Lisa Rumbewas Pernah Sebut Sakit Lutut dan Epilepsi, Pilih Pensiun dari Lifter Putri Indonesia

Lifter legendaris putri asal Papua Lisa Rumbewas meninggal dunia pada 14 Januari 2024. Dia sempat menyebut sakit lutut dan epilepsi membuatnya pensiun dari angkat besi.

Diperbarui 14 Januari 2024, 12:39 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Lisa Rumbewas terpilih menjadi salah satu Ikon Prestasi Indonesia bersama 72 figur publik yang digagas Unit Kerja Presiden Pembinaan Ideologi Pancasila (UKP Pancasila) pada 2017 lalu. Dalam acara Festival Prestasi Indonesia, dia mewakili bidang olahraga bersama atlet dan mantan atlet lainnya seperti Liem Swie King, Susi Susanti, Alan Budikusuma, Liliyana Natsir (bulu tangkis), Eko Yuli Irawan, hingga Sri Wahyuni (angkat besi).

Prestasi Lisa Rumbewas di Olimpiade

Lisa Rumbewas merupakan atlet yang menjadi pembuka cabor lain untuk raih medali di Olimpiade. Sebelum Olimpiade 2000, tak ada cabor lain yang bisa meraih medali selain panahan dan bulu tangkis.

Tapi Risa Rumbewas bisa membuat kejutan dengan meraih medali perak pada cabor angkat besi Olimpiade 2000. Dia menjadi yang terbaik ketiga pada kelas 48 kg.

Awalnya, dia dinyatakan meraih perunggu karena kalah dari Tara Nott. Angkatan keduanya sama tapi Nott meraih perak karena punya berat badan yang lebih ringan.

Berkah terjadi di Olimpiade Sydney 2000 yang berlangsung di cuaca dingin. Izabela Draganeva yang meraih emas dinyatakan doping, Lisa Rumbewas pun naik meraih perak sedangkan lifter Indonesia lain Sri Indriyani raih perunggu.

Pada Olimpiade 2000, Indonesia akhirnya meraih 1 emas, 3 perak dan dua perunggu. 1 perak dan 2 perunggu semuanya berasal dari cabor angkat besi.

 

Perjuangan Lebih Berat di Olimpiade 2004

Empat tahun berselang, Lisa Rumbewas kembali dipercaya ikut Olimpiade 2004 di Athena. Olimpiade ini terasa berat karena kondisi Lisa tidak begitu baik.

Usai angkatan snatch, dia sempat pusing dan pingsan. Hebatnya, Lisa Rumbewas mampu menyelesaikan tugas dengan baik dan kembali meraih perak di kelas 53 kg.

Pada Olimpiade 2008, prestasi Lisa Rumbewas mulai menurun. Dia hanya bisa meraih posisi empat pada cabor angkat besi putri kelas 53 kg putri.

Ternyata, medali Lisa Rumbewas baru mendapatkan medali perunggu pada 2017. Itu terjadi setelah Natassia Novikava terbukti gunakan doping. Penantian lama untuk medali terakhir.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Halaman
Show All
Defri Saefullah, Thomas, Shinta NM SinagaTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan