Nonton Langsung Liga Jerman, Striker Timnas Indonesia U-17 Punya Cita-Cita Gabung Borussia Dortmund

Striker Timnas Indonesia U-17 Arkhan Kaka takjub dengan markas Borussia Dortmund Signal Iduna Park. Dia berharap bisa main di Bundesliga kelak.

Diterbitkan 10 Oktober 2023, 07:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

"(Persaingan di seleksi Timnas Indonesia U-17) ketat, karena ini bukan ajang AFF atau Piala Asia lagi. Ini event Piala Dunia. Pasti semua pemain punya chance yang sama untuk berada di timnas," tutur Arkhan Kaka saat ditemui selepas latihan Timnas Indonesia U-17 di Lapangan A GBK pada Kamis (20/7/2023).

"(Soal pemain diaspora) semua sama sih (dengan pemain lokal). Kualitas sama, dari segi umur sama. Ya kita punya chance dan kerja keras yang sama. (Kehadiran mereka) ini lebih bagus untuk persaingannya, lebih ketat," tambah dia kepada awak media.

Tidak Ada Perlakuan Berbeda di Timnas Indonesia U-17

 

Selaras dengan pernyataan Arkhan Kaka, pelatih Timnas Indonesia U-17 Bima Sakti memang menegaskan pihaknya tak bakal memberi perlakukan berbeda bagi pemain lokal dan keturunan yang mengikuti seleksi Piala Dunia U-17 2023.

Semua pemain diharuskan mengikuti prosedur pemilihan yang sama, tak terkecuali nama-nama penggawa yang sempat memperkuat Timnas Indonesia U-16 kala menjadi juara di ajang Piala AFF U-16 2022 beberapa waktu lalu.

"Enggak ada (yang dapat keistimewaan). Saya menyampaikan, sama semuanya. Kalau tidak percaya, tanya ke (Arkhan) Kaka," tegas Bima.

"Saya bilang (ke pemain), tidak ada yang pasti. Kalian di sini semua sama. Kalau kalian tidak konsisten, ya akan diganti dengan pemain lain," tandas sang pelatih.

 

Timnas U-17 Diuji Staminanya Lawan Frankfurt U-17

 

Tim U-17 Indonesia kembali menjalani laga uji coba. Kali ini melawan Eintracht Frankfurt U-19, kemarin. Meski sudah berjuang keras, Iqbal Gwijangge dan kawan-kawan harus mengakui keunggulan lawan 0-3.

Frankfrut tampil dengan kekuatan penuh dan unggul penguasaan bola pada menit awal. Namun, Indonesia juga beberapa kali bisa membongkar pertahanan lawan dengan tusukan dari sektor sayap.

Namun serangan balik lawan tidak dapat di antisipasi dengan baik oleh pertahanan Indonesia sehingga gawang Indonesia jebol melalui sepakan Paul Wuensch pada menit ke-13.

Tertinggal 0-1 Indonesia mulai membangun serangan terus. Hanya saka kerja sama Arkhan Kaka dan Nabil di lini serang belum mampu menembus pertahanan lawan.

 

Pemain Timnas U-17 Banyak Belajar dari Kekalahan

 

Tim lawan kembali unggul di menit ke-20 melalui sepakan Anas Alaoui. Babak pertama pun ditutup untuk keunggulan Eintracht Frankfurt 2-0.

Memulai babak kedua, Indonesia mulai bermain lepas. Beberapa kali indonesia dapat melancarkan serangan. Harus diakui pertahanan lawan yang kokoh buat peluang menciptakan gol sulit tercipta.

Gol ketiga lawan tercipta melalui Marko Mladenovic yang baru masuk di babak kedua melalui umpan terobosan.

“Kita belajar banyak dari pertandingan ini. Namun, kita jadikan pembelajaran karena bagus juga melawan tim yang lebih kuat. Karena kita perlu tau kelemahan dan kelebihan tim agar dapat terus belajar dan belajar untuk matangkan persiapan untuk piala dunia nanti sehingga kita bisa memberikan hasil yang maksimal untuk Indonesia,” ujar Iqbal Gwijangge.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Halaman
Show All
Defri Saefullah, Harley IkhsanTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan