Bek Vietnam Tebar Psywar Jelang Lawan Timnas Indonesia: Remehkan Pemain Naturalisasi Sebab Tak Gabung Negara Eropa

Timnas Indonesia kembali mendapat psywar jelang duel melawan Vietnam dalam lanjutan Kualifikasi Piala Dunia 2026. Kali ini giliran bek The Golden Star Doan Van Hau yang meremehkan kemampuan penggawa naturalisasi Merah Putih lantaran tak bergabung dengan tim nasional di Eropa.

Diterbitkan 21 Maret 2024, 12:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

"Para pemain naturalisasi itu hanya di level Asia Tenggara, dan tim Vietnam bisa bermain (melawan mereka) sepenuhnya. Kami tinggal turun ke lapangan serta berjuang keras," sambung bek berusia 24 tahun.

Tingkatkan Moral Pemain Vietnam

Masih merujuk pada laporan VnExpress, sindiran keras Doan Van Hau terhadap pemain naturalisasi Timnas Indonesia sebenarnya konon cuma ditujukan untuk meningkatkan moral penggawa Vietnam.

Hal itu mengingat The Golden Star bakal dipaksa kehilangan sejumlah pilar penting kala bertandang ke Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Kamis (2/3/2024), menyusul terjadinya badai cedera dalam skuad.

Belum lagi, Vietnam juga mengantongi catatan buruk dalam pertemuan terakhirnya melawan Timnas Indonesia. Pasukan Philippe Troussier pernah dihajar 1-0 oleh skuad Garuda kala berjumpa di kompetisi Piala Asia 2023 belum lama ini.

Didukung Philippe Troussier

Terlepas dari pendapat Doan Van Hau, juru taktik The Golden Star Philippe Troussier diam-diam justru memuju program naturalisasi yang tengah digencarkan Timnas Indonesia.

Menurut dia strategi itu terbukti bisa membawa dampak signifikan untuk mendongkrak kualitas tim nasional sekaligus memotivasi para pemain lokal dalam skuad.

"Saya pernah melatih di Afrika. Waktu itu, pemain di Afrika sebagian besar hanya dihuni oleh pemain lokal, seperti Vietnam sekarang. Alhasil tim nasional di Afrika tidak memiliki performa yang terlalu bagus," ucap Troussier dalam konferensi pers di SUGBK, Rabu (20/3/2024).

"Kemudian kami memutuskan untuk mengidentifikasi pemain-pemain potensial dari luar (naturalisasi). Setelahnya, kita bisa lihat Senegal, Maroko, Kamerun, Ghana, dan negara-negara lain mulai menaturalisasi banyak pemain keturunan. Hasilnya pun jelas. Maroko berhasil tembus ke semifinal Piala Dunia 2022."

"Untuk sekarang, strategi (naturalisasi) juga diterapkan oleh Malaysia, Indonesia, dan Thailand. Namun di Vietnam, kami tidak menggunakan potensi (dari pemain keturunan). Makanya kami mulai kehilangan kepemimpinan (dominasi) di Asia Tenggara," tambah sang pelatih.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Halaman
Show All
Theresia Melinda Indrasari, ThomasTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan