Kylian Mbappe Lega Usai Pindah ke Real Madrid, Kini Fokus Euro 2024

Kylian Mbappe merasa lega dan bahagia setelah kepindahannya yang lama ditunggu-tunggu ke Real Madrid akhirnya terkonfirmasi dan kini fokusnya ada pad Euro 2024.

Diterbitkan 05 Juni 2024, 15:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta Kylian Mbappe merasa lega dan bahagia setelah kepindahannya yang lama ditunggu-tunggu ke Real Madrid akhirnya terkonfirmasi. Namun, sebagai kapten tim nasional Prancis, Mbappe kini mengalihkan seluruh perhatiannya pada persiapan Prancis menjelang Euro 2024.

Pada hari Senin (3/6/2024), Mbappe resmi bergabung dengan Real Madrid setelah kontraknya dengan Paris Saint-Germain (PSG) berakhir. Kepindahan ini mengakhiri spekulasi panjang mengenai masa depannya. Dalam konferensi pers yang diadakan pada hari Selasa (4/6/2024), Mbappe mengekspresikan rasa syukur dan kebahagiaannya.

"Saya ingin mengekspresikan diri sebelum memulai konferensi pers ini. Semua orang tahu beritanya, ini resmi, saya akan menjadi pemain Real Madrid selama lima musim ke depan. Saya sangat bahagia, terbebaskan, lega, dan sangat bangga. Ini adalah klub yang selalu saya impikan, jadi saya ingin berterima kasih kepada mereka," ujar Mbappe.

Meski begitu, Mbappe menegaskan bahwa saat ini prioritas utamanya adalah timnas Prancis. Sebagai kapten, ia merasa bertanggung jawab untuk menjaga fokus tim demi meraih gelar juara Euro pertama mereka sejak tahun 2000.

“Ini hari yang menyenangkan bagi saya, tetapi saya mempunyai tanggung jawab sebagai kapten Prancis dan situasi ini membayangi tim nasional,” kata Mbappe.

"Saya tahu ini tidak adil bagi jurnalis, tapi saya hanya akan menjawab pertanyaan tentang tim nasional. Saya ingin melindungi tim saya. Sudah lama sekali kami tidak menjuarai Piala Eropa, 24 tahun terlalu lama," imbuhnya.

Musim Penuh Tantangan

Mbappe melewati musim di PSG penuh dengan liku-liku. Dia dikeluarkan dari skuad setelah menolak menandatangani kontrak baru, namun berhasil mencetak 44 gol, jumlah tertingginya dalam satu musim, dan memimpin timnya meraih gelar liga dan piala. Meski demikian, ia mengakui bahwa musim tersebut sangat menantang.

"Saya menjalani musim ini dengan ambisi yang berbeda karena saya selalu berpikir saya tidak akan bermain. Saya diberitahu secara langsung, saya diajak bicara dengan kasar, jadi saya yakin bahwa saya tidak akan bermain,” kata Mbappe. "Luis Enrique dan Luis Campos menyelamatkan saya. Tanpa mereka, saya tidak akan pernah menginjakkan kaki di lapangan lagi,"

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Lanjut Baca:

Mbappe juga merenungkan pengalamannya di Euro 2020, di mana Prancis tersingkir di babak 16 besar setelah ia gagal mengeksekusi penalti dalam adu penalti melawan Swiss. "Anda tidak belajar ketika menang seperti yang kami lakukan pada 2018. Saya mendapat tamparan telak di Euro dengan kompetisi yang gagal. Itu titik hitam besar dalam CV saya bersama tim nasional," kata Mbappe.

Halaman
Show All
Rossa Izza Amalia, ThomasTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan