Perkuat Mental di All England 2024, Tim Indonesia Bidik Rapor Lebih Baik

Tim bulu tangkis Indonesia menggelar latihan di lokasi pertandingan All England 2024, Utilita Arena, Senin (11/3/2024) pagi waktu setempat. Para pemain bertekad memperbaiki performa di ajang level Super 1000 tersebut.

Diterbitkan 11 Maret 2024, 23:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Tim bulu tangkis Indonesia menggelar latihan di lokasi pertandingan All England 2024, Utilita Arena, Senin (11/3/2024) pagi waktu setempat. Para pemain bertekad memperbaiki performa di ajang level Super 1000 tersebut.

Anthony Sinisuka Ginting dan kawan-kawan tiba di Birmingham Minggu malam setelah menempuh perjalanan dari Paris usai mengikuti French Open 2024. Merah Putih gagal merebut gelar di Negeri Anggur dengan tunggal putra Chico Aura Dwi Wardoyo jadi performa terbaik usai mencapai semifinal.

Latihan selama kurang lebih 90 menit dimanfaatkan Fajar Alfian dan kawan-kawan untuk beradaptasi dengan kondisi lapangan. Selain fisik dan teknis, faktor mental menjadi fokus tim demi peningkatan prestasi.

Koordinator psikolog tim ad hoc Olimpiade Paris 2024, Lilik Sudarwati yang ikut mendampingi menyampaikan strateginya untuk menumbuhkan semangat daya juang.

"Memang seperti yang disampaikan Kabid Binpres Ricky Soebagdja bahwa daya juang anak-anak harus ditingkatkan," buka Lilik kepada Tim Humas dan Media PP PBSI.

"Maka saya coba untuk sampaikan kepada anak-anak untuk persiapan ke All England ini, pertama adalah French Open kemarin dijadikan pelajaran untuk menatap turnamen yang baru. Di dalam pertandingan pasti ada menang dan kalah, itu pasti, tapi kita harus punya prinsip yaitu kita main harus siap capek dan kalaupun harus kalah, lawan tidak boleh menang dengan mudah. Tidak memberikan poin-poin yang gampang," jelas Lilik.

 

Diri Sendiri Juga Jadi Lawan

Lilik mengatakan, lawan yang dihadapi dalam pertandingan bukan hanya rival di seberang lapangan tapi juga diri sendiri.

"Dalam pertandingan kita bukan hanya melawan yang ada di sebrang lapangan tapi juga melawan diri sendiri. Lawan diri sendiri inilah yang paling sulit," kata Lilik.

"Tapi untuk level pemain kita yang sudah elit ini, saya yakin mereka sudah punya pakem sendiri untuk bagaimana mengatasi dinamika yang kompleks dalam sebuah laga. Saya hanya mengingatkan hal itu agar di lapangan bisa keluar," ujarnya.

Lilik yang juga mantan pebulu tangkis ini menyarankan anak-anak untuk mengambil jeda ketika jalannya pertandingan tidak sesuai keinginan.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Lanjut Baca:

"Memang mengambil jeda itu penting ketika apa yang kita inginkan tidak berjalan. Ini yang kadang-kadang anak-anak lupa," tutur Lilik. "Mengambil jeda itu bisa membalikkan fokus dan ketenangan. Caranya bermacam-macam tergantung situasi dan kondisi di lapangan. Ini yang saya ingatkan juga, baik kepada pemain maupun pelatih," sahut Lilik.

Halaman
Show All
Harley Ikhsan, ThomasTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan