.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8920532/original/092816500_1782954338-AP26183030266108.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8262489/original/072589900_1781818934-Switzerland_s_Johan_Manzambi.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8888290/original/030850900_1782938816-Senegal_s_Habib_Diarra__21__scores_their_first_goal_against_Belgium_goalkeeper_Thibaut_Courtois.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8898171/original/047299800_1782942914-Belgium_s_Romelu_Lukaku_senegal.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8896227/original/086707700_1782942096-Belgium_s_Romelu_Lukaku.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8782402/original/009814100_1782885154-belanda.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8901298/original/009057900_1782944367-Belgium_s_Youri_Tielemans__left__celebrates_with_Belgium_s_Romelu_Lukaku.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8263356/original/061813100_1781903816-AP26170714954300-Amerika_Serikat.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8899597/original/014754500_1782943656-Belgian_players_celebrate_youre_tieleman_s_goal.jpg)